Rilis Obligasi Tahun ini Bisa Tembus Rp151,2 Triliun, Prospek Reksadana Pendapatan Tetap

Target penerbitan surat utang korporasi itu seiring kemungkinan surat utang jatuh tempo Rp157 triliun
Abdul Malik • 10 Feb 2022
cover

Ilustrasi rilis obligasi korporasi diprediksi semakin meningkat tahun ini sehingga berdampak positif terhadap kinerja reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Bareksa.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksi nilai penerbitan surat utang korporasi tahun ini di kisaran Rp102,4 triliun hingga Rp151,2 triliun, meningkat hingga 33,73 persen dari realisasi tahun lalu. Peningkatan nilai surat utang ini bisa berdampak positif bagi reksadana dengan aset dasar pendapatan tetap.

Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan Pefindo Danan Dito menjelaskan, target penerbitan surat utang korporasi itu seiring kemungkinan surat utang jatuh tempo sebesar Rp157 triliun.

"Korporasi tahun ini tidak akan refinancing semuanya dengan obligasi, mungkin dengan pinjaman lain atau dana internal," jelas Danan dalam acara Konferensi Pers secara Virtual, Kamis (10/2).

Kondisi lain yang perlu dipertimbangkan adalah kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) tahun ini. Selain itu juga perekonomian tahun ini yang diperkirakan akan lebih baik dari tahun lalu.

Adapun Pefindo mencatat, nilai total penerbitan surat utang tahun lalu mencapai Rp113 triliun. Penerbitan surat utang ini paling banyak dari perusahaan di luar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp82,56 triliun dan berbentuk BUMN sebesar Rp30,5 triliun.

Multifinance tercatat paling banyak menerbitkan surat utang, yakni sebanyak Rp21,04 triliun. Kemudian diikuti oleh pulp and paper sebesar Rp14,3 triliun, keuangan Rp12,11 triliun dan konstruksi sebesar Rp11,44 triliun.

Dari sisi mandat obligasi, Pefindo menerima mandat penerbitan surat utang sebesar Rp49,09 triliun per 31 Januari 2022. Industri pembiayaan tercatat paling banyak akan menerbitkan surat utang sebesar Rp8,25 triliun, industri pulp and paper sebesar Rp8,24 triliun dan konstruksi sebesar Rp6,82 triliun.

Kinerja Reksadana Pendapatan Tetap

Meningkatnya penerbitan surat utang ini bisa berpengaruh positif bagi reksadana dengan aset dasar pendapatan tetap. Bareksa mencatat, dari 30 reksadana pendapatan tetap, hampir semuanya mencatat tingkat pengembalian (return) positif.

Sucorinvest Stable Fund mencatat tingkat pengembalian tertinggi, yakni mencapai 8,54 persen dalam setahun. Kemudian diikuti, Syailendra Pendapatan Tetap Premium sebesar 5,9 persen setahun dan Sucorinvest Bond Fund sebesar 5,75 persen setahun.

Sedangkan dalam tiga tahun, ada dua reksadana dengan return tertinggi, yakni Sucorinvest Bond Fund sebesar 38,64 persen. Selain itu ada Syailendra Pendapatan Tetap Premium sebesar 32,43 persen.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.