Laba BCA Meroket, Reksadana Manulife dan Eastspring Punya Sahamnya

Harga saham BBCA meningkat 2,3 persen ke level Rp7.800 pada penutupan perdagangan, Rabu (2/2)
Abdul Malik • 03 Feb 2022
cover

Aplikasi BCA yang diakses melalui telepon seluler. (Shutterstock)

Bareksa.com - Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meningkat 2,3 persen ke level Rp7.800 pada penutupan perdagangan, Rabu (2/2). Peningkatan harga saham ini seiring dengan perolehan laba bersih yang mencapai Rp31,4 triliun pada 2021, atau meningkat 15,8 persen secara tahunan.

Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, pertumbuhan laba tersebut diiringi kenaikan dana, kredit disertai perbaikan kualitas aset.

“Kami mengapresiasi upaya pemerintah dan otoritas dalam mengendalikan pandemi serta memberikan paket stimulus, sebagai upaya menuju pemulihan perekonomian nasional. BCA turut mendukung momentum pemulihan dengan menyalurkan kredit ke berbagai sektor," kata Jahja dalam paparan kinerja BCA 2021 baru-baru ini.

BCA mencatat pertumbuhan total kredit sebesar 8,2 persen sejalan dengan pemulihan perekonomian nasional. Pertumbuhan kredit terjadi hampir di semua segmen, terutama ditopang oleh segmen korporasi dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

"Untuk mendorong kredit konsumer, kami berinisiatif dengan menggelar sejumlah event virtual seperti BCA Online Expoversary, KPR BCA ONLINEXPO, KKB BCA Virtual Mall, hingga UMKM Fest online," sambung Jahja.

Pada tahun 2021, perseroan juga meluncurkan beberapa aplikasi baru yaitu myBCA, haloBCA, dan merchant BCA untuk melengkapi platform digital BCA. Salah satu anak perusahaan BCA, Bank Digital BCA, meluncurkan aplikasi “blu” yang didesain khusus untuk melayani segmen milenial.

Reksadana dengan Portofolio BBCA

Peningkatan harga saham BBCA tentunya berpengaruh positif terhadap instrumen reksadana saham yang memiliki portofolio saham BBCA. Berdasarkan data Bareksa, ada beberapa reksadana saham yang memiliki portofolio BBCA.

Produk pertama adalah Manulife Saham Andalan dari PT Manulife Aset Manajemen Indonesia. Reksadana ini memiliki portofolio saham BBCA dan juga saham lain seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Dari sisi tingkat pengembalian (return), Manulife Saham Andalan bisa menghasilkan cuan sekitar 23,44 persen dalam setahun. Namun, dalam enam bulan masih terkoreksi 2,52 persen.

Eastspring Investments Value Discovery Kelas A juga memiliki portofolio saham BBCA. Reksadana dari PT Eastspring Investments Indonesia ini memiliki dana kelolaan Rp552,61 miliar dan diluncurkan sejak 29 Mei 2013.

Reksadana Manulife yang lain, Manulife Dana Saham Kelas A juga memiliki portofolio BCA dengan dana kelolaan sampai saat ini sebesar Rp7,47 triliun. Lalu, ada Schroder Dana Prestasi dari PT Schroder Investment Management Indonesia dengan dana kelolaan saat ini sebesar Rp3,87 triliun. Selain empat reksadana tersebut, masih ada reksadana lain yang juga memiliki portofolio bank swasta terbesar di Indonesia.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.