Market Cap Menuju Rp1.000 Triliun, Reksadana Mana Punya Saham BBCA?

Sepanjang tahun berjalan hingga 2 Maret 2022, saham BBCA telah meroket 9,25 persen
Abdul Malik • 04 Mar 2022
cover

Aplikasi BCA yang diakses melalui telepon seluler. (Shutterstock)

Bareksa.com -  Nilai kapitalisasi pasar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menuju Rp1.000 triliun, merupakan yang pertama di Indonesia. 

Nilai kapitalisasi pasar (market cap) saham bank milik Grup Djarum tersebut kurang Rp17 triliun lagi tembus Rp1.000 triliun. Meski begitu, dilansir CNBC Indonesia, tampaknya saham BCA sampai ke level tersebut masih alot. Harga saham BBCA ditransaksikan di rentang Rp7.900 - Rp 8.025 pada perdagangan sesi I hari ini, Jumat (4/3/2022).

Pada penutupan perdagangan Rabu (2/3/2022) harga saham BBCA di level Rp7.975 setelah dibuka di level Rp8.225 per saham. 

Sebelumnya nilai kapitalisasi pasar BBCA sempat menembus Rp1.000 triliun dan menjadi saham pertama Indonesia yang mencapai nilai pasar tersebut. Market cap BBCA tembus Rp 1.000 triliun pada 13 Oktober 2021 lalu setelah perseroan resmi memecah nilai nominal sahamnya (stock split 1:5).

Pada perdagangan intraday saham BBCA sempat mencapai Rp 8.250 dan market capnya sempat tembus Rp1.017 triliun. Namun hal itu hanya sementara. Sebab setelah itu, penguatan harga saham BBCA terpangkas dan ditutup di level Rp7.525 per saham.

Sepanjang tahun berjalan hingga 2 Maret 2022, saham BBCA telah meroket 9,25 persen. 

Sumber : Bareksa

Dari sisi kinerja bank swasta terbesar Tanah Air ini membukukan laba bersih Rp31,4 Triliun sepanjang tahun 2021 atau tumbuh 15,8 persen secara tahunan. Kenaikan laba bersih BCA ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih 3,5 persen menjadi Rp 56,4 Triliun. Sedangkan pendapatan non bunga BCA mencapai Rp21 triliun, tumbuh 6 persen.

Reksadana dengan Portofolio Saham BBCA

Moncernya kinerja bisnis dan harga saham tentu berdampak positif bagi reksadana yang memiliki saham BBCA dalam portofolionya. 

Berdasarkan penelusuran Bareksa berdasarkan fund fact sheet (lembar fakta reksadana) per Januari 2022,  saham BBCA termasuk salah satu saham favorit manajer investasi. Tercatat ada 62 produk reksadana yang tersedia di Bareksa mengoleksi saham BBCA. 

Reksadana yang memiliki saham BCA dalam portofolionya di antaranya jenis reksadana saham, campuran hingga reksadana indeks atau index fund. Manajer investasi yang terbanyak mengoleksi saham BBCA adalah PT Schroder Investment Management Indonesia di mana 6 produk reksadananya memiliki saham BCA, 

Reksadana tersebut ialah Schroder 90 Plus Equity Fund, Schroder Dana Istimewa, Schroder Dana Prestasi, Schroder Dana Prestasi Plus, Schroder Dana Terpadu II, dan Schroder Dynamic Balanced Fund. 

Kemudian PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) juga banyak mengoleksi saham BCA, di mana ada 5 produk reksadananya yang menggenggam saham BBCA. Yakni Manulife Dana Campuran II, Manulife Dana Saham Kelas A, Manulife Dana Tumbuh Berimbang, Manulife Greater Indonesia Fund, dan Manulife Saham Andalan. 

Daftar selengkapnya 62 reksadana yang mengoleksi saham BBCA sebagaimana tertera dalam tabel berikut : 

Reksadana dengan Portofolio BBCA
Avrist Ada Saham Blue Safir
Avrist Equity - Cross Sectoral
Reksa Dana Indeks Avrist IDX30
Bahana Dana Prima
Bahana Trailblazer Fund
Batavia Dana Saham
Batavia Dana Saham Optimal
BNI-AM Inspiring Equity Fund
BNP Paribas Ekuitas
BNP Paribas Infrastruktur Plus
BNP Paribas Pesona
BNP Paribas Spektra
Reksa Dana Indeks BNP Paribas Sri Kehati
Reksa Dana Capital Optimal Equity
Rencana Cerdas
Danareksa Anggrek Fleksibel
Danareksa Mawar Konsumer 10 Kelas A
Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A
Eastspring Investments Value Discovery Kelas A
Majoris Saham Alokasi Dinamik Indonesia
Mandiri Investa Aktif
Mandiri Investa Cerdas Bangsa
Mandiri Investa Equity ASEAN 5 Plus
Manulife Dana Campuran II
Manulife Dana Saham Kelas A
Manulife Dana Tumbuh Berimbang
Manulife Greater Indonesia Fund
Manulife Saham Andalan
Maybank Dana Ekuitas
Mega Asset Greater Infrastructure
Mega Asset Maxima
Pinnacle Strategic Equity Fund
Principal Indo Domestic Equity Fund
Principal Smart Equity Fund
Principal Total Return Equity Fund
Reksa Dana Indeks Principal Index IDX30 Kelas O
Prospera Balance
Prospera Bijak
Prospera BUMN Growth Fund
Prospera Saham SMC
RHB Alpha Sector Rotation
RHB SRI KEHATI Index Fund
Schroder 90 Plus Equity Fund
Schroder Dana Istimewa
Schroder Dana Prestasi
Schroder Dana Prestasi Plus
Schroder Dana Terpadu II
Schroder Dynamic Balanced Fund
Sequis Equity Maxima
Simas Danamas Saham
Simas Saham Bertumbuh
Simas Saham Unggulan
Simas Satu
Simas Satu Prima
Syailendra Equity Opportunity Fund
TRAM Alpha
TRAM Consumption Plus Kelas A
TRAM Infrastructure Plus
TRIM Kapital
TRIM Kapital Plus
TRIM Kombinasi 2
UOBAM Indeks Bisnis 27

Sumber : fund fact sheet Januari 2022

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak  waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Romainah/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.