Sinarmas AM Targetkan Dana Kelolaan Rp33 Triliun di 2022, Rilis 3 Produk Baru

Pada 2021, dana kelolaan Sinarmas AM mencapai Rp30 triliun
Abdul Malik • 18 Jan 2022
cover

Jamial Salim Konpoi - Direktur PT Sinarmas Asset Management. (Bareksa)

Bareksa.com - PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM) menargetkan perolehan dana kelolaan (asset under management/AUM) tahun ini Rp33 triliun. Untuk mencapai target ini, perseroan tengah mempersiapkan sejumlah rencana, salah satunya meluncurkan produk reksadanabaru.

Direktur Sinarmas AM Jamial Salim mengatakan, pada 2021, dana kelolaan perseroan mencapai Rp30 triliun. Artinya, target dana kelolaan tahun ini bertambah Rp3 triliun dari realisasi 2021. 

Untuk mencapai target dana kelolaan tersebut, Sinarmas AM akan meluncurkan beberapa produk investasi baru."Kami akan meluncurkan reksadana pasar uang syariah (RDPU), reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dan kontrak pengelolaan dana (KPD),” ujar dia Selasa (18/1). 

Sepanjang 2021, produk Danamas Stabil, Danamas Rupiah Plus dan Danamas Dollar menjadi produk yang sangat digemari oleh para investor Sinarmas AM. Hal ini dikarenakan kinerja dari ketiga reksadanaini yang cukup baik.

Jamial menambahkan, Sinarmas AM terus melakukan inovasi untuk memberikan layanan terbaik kepada investor dengan melakukan berbagai program, seperti mengadakan webinar pengenalan industri pasar modal kepada investor dan calon investor.

“Sinarmas AM juga menawarkan produk baru kepada investor yang dapat menjadi alternatif investasi bagi para investor dan juga sebagai jalan bagi Sinarmas AM untuk terus memperluas distribution channel dan literasi keuangan digital,” ujar dia.

Sementara secara industri, Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) menargetkan dana kelolaan reksadana tahun ini bisa bertumbuh 10-15 persen. Sementara sampai akhir 2021, dana kelolaan reksa dana mencapai Rp579,96 triliun

Ketua Presidium Dewan APRDI Prihatmo Hari Mulyanto mengatakan, pertumbuhan dana kelolaan reksa dana tahun ini akan dipengaruhi oleh terkendalinya pandemi Covid-19 dan ekonomi dalam negeri yang sudah mulai pulih kembali. 

Kondisi tersebut tentu akan mendorong pertumbuhan pasar modal khususnya industri reksadana dan pengelolaan investasi. Di samping itu, informasi investasi reksa dana juga sangat berkembang dengan dukungan teknologi yang semakin masif.

“Kami memperkirakan pertumbuhan reksa dana akan terus meningkat secara jumlah dana kelolaan dan jumlah investornya mengingat potensinya yang masih sangat besar. Adapun dana kelolaan 2022 diharapkan pertumbuhannya bisa 10-15 persen,” ujar Prihatmo.

Sementara jenis reksadana yang akan berkembang pada 2022, menurut Prihatmo adalah produk dengan risiko rendah sampai dengan sedang untuk tujuan investasi jangka pendek, namun untuk jangka panjang tentu reksadana saham akan lebih optimal.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.