Tumbuh Lampaui Industri, Ini Penopang Kelolaan Sinarmas AM di Kuartal I 2021

Pertumbuhan dana kelolaan Sinarmas Asset Management berasal dari 10 produk reksadana dan produk Dana Investasi Real Estate
Abdul Malik • 15 Apr 2021
cover

Pegawai PT Sinarmas Asset Management sedang memberikan penjelasan kepada nasabah yang ingin berinvestasi dan melakukan transaksi reksadana di stan PT Sinarmas Asset Management dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2019 di Jakarta (24/08/2019) (Bareksa/AM)

Bareksa.com - PT Sinarmas Asset Management (SAM) mencatat dana kelolaan (asset under management/AUM) Rp30,81 triliun hingga kuartal I 2021. Nilai ini meningkat 3,7 persen dari Februari 2021 yang mencapai Rp26,69 triliun.

Head of Marketing Communication Sinarmas Asset Management Reney Mosal menjelaskan, pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan industri reksadana.

Per kuartal I 2021, OJK mencatat, dana kelolaan industri reksadana menurun 0,8 persen menjadi Rp565,87 triliun dari Februari 2021 yang mencapai Rp570,79 triliun. Dana kelolaan pada Maret 2021 ini juga lebih rendah dari pencapaian Januari 2021 yang sebesar Rp571,26 triliun.

Adapun pertumbuhan dana kelolaan Sinarmas Asset Management berasal dari 10 produk reksadana dan produk Dana Investasi Real Estate (DIRE). Reney menyebutkan, 10 produk reksadana perseroan membukukan NAB Rp20,2 triliun per 31 Maret.

Produk tersebut adalah Reksa Dana Indeks Simas ETF IDX30, Danamas Fleksi, Danamas Pasti, Danamas Rupiah, Danamas Rupiah Plus, Danamas Rupiah PLUS, Danamas Stabil, Reksa Dana Simas Pendapatan Tetap Andalan, Reksa Dana Indeks Simas IDX30, Reksa Dana Indeks Simas Sri Kehati dan Reksa Dana Pendapatan Tetap Sinarmas Hidup Sejahtera.

Sementara sisa dana kelolaan Sinarmas AM lainnya berasal dari DIRE yang mencapai Rp10,4 triliun. Dana kelolaan DIRE ini berkontribusi signifikan terhadap industri secara keseluruhan. Sebagai informasi, total nilai kelolaan DIRE secara industri per Februari 2021 mencapai Rp11,66 triliun.

Memasuki kuartal II 2021, Sinarmas AM optimistis perekonomian lebih menggeliat. "Sejalan dengan optimisme pemerintah bahwa ekonomi kuartal II 2021 bisa bertumbuh antara 7 persen hingga 8 persen secara year on year (yoy), investasi pun akan mengikuti termasuk reksadana," ungkapnya Rabu (14/4).

Kelolaan Reksadana Awal April Naik

Sementara itu, secara industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dana kelolaan industri reksadana hingga 7 April 2021 mencapai Rp578,13 triliun. Nilai ini meningkat 0,18 persen dibandingkan akhir 2020 yang mencapai Rp573,54 triliun.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Yunita Linda Sari menjelaskan, pertumbuhan dana kelolaan tersebut seiring dengan pertumbuhan jumlah produk reksa dana. "Hingga 7 April 2021, jumlah produk reksadana mencapai 2.244 produk atau bertambah 1,26 persen dari akhir 2020 yang mencapai 2.219 produk," jelas Yunita.

Adapun produk reksadana tersebut paling banyak berupa reksa dana terproteksi sebanyak 867 produk, reksadana pendapatan tetap sebanyak 320 produk, reksadana saham sebanyak 272 produk, reksadana pasar uang sebanyak 201 produk, dan reksa dana campuran sebanyak 196 produk. Sementara sisanya adalah reksa dana syariah, reksadana indeks dan exchange traded fund (ETF).

Pertumbuhan dana kelolaan juga ditopang oleh pertumbuhan investor individu (single investor identification/SID). Per Februari 2021, OJK mencatat jumlah investor mencapai 4,51 juta orang.

Dari jumlah tersebut, investor reksadana berkontribusi paling banyak sejumlah 3,82 juta orang atau bertumbuh 20,49 persen dari akhir 2020. Sementara investor saham mencapai 2,05 juta orang dan investor SBN sebanyak 497,06 ribu orang.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.