Saham Adaro Diburu Investor, 14 Reksadana Punya Portofolionya

Saham ADRO menempati peringkat keempat saham yang paling banyak ditransaksikan pada perdagangan kemarin dengan nilai Rp373,76 miliar
Abdul Malik • 22 Dec 2021
cover

Petugas memantau heavy dump truck yang menurunkan batubara di kawasan tambang batubara milik Adaro, Tabalong, Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bareksa.com - Di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat terbatas 0,1 persen pada perdagangan Selasa (21/12/2021), harga saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mampu menguat lebih tinggi tepatnya 3,41 persen ke level Rp2.120 per saham.

Selain itu, saham ADRO juga menempati peringkat keempat saham yang paling banyak ditransaksikan pada perdagangan kemarin dengan nilai Rp373,76 miliar.

Menurut analisis Bareksa, saham emiten pertambangan ini mendapatkan perhatian pelaku pasar disebabkan sentimen positif terkait rencana pembagian dividen interim senilai US$350 juta atau sekitar Rp 5 triliun (estimasi kurs Rp14.300 per dolar AS).

Manajemen ADRO dalam keterbukaan informasi menyebutkan, rapat dewan komisaris dan direksi Adaro Energy pada 20 Desember 2021 telah
menyetujui pembagian dividen interim tahun buku 2021 senilai US$350 juta.

ADRO per September 2021 membukukan pendapatan usaha US$2,57 miliar atau sekitar Rp 36,7 triliun (estimasi kurs Rp 14.285,7 per dolar
AS). Pendapatan ADRO naik 31 persen year on year (yoy) dari sebelumnya US$1,95 miliar per September 2020.

Adaro mencatatkan laba bersih US$420,9 juta per September 2021 atau setara Rp6,01 triliun. Laba bersih tersebut naik 284,81 persen yoy dari
sebelumnya US$109,38 juta.

Berikut jadwal rencana pembagian dividen interim Adaro Energy dari tahun buku 2021.

· Rapat direksi dan dewan komisaris : 20 Desember 2021
· Pengumuman jadwal dan tata cara pembagian dividen interim di situs web Bursa Efek Indonesia, dan situs web Perseroan : 21 Desember 2021
· Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas dividen tunai interim (record date) : 3 Januari 2022
· Pengumuman kurs konversi (dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia) di situs web Bursa Efek Indonesia, dan situs web perseroan : 3
Januari 2022
· Pasar reguler dan negosiasi : cum dividen : 29 Desember 2021 ex dividen : 30 Desember 2021
· Pasar tunai : cum dividen : 3 Januari 2022 ex dividen : 4 Januari 2022
· Pembagian dividen tnterim 14 Januari 2022

Dividen interim Adaro akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya  tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) perseroan pada tanggal record date sampai dengan pukul 16:00 WIB.

Pembagian dividen interim kepada pemegang saham Adaro akan dilakukan dalam mata uang rupiah dengan mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia pada 3 Januari 2022 sebagai kurs konversi.

"Adaro akan mengumumkan kurs konversi tersebut melalui situs web Bursa Efek Indonesia dan situs web Perseroan pada 3 Januari 2022," papar manajemen Adaro.

Sehubungan dengan masih berlangsungnya aksi korporasi pembelian kembali saham PT Adaro Energy Tbk, nilai dividen per saham akan diumumkan pada saat record date.

Reksadana dengan Underlying Asset Saham ADRO

Melihat adanya sentimen positif terhadap saham ADRO, maka menarik untuk mengetahui kira-kira produk reksadana apa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya.

Berikut beberapa produk reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham ADRO sebagai underlying asset dalam portofolionya.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet yang ada, setidaknya terdapat 14 produk reksadana yang tercatat memiliki saham ADRO dalam portofolionya. Jenis produk reksadana tersebut terdiri dari reksadana saham dan reksadana campuran.

Reksadana tersebut di antaranya Batavia Dana Saham Syariah, BNP Paribas Solaris, Manulife Saham SMC Plus, Pinnacle Strategic Equity Fund, Prospera Saham SMC, Schroder Dana Istimewa, Sucorinvest Equity Fund, hingga Syailendra Equity Opportunity Fund. Daftar selengkapnya sebagaimana tertera dalam tabel.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.