Ini Manajer Investasi Juara Pertumbuhan Kelolaan Reksadana Syariah November 2021

Sucor AM, Avrist dan Majoris AM tercatat sebagai manajer investasi dengan kenaikan dana kelolaan reksadana syariah tertinggi
Hanum Kusuma Dewi • 10 Dec 2021
cover

Ilustrasi seorang investor yang berinvestasi di reksadana syariahsecara online melalui smartphone. (Shutterstock)

Bareksa.com- Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report November 2021 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan reksadana syariah per November 2021 mencatatkan pertumbuhan positif untuk dana kelolaan (asset under management/AUM) dan unit penyertaan secara bulanan/MoM. 

Meskipun demikian, dana kelolaan maupun unit penyertaan sepanjang tahun berjalan/YtD dan tahunan/YoY masih mengalami koreksi. Namun, koreksi pertumbuhannya tidak sebesar bulan sebelumnya. 

Dana kelolaan reksadana syariah pada bulan lalu tercatat Rp43,12 triliun, tumbuh 4 persen secara bulanan (MoM). Bila dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu, dana kelolaan reksadana syariah terkoreksi 42 persen sepanjang tahun berjalan/YtD dan minus 42 persen secara tahunan/YoY. 

Sebelumnya pada Oktober, September, Agustus, dan Juli 2021, dana kelolaan reksadana syariah masing-masing tercatat Rp41,4 triliun, Rp41,76 triliun, Rp40,15 triliun dan Rp40,56 triliun.

Dari sisi unit penyertaan, jumlah unit penyertaan reksadana syariah sebanyak 27,94 miliar unit per akhir November 2021. Angka tersebut naik 4 persen secara bulanan. 

Namun, jumlah unit penyertaan reksadana syariah per akhir bulan lalu terkoreksi 56 persen secara YtD dan minus 57 persen secara YoY. Sebelumnya pada Oktober, September, Agustus, dan Juli 2021, masing-masing tercatat 26,98 miliar unit, 27,69 miliar unit, 27,49 miliar unit, dan 26,83 miliar unit.

Jawara Kenaikan Kelolaan Reksadana Syariah

Meski reksadana syariah terkoreksi baik dari sisi dana kelolaan dan unit penyertaan secara YtD dan YoY, masih ada manajer investasi (MI) yang membukukan lonjakan dana kelolaan reksadana syariah secara MoM, YtD, dan YoY. Manajer investasi dengan lonjakan tertinggi dana kelolaan reksadana syariah November 2021, yakni :

1. Majoris Asset Management

Majoris AM tercatat sebagai manajer investasi yang mengalami pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah terbesar secara bulanan/MoM, yakni 130 persen. Dana kelolaan reksadana syariah Majoris AM pada bulan lalu Rp862,08 miliar.

Bulan lalu, Majoris AM menempati posisi ke-15 dari daftar top 20 manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar November 2021.

2. Avrist Asset Management

Menyusul Majoris AM, secara MoM ada pula Avrist AM yang dana kelolaan reksadana syariahnya tumbuh hingga 107 persen. Avrist berada di posisi ke-13 AUM reksadana syariah dengan dana kelolaan Rp946,08 miliar.

3. Sucor Asset Management

Sementara itu Sucor Asset Management kembali tercatat sebagai manajer investasi dengan kenaikan dana kelolaan reksadana syariah tertinggi sepanjang tahun berjalan/YtD dan tahunan/YoY, masing-masing mencapai 94 persen dan 150 persen.

Dana kelolaan reksadana syariah Sucorinvest pada bulan lalu Rp3,29 triliun. Sucorinvest menempati posisi ke-3 dalam top 20 manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar November 2021.

Top 20 MI Dana Kelolaan Reksadana Syariah Terbesar November 2021

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report November 2021

Artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report November 2021. Untuk berlangganan laporan ini silahkan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

Baca Juga : Investasi Reksadana di Bareksa dapat OVO Poin dan Voucher GrabFood

(Martina Priyanti/Tim Data/HM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.