Reksadana Pasar Uang Paling Pas untuk Investasi Jangka Pendek

Reksadana pasar uang banyak dipilih investor pemula, maupun bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi investasi
Hanum Kusuma Dewi • 23 Nov 2021
cover

Ilustrasi menyiapkan dana darurat dengan investasi di reksadana pasar uang. (Shutterstock)

Bareksa.com - Ingin investasi untuk rencana jangka pendek sekitar satu tahun? Jika iya, reksadana pasar uang nampaknya paling pas nan aman sebagai salah satu instrumen investasi yang dapat dipilih.

Cara Kerja Reksadana Pasar Uang

Melansir laman resmi Schroders, reksadana pasar uang adalah reksadana yang dana kelolaannya diinvestasikan seluruhnya di instrumen pasar uang, deposito berjangka atau obligasi yang diterbitkan dengan jangka waktu 1 tahun atau obligasi yang sisa jatuh temponya kurang dari 1 tahun. Misalnya, deposito berjangka, sertifikat deposito (negotiable certificates of deposit), surat berharga pasar uang, surat pengakuan utang, sertifikat Bank Indonesia, surat berharga komersial (commercial paper) yang telah diperingkat oleh perusahaan pemeringkat efek, obligasi yang jatuh temponya kurang dari 1 (satu) tahun dan instrumen pasar uang lainnya.

Umumnya, reksadana pasar uang memberikan potensi pengembalian investasi yang lebih tinggi dari deposito dan tabungan. Mengapa isinya sama-sama deposito tetapi reksadana pasar uang berpotensi lebih untung?

Reksadana Pasar Uang vs Deposito

Jika kita sebagai individu menabung atau membuka deposito bank, pastikan mesti memiliki saldo minimal yang dipersyaratkan oleh bank. Katakan saldo minimal Rp100 juta, berlaku untuk suku bunga misalnya 5 persen per tahun. Sementara itu, jika saldo kita misal hanya Rp50 juta, belum tentu bisa mendapatkan tingkat bunga yang sama.

Di sisi lain manajer investasi yang mengelola reksadana lalu menginvestasikannya ke dalam deposito bank, tentu bisa mendapatkan bunga berbeda dibandingkan individu dikarenakan dana kelolaanya yang besar. Makanya, imbal hasil reksadana pasar uang bisa lebih tinggi dibandingkan dengan deposito bank.

Reksadana pasar uang juga bisa berinvestasi di efek surat utang atau obligasi. Biasanya, kupon atau imbal hasil obligasi ini juga bisa lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito. Alhasil, hal tersebut juga bisa mendorong keuntungan reksadana pasar uang.

Untuk Investor Pemula hingga Diversifikasi Investasi

Banyak kalangan menilai reksadana pasar uang dinilai sangat sesuai untuk investor pemula yang ingin berinvestasi di reksadana. Alasannya karena belum memiliki pengalaman dan pengetahuan investasi pasar modal dan yang baru saja beralih dari produk tabungan atau deposito.

Anda yang memiliki profil risiko konservatif atau yang memiliki tujuan investasi jangka pendek, bisa melirik reksadana pasar uang. Reksadana pasar uang sifatnya likuid alias mudah dicairkan, sehingga cocok untuk kebutuhan dana darurat (emergency fund). 

Reksadana pasar uang juga dinilai sering dijadikan sebagai pilihan investasi oleh investor dengan profil risiko yang lebih tinggi. Maksudnya, sebagai diversifikasi portofolio investasi atau ketika pasar saham atau obligasi mengalami ketidakpastian.

Hanya saja tetap perlu diingat, reksadana pasar uang merupakan produk pasar modal, bukan produk perbankan jadi tidak dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Meski begitu, pengelolaan reksadana pasar uang di Indonesia diawasi dan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pertumbuhan Reksadana di Industri

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report October 2021 yang mengolah data OJK menyebutkan reksadana pasar uang kembali membukukan pertumbuhan positif baik dari sisi dana kelolaan maupun jumlah unit penyertaan.

Dari sisi dana kelolaan, reksadana pasar uang tercatat alami pertumbuhan terbesar dibandingkan reksadana jenis lainnya untuk periode sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD). Secara YtD, kelolaan reksadana pasar uang pada September 2021 naik 14,26 persen menjadi Rp107,96 triliun.

Di sisi lain pada bulan lalu, jumlah unit penyertaan reksadana pasar uang tumbuh 11,18 persen secara YtD, naik 3 persen secara bulanan/MoM, dan melonjak 15 persen secara YoY. Unit penyertaan reksadana pasar uang pada bulan lalu 75,42 miliar unit.


Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report October 2021

Melansir Bisnis Indonesia, Infovesta menyebutkan, melihat secara kinerja maupun dana kelolaan serta unit penyertaan pada instrumen pasar uang masih tercatat positif, maka dinilai instrumen ini pas digunakan sebagai medium investasi jangka pendek mengingat instrumen ini memang kerap digunakan sebagai wadah untuk memarkir dana.

Lebih lanjut, dengan kinerjanya yang masih positif dan sifat instrumennya yang minim risiko, reksadana pasar uang dinilai aman dalam menempatkan investasi dalam jangka waktu pendek atau kurang dari satu tahun.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report October 2021. Untuk berlangganan laporan ini silahkan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

(Martina Priyanti/Tim Data/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.