Top 5 MI Kenaikan Dana Kelolaan Reksadana Tertinggi Oktober 2021

BNI Asset Management menjadi MI dengan lonjakan AUM tertinggi yang mencapai Rp2,65 triliun
Abdul Malik • 11 Nov 2021
cover

Ilustrasi top 5 manajer investasi juara lonjakan dana kelolaan atau dana kelolaan terbesar, serta top 5 reksadana imbalan tertinggi dan dana kelolaan terbesar. (Shutterstock)

Bareksa.com - Mengakhiri Oktober 2021, industri reksadana Tanah Air berhasil melanjutkan tren kenaikan bulanan untuk keempat kalinya secara beruntun dalam hal total dana kelolaan (asset under management/AUM).

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Oktober 2021 AUM industri reksadana di Indonesia tercatat Rp558,17 triliun, naik Rp6,4 triliun (1,16 persen) dari posisi per September 2021 yang senilai Rp551,76 triliun.

Namun di sisi lain, kenaikan AUM reksadana yang terjadi pada bulan lalu ternyata tidak diikuti dengan masuknya sebagian besar pelaku pasar, di mana mereka cenderung mengurangi kepemilikan reksadananya.

Hal tersebut terlihat dari penurunan unit penyertaan reksadana dari sebelumnya 409,81 miliar unit per September 2021, menjadi 408,87 miliar unit penyertaan per Oktober 2021.

Sepanjang bulan lalu terdapat penurunan unit penyertaan reksadana yang mencapai 946,36 juta atau sekitar -0,23 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

5 MI dengan kenaikan AUM reksadana tertinggi Oktober 2021

Kinerja AUM industri yang mengalami peningkatan, tentu didorong oleh naiknya AUM reksadana dari para pemain di dalamnya.

Berikut 5 manajer investasi (MI) dengan kenaikan AUM reksadana tertinggi pada bulan lalu :

No

Manajer Investasi

AUM Sep-21

AUM Okt-21

Perubahan

1

BNI Asset Management, PT

 20.85

 23.50

 2.65

2

Sucorinvest Asset Management, PT

 20.74

 23.07

 2.34

3

Surya Timur Alam Raya, PT

 2.13

 3.85

 1.72

4

Danareksa Investment Management, PT

 29.17

 30.14

 0.97

5

Sinarmas Asset Management, PT

 20.78

 21.53

 0.75

Sumber: OJK, diolah Bareksa;Nominal dalam Rp Triliun

Berdasarkan tabel tersebur, dapat dilihat PT BNI Asset Management menjadi MI dengan lonjakan AUM reksadana tertinggi yang mencapai Rp2,65 triliun. Capaian tersebut terutama ditopang oleh produk BNI-AM Proteksi Sunflower (jenis terproteksi) yang baru diluncurukan pada 28 Oktober lalu dengan AUM Rp2,28 triliun.

Di sisi lain, kelima MI tersebut juga memiliki produk-produk yang dijual di Bareksa dengan rincian :

· BNI AM sebanyak 4 produk
· Sucorinvest AM sebanyak 8 produk
· Surya Timur AM sebanyak 2 produk
· Danareksa IM sebanyak 3 produk
· Sinarmas AM sebanyak 8 produk

Peningkatan AUM reksadana yang diraih oleh para MI dapat dijadikan gambaran bahwa investor memiliki kepercayaan di mana reksadana yang dikelola oleh MI yang bersangkutan memiliki reputasi yang baik dalam mengelola dana milik investornya.

Hal tersebut tentu dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi investor yang ingin membeli produk suatu reksadana.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.