Bareksa Update : Pasar Saham Sumringah, Prospek Reksadana Ini Cerah

Aliran dana masuk investor asing kembali membanjiri pasar saham nasional Rp3.4 triliun dalam sehari kemarin
Abdul Malik • 07 Oct 2021
cover

Ilustrasi pasar saham yang sumringah dan penguatan terbatas pasar obligasi turut mendongkrak kinerja reksadana saham, reksadana indeks dan reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Bareksa.com - Tren penguatan harga komoditas, pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), serta kenaikan tingkat vaksinasi mendorong optimisme investor terhadap potensi pemulihan ekonomi Indonesia.

Aliran dana masuk (inflow) investor asing kembali membanjiri pasar saham nasional (Indeks Harga Saham Gabungan/IHSG) Rp3.4 triliun dalam sehari, terutama ke saham berkapitalisasi besar yang dinilai murah.

IHSG pada 06 Oktober 2021 melonjak 2,06 persen ke level 6.417,32, atau menembus level psikologis di atas 6.400. Hal ini turut menopang kenaikan signifikan kinerja mayoritas reksadana saham dan reksadana indeks.

Sementara itu, pasar obligasi masih cenderung bergerak stagnan dengan penguatan terbatas pada sejumlah harga obligasi pemerintah tenor panjang dan mendorong kenaikan kinerja reksadana pendapatan tetap berbasis Surat Berharga Negara (SBN).

Menurut analisis Bareksa, investor masih menanti keputusan dari pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengatasi potensi gagal bayar hutang di Negara Adidaya tersebut.

Dari dalam negeri, hari ini akan dirilis nilai cadangan devisa Indonesia per September 2021 yang diproyeksikan masih di level tinggi dan mampu menopang stabilitas ekonomi.

Di tengah sumringahnya pasar saham dan penguatan terbatas pasar obligasi, reksadana saham dan reksadana indeks berbasis saham big caps ikut membukukan kinerja mantul.

Beberapa reksadana pendapatan tetap juga masih mampu mencatatkan kinerja unggul di tengah sentimen gagal bayar pemerintah Negeri Abang Sam.

Investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa mempertimbangkan beberapa reksadana saham, reksadana indeks dan reksadana pendapatan tetap yang membukukan kinerja unggul tersebut.

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 9 Oktober 2021) :

Reksadana Saham

BNI-AM Inspiring Equity Fund : 17,98 persen
Schroder Dana Prestasi Plus: 5,77 persen

Reksadana Indeks

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund : 24,01 persen
RHB SRI KEHATI Index Fund : 16,55 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : 7,26 persen
Bahana Mes Syariah Fund Kelas G : 6,68 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu ya!

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.