Bareksa Update : Sentimen The Fed dan Evergrande Mereda, Reksadana Ini Cemerlang

Mayoritas sektor saham di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan kemarin menguat, seiring masuknya aliran dana asing sekitar Rp400 miliar
Abdul Malik • 23 Sep 2021
cover

Ilustrasi gedung kantor Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed. Sentimen kebijakan The Fed membayangi pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia sehingga berpengaruh pada kinerja IHSG, pasar SBN dan reksadana. (Shutterstock)

Bareksa.com - Meredanya isu pailit perusahaan properti di China, Evergrande mendorong kenaikan indeks saham global, termasuk Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 22 September 2021 naik 0,78 persen ke level 6.108,27.

Mayoritas sektor saham di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan kemarin menguat, seiring masuknya aliran dana asing sekitar Rp400 miliar, terutama ke sejumlah saham perbankan.

Berkurangnya isu eksternal serta meningkatnya prospek pertumbuhan ekonomi dalam negeri mendorong optimisme investor. Hal ini turut menopang kenaikan mayoritas reksadana saham dan reksadana indeks.

Sementara itu, sejumlah reksadana pendapatan tetap masih cenderung bergerak stagnan dengan kenaikan terbatas. Investor masih mencermati hasil rapat The Fed atau Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dirilis pagi ini dan menunjukkan hasil sesuai perkiraan.

Meskipun rencana pengetatan kebijakan moneter The Fed kemungkinan terjadi pada November 2021, namun tingkat suku bunga acuan AS tahun ini akan tetap berada di level rendah. Hal ini turut menjadi sentimen positif untuk pasar keuangan Indonesia, karena ketidakpastian isu global semakin berkurang.

Rencana The Fed untuk mengurangi program pembelian kembali obligasi pemerintah Negeri Abang Sam dari pasar (tapering off) seiring prospek pemulihan ekonomi negara itu pasca dihantam pandemi Covid-19.

Berdasarkan data id.investing.com (diakses 22/09/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 6,2 persen, pada 22 September 2021.

Seiring meredanya sentimen The Fed dan isu pailit Evergrande terhadap pasar modal nasional, investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa mempertimbangkan beberaka produk reksadana saham, reksadana indeks dan reksadana pendapatan tetap yang membukukan kinerja cemerlang berikut ini :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 22 September 2021)

Reksadana Saham

Eastspring Investments Value Discovery Kelas A : 31,94 persen
BNP Paribas Solaris : 23,34 persen

Reksadana Indeks

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund : 12,36 persen
RHB SRI KEHATI Index Fund : 7,92 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 12,4 persen
Sucorinvest Stable Fund : 9,32 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, selalu sesuaikan dengan tujuan investasi, jangka waktu investasi serta profil risiko kamu ya!

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.