Reksadana Jadi Aset Terbesar Asuransi Jiwa per Juli 2021, Begini Datanya

Jumlah investasi asuransi jiwa di Indonesia mencapai Rp490,81 triliun per Juli 2021, meningkat Rp9,15 triliun dibandingkan Desember 2020
Abdul Malik • 21 Sep 2021
cover

Ilustrasi industrasi asuransi jiwa yang berinvestasi di reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Di tengah pasar keuangan yang masih dibayangi berbagai ketidakpastian, industri asuransi jiwa masih mampu menorehkan pertumbuhan jumlah investasi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investasi asuransi jiwa di Indonesia mencapai Rp490,81 triliun per Juli 2021. Nilai tersebut meningkat Rp9,15 triliun (1,9 persen) dibandingkan dengan posisi Desember 2020 yang sebesar Rp481,66 triliun.

Dari jumlah investasi Rp490,81 triliun per Juli 2021 tersebut, reksadana, saham , dan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi jenis aset yang menjadi favorit bagi asuransi jiwa dengan porsi mencapai double digit.

Reksadana menjadi aset yang paling banyak dikoleksi oleh asuransi jiwa dengan nilai Rp164,76 triliun atau setara 33,57 persen dari jumlah investasi.

Akun

Juli 2021

(Dalam Rp Juta)

Porsi

Deposito Berjangka

28,752,759

5.86%

Sertifikat Deposito

-

0.00%

Saham

136,640,583

27.84%

Obligasi Korporasi

26,768,086

5.45%

MTN

11,011,591

2.24%

Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara RI

91,957,636

18.74%

Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara Selain Negara RI

579

0.00%

Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Bank Indonesia

-

0.00%

Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Lembaga Multinasional

-

0.00%

Reksa Dana

164,756,682

33.57%

Efek Beragun Aset

369,000

0.08%

Dana Investasi Real Estat

13,084

0.00%

REPO

-

0.00%

Penyertaan Langsung

10,973,164

2.24%

Tanah, Bangunan dengan Hak Strata, atau Tanah dengan Bangunan, untuk Investasi

15,271,320

3.11%

Pembiayaan Melalui Kerjasama dengan Pihak Lain (Executing)

367,901

0.07%

Emas Murni

-

0.00%

Pinjaman yang Dijamin dengan Hak Tanggungan

131,865

0.03%

Pinjaman Polis*

2,139,604

0.44%

Obligasi Daerah**

-

0.00%

Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif **

252,724

0.05%

Investasi Lain

1,406,304

0.29%

Jumlah Investasi

490,812,880

100.00%

Sumber: OJK, diolah Bareksa

Berikutnya di urutan kedua terbesar ditempati oleh aset saham dengan nilai Rp136,64 triliun (27,84 persen), disusul oleh SBN di peringkat ketiga dengan nilai Rp91,96 triliun (18,74 persen).

Alhasil, jika ketiga jenis aset tersebut ditotal sudah menyumbang lebih dari 50 persen dari total jumlah investasi, tepatnya Rp393,35 triliun (80,14 persen).

Selain aset-aset tersebut, kepemilikan asuransi jiwa pada aset-aset lain nilainya di bawah 6 persen, atau tepatnya bisa dilihat pada tabel tersebut.

Asuransi jiwa adalah salah satu layanan asuransi yang digunakan untuk perlindungan terhadap dampak kerugian finansial atau hilangnya pendapatan seseorang atau keluarga karena adanya kematian anggota keluarga (tertanggung) yang sebelumnya merupakan tulang punggung bagi keluarga tersebut.

Secara sederhana asuransi jiwa adalah jenis asuransi yang bertujuan untuk menanggung seseorang atau keluarga terhadap kerugian finansial yang tidak terduga lantaran tertanggung meninggal dunia.

(KA01/Arief Budiman/AM)

​​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.