Indeks Naik 6 Hari Beruntun, Reksadana Saham Dominasi Imbalan Tertinggi

Sebelumnya IHSG sempat menyentuh level terendahnya di 5.763,63 pada Senin (24/5/2021) lalu
Abdul Malik • 04 Jun 2021
cover

Ilustrasi pergerakan pasar saham yakni Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berdampak pada kinerja reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Bursa saham Tanah Air kembali melanjutkan tren positifnya pada perdagangan Kamis (3/6/2021) dengan kenaikan yang sangat meyakinkan. Menutup perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melesat 0,99 persen ke level 6.091,51.

Penguatan tersebut menjadikan IHSG sudah mengalami kenaikan beruntun selama 6 hari perdagangan terakhir, di mana sebelumnya IHSG sempat menyentuh level terendahnya di 5.763,63 pada Senin (24/5/2021) lalu.

Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup ramai dengan nilai transaksi yang menyentuh Rp12,67 triliun. Di sisi lain, investor asing terlihat “asik” memborong saham yang tercermin dari adanya aksi beli bersih (net foreign buy) senilai Rp888,85 miliar di pasar reguler.

Adapun yang menjadi perhatian pelaku pasar kemarin mengenai data tenaga kerja Amerika Serikat (AS). Maklum saja, data tenaga kerja merupakan salah satu indikator bagi Bank Sentral AS (The Fed) dalam menetapkan kebijakan moneter, selain inflasi.

Inflasi di AS sudah melesat naik. Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (28/5/2021) lalu melaporkan data inflasi berdasarkan personal consumption expenditure (PCE). Data tersebut merupakan inflasi acuan The Fed.

Inflasi PCE inti dilaporkan tumbuh 3,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy) di bulan April, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya 1,8 persen yoy.

Rilis tersebut juga lebih tinggi ketimbang hasil survei Reuters terhadap para ekonom yang memprediksi kenaikan 2,9 persen. Selain itu, rilis tersebut juga merupakan yang tertinggi sejak Juli 1992, nyaris 30 tahun terakhir.

Setelah inflasi, jika data tenaga kerja AS juga menunjukkan perbaikan yang signifikan, maka ekspektasi The Fed akan segera mengetatkan kebijakan moneternya akan kembali muncul.

Reksadana Saham Dominasi Return Harian

Kondisi pasar saham Indonesia yang berhasil menguat pada perdagangan kemarin, secara umum turut mendorong kinerja reksadana saham yang memang mengalokasikan sedikitnya 80 persen portofolionya ke dalam aset berupa ekuitas tersebut.

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana saham dan indeks reksadana saham syariah kompak mencatatkan kenaikan masing-masing 0,73 persen dan 0,28 persen.

Sumber: Bareksa

Kondisi tersebut membuat beberapa reksadana saham yang tersedia di Bareksa mendominasi kinerja positif pada perdagangan kemarin.

Berdasarkan top 10 imbal hasil (return) pada perdagangan kemarin, 7 di antaranya ditempati oleh produk reksadana saham, dan 3 produk lainnya ditempati oleh produk reksadana indeks & ETF yang memang merupakan cerminan indeks saham tertentu.

Sumber: Bareksa

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Maka dari itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang (>5 tahun). Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.