Kenaikan Laba Kuartal I Dongkrak Saham BCA, Jadi Portofolio 6 Reksadana Ini

Laba PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik sekitar 7 persen secara tahunan pada kuartal I 2021 menjadi Rp7,04 triliun
Abdul Malik • 26 Apr 2021
cover

Aplikasi BCA yang diakses melalui telepon seluler. (Shutterstock)

Bareksa.com - Dalam sepekan lalu atau yang merupakan pekan ketiga April 2021, sektor barang baku dan keuangan yang melemah masing-masing 3,49 persen dan 1,3 persen menekan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekitar 1,14 pesen ke level 6,016.86. Investor asing melakukan aksi jual di pasar saham sekitar Rp1.09 triliun.

Imbal hasil Obligasi Pemerintah 10 tahun turun ke level 6,48 persen pada pekan lalu dari pekan sebelumnya di 6,51 persen didorong pembelian oleh investor asing pada SBN sekitar Rp6.52 triliun pada pekan lalu (22/04).

Laba PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik sekitar 7 persen secara tahunan (YoY) pada kuartal I 2021 menjadi Rp7,04 triliun. Hal ini mendongkrak kenaikan harga saham bank BCA pada akhir pekan lalu (23/04) sekitar 2,81 persen ke level Rp31.950 per saham.

Sejak awal tahun, kinerja saham BBCA masih lebih rendah dibandingkan beberapa saham bank besar lainnya dengan penurunan sepanjang tahun berjalan (YtD) 5,61 persen. Sehingga, perbaikan kinerja keuangan tersebut dapat menjadi sentimen positif untuk kinerja saham bank BCA.

Grafik Saham Perbankan YtD (30 Dec 2020 – 23 April 2021)

Sumber: Bareksa

Menurut analisis Bareksa, proyeksi kinerja IHSG, obligasi pemerintah 10 tahun dan reksadana sepanjang pekan ini atau pekan keempat April 2021 adalah sebagai berikut :

1. IHSG diproyeksikan masih akan bergerak sideways (mendatar) dengan penguatan terbatas di kisaran level 5.950 – 6.125, didorong sentimen positif dari S&P yang mempertahankan peringkat utang Indonesia pada BBB, mengindikasikan prosek pertumbuhan ekonomi yang kuat.

2. Sementara itu, tingkat suku bunga acuan yang dipertahankan di level 3.5 persen turut menjadi sentimen positif untuk reksadana pendapatan tetap. Imbal hasil Obligasi Pemerintah 10 tahun diperkirakan bergerak di rentang 6,4 – 6,6 persen menanti rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia di awal Mei 2021 serta rapat bank sentral The Fed pekan ini yang dapat menentukan arah pertumbuhan inflasi Amerika.

3. Pekan ini akan mulai dirilis kinerja keuangan kuartal I 2021 dari perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Sehingga investor dapat memperhatikan hasil rilis tersebut, yang diproyeksikan akan mempengaruhi pergerakan reksadana saham, indeks, maupun campuran.

Berdasarkan produk reksadana yang tersedia di Bareksa, sedikitnya ada 6 produk reksadana yang di dalamnya memiliki saham BCA dalam portofolionya berdasarkan fund fact sheet Maret 2021. 

Enam produk reksadana tersebut adalah sebagaimana tertera dalam tabel berikut (kecuali reksadana pendapatan tetap) :

Sumber: Bareksa, Fund Fact Sheet Maret 2021
*Produk Reksa Dana Saham dan Campuran memiliki saham BBCA

​(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.