Indeks Saham Kembali Memerah, Namun Dua Reksadana Ini Justru Melesat

Menariknya, terdapat 2 produk reksadana saham yang justru berhasil menempati jajaran teratas imbal hasil tertinggi
Abdul Malik • 22 Apr 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana dana SBN yang terus bertumbuh di tengah tekanan pasar. (Shutterstock)

Bareksa.com - ​Menutup perdagangan hari ketiga di pekan ini, bursa saham Tanah Air tampak masih belum bosan berkutat di zona merah, bahkan mengakhiri perdagangan kemarin di bawah level psikologis 6.000.

Pada perdagangan Rabu (21/4/2021), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,75 persen ke level 5.993,24. Di sisi lain, investor asing juga terlihat mencatatkan aksi jual yang cukup masif yang tercermin dari nilai penjual bersih (net foreign sell) yang mencapai Rp577,63 miliar di pasar reguler.

Minimnya sentimen positif yang ada memang membuat IHSG tampak kekurangan tenaga untuk melaju di zona hijau. Kemudian nilai transaksi bursa juga cenderung sangat kecil pada perdagangan kemarin, yakni hanya Rp7,59 triliun.

Sepinya transaksi terjadi seiring dengan semakin maraknya investor yang melirik aset digital cryptocurrency yang sedang “naik daun”. Selain dari transaksi maraknya investor yang pindah ke kripto tercermin dari data Bappepti yang menyebut investor aset kripto per akhir Februari mencapai 4,2 juta orang.

Selain itu, bursa saham nasional juga terus digempur dengan aliran modal keluar (capital outflow). Sekadar informasi, dana investor asing yang keluar dalam sebulan terakhir (19 Maret – 21 April) sangatlah fantastis di angka Rp4,2 triliun.

Kemudian Gubernur BI Perry Warjiyo bersama Deputi Gubernur Senior dan Anggota Dewan Gubernur lain dalam RDG BI edisi April 2021 merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam negeri pada 2021 menjadi 4,1-5,1 persen. Perkiraan tersebut lebih rendah dari yang sebelumnya yaitu 4,3-5,3 persen.

Reksadana Saham Dominasi Return Harian

Kondisi pasar saham Indonesia yang mencatatkan pelemahan pada perdagangan kemarin, secara umum turut menekan kinerja reksadana saham yang memang mengalokasikan setidaknya 80 persen dana kelolaannya ke aset ekuitas tersebut.

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana saham dan indeks reksadana saham syariah kompak mencatatkan pelemahan pada perdagangan kemarin, masing-masing -0,59 persen dan -0,22 persen.

Sumber: Bareksa

Namun menariknya, terdapat 2 produk reksadana saham yang tersedia di Bareksa justru berhasil menempati jajaran teratas imbal hasil (return) harian tertinggi pada perdagangan kemarin.

Sumber: Bareksa

Kedua produk tersebut yakni Sucorinvest Maxi Fund dan Sucorinvest Sharia Equity Fund yang mengalami apresiasi masing-masing 0,82 persen dan 0,77 persen.

Mengacu kepada fund fact sheet kedua produk tersebut per Maret 2021, keduanya terlihat memiliki saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), yang pada pada perdagangan kemarin saham ini melonjak 4,17 persen.

Selain itu, keduanya juga memiliki beberapa saham lain yang sama yakni PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) yang naik 2,75 persen, kemudian PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) yang menguat 1,84 persen, dan PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) yang bertambah1,66 persen.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Maka dari itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang (>5 tahun).

Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.