Ketua Asosiasi Manajer Investasi, Afifa : Digitalisasi Dorong Transparansi Reksadana

Kemajuan teknologi saat ini mendorong transparansi dalam transaksi reksadana
Abdul Malik • 07 Apr 2021
cover

Afifa, Interim Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). (Dok. Manulife)

Bareksa.com - Digitalisasi yang terjadi di industri reksadana mendorong bertumbuhnya dana kelolaan (asset under management/AUM) dan jumlah investor dari kalangan milenial. Namun di sisi lain digitalisasi ini juga mendorong transparansi di industri reksadana.

Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII), Afifa, menjelaskan kemajuan teknologi saat ini mendorong transparansi dalam transaksi reksadana. Pasalnya, nasabah bisa mengecek perkembangan portofolionya kapanpun dan di manapun.

"Investasi saat ini memang dalam genggaman. Kondisi investasi bisa dicek kapanpun dengan bantuan digital," jelas Afifa dalam acara di Jakarta belum lama ini.

Apalagi jika manajer investasi (MI) bekerja sama dengan agen penjual reksadana (APERD) online yang lebih mahir dari sisi teknologi. Dengan bantuan APERD online ini, nasabah bisa memeriksa fund fact sheet dari reksadananya setiap bulan. 

Namun terlepas dari dukungan digitalisasi ini, menurut Afifa, MI sejauh ini sangat transparan dalam menginformasikan portofolio reksadana, yakni 10 portofolio teratas disampaikan dalam fund fact sheet. Sementara untuk produk kontrak pengelolaan dana (KPD), MI membuka 100 persen isi portofolionya. 

"Regulator juga cukup aktif, apabila ada kesalahan langsung ditanggapi supaya memberikan proteksi untuk investor," ucap Afifa yang juga merupakan CEO PT Manulife Aset Manajemen Indonesia ini.

Literasi Jadi Kendala

Namun menurut Afifa, literasi memang menjadi permasalahan saat ini. Rendahnya tingkat literasi ini juga yang menjadi penyebab salah satu investor institusi terbesar di Tanah Air tersandung permasalahan investasi di saham.

Karena itu, Afifa mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan literasi untuk semua kalangan. "Literasi harus ke semua pelaku, termasuk institusi dan lembaga pemerintahan karena bagaimana mungkin investor institusi yang berinvestasi jangka panjang bisa meninggalkan saham, itu kemunduran," terang dia.

Beberapa platform online menyediakan produk reksadana memang menginformasikan secara jelas mengenai fund fact sheet dan perkembangan portofolio investor. Seperti aplikasi reksadana terbaik, PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa).

Dengan berinvestasi reksadana di Bareksa, investor bisa mengecek perubahan portofolio setiap hari sebelum pembukaan perdagangan bursa.

Investor yang ingin membeli reksadana juga bisa mengecek fund fact sheet yang berisi portofolio yang dimiliki oleh produk tersebut. Portofolio ini tidak hanya terbuka untuk reksadana saham, namun semua jenis produk.

Misalnya produk reksadana saham dari PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Manulife Saham Andalan. Di bagian informasi produk ini, berisi 10 portofolio saham terbesar dari produk tersebut.

Bareksa juga menyajikan perkembangan kinerja reksadanaManulife Saham Andalan sejak peluncuran hingga saat ini.

Sumber : Bareksa

Setahun terakhir, reksadana Manulife Saham Andalan membukukan imbal hasil 52,88 persen (per 6 April 2021). Dana kelolaan reksadana ini per Februari 2021 senilai Rp1,48 triliun.

Bareksa juga menampilkan harga terakhir nilai aktiva bersih per unit nya maupun data historisnya, serta link file format pdf fund fact sheet dan prospektusnya. 

Apapun instrumen investasi pilihan kamu, selalu sesuaikan dengan tujuan dan profil risiko kamu ya!

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.