Reksadana Pasar Uang Capital, Alternatif Investasi Saat Suku Bunga Rendah

Capital Money Market Fund mencatat kinerja 37,58 persen dalam 5 tahun terakhir
Hanum Kusuma Dewi • 09 Mar 2021
cover

Ilustrasi investor analis melihat kinerja reksadana pasar uang. (shutterstock)

Bareksa.com - Ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan akan mulai pulih setelah tertekan pandemi pada 2020. Tren suku bunga rendah masih akan berlanjut, sehingga untuk investor konservatif yang butuh likuiditas tinggi, reksadana pasar uang bisa menjadi alternatif investasi. 

Head of Investment Capital Asset Management Wisnu Karto menjelaskan program vaksinasi dari pemerintah, stimulus ekonomi, dan relaksasi pengetatan sosial akan mendorong aktivitas ekonomi. Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi dengan skenario normal sebesar 4,0 persen. 

Per Februari 2021, Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan ke 3,5 persen, terendah sejak 2016. "Dengan tren suku bunga acuan rendah yang diperkirakan masih akan berlanjut serta likuiditas perbankan yang tinggi, diperkirakan suku bunga deposito masih akan rendah di tahun 2021," jelas Wisnu. 

Di tengah penurunan suku bunga ini, reksadana pasar uang bisa menjadi alternatif investasi yang menarik. Khususnya bagi masyarakat investor pemula atau berprofil risiko rendah dan mengutamakan likuiditas. 

Produk reksadana pasar uang yang menjadi rekomendasi dari Capital Asset Management adalah Capital Money Market Fund (CMMF). Reksadana pasar uang berisikan aset pasar uang yaitu deposito dan obligasi jatuh tempo kurang dari setahun. 

Berdasarkan Fund Fact Sheet PT Capital Asset Management per 29 Januari 2021, alokasi aset CMMF adalah deposito 51 persen dan obligasi jatuh tempo kurang dari setahun 49 persen. 

Untuk menghasilkan imbal hasil (return) optimal saat suku bunga rendah, Capital AM akan melakukan diversifikasi aset ke obligasi pasar uang. "Kami akan menjaga bobot Obligasi Pasar Uang 45-65 persen untuk menghasilkan return dan likuiditas yang optimal," kata Wisnu. 

Namun, tidak sembarang obligasi bisa masuk dalam portofolio CMMF. Syaratnya harus memiliki rating minimal layak investasi (investment grade) dan memiliki keuntungan (nett return) di atas suku bunga Deposito rata-rata. 

Dilihat dari kinerjanya dalam lima tahun terakhir, CMMF bisa memberikan imbal hasil stabil dan mengalahkan rata-rata reksadana pasar uang yang tercermin dari Indeks Reksadana Pasar Uang Bareksa. Per 4 Maret 2021, CMMF mencatat return 37,58 persen dan Indeks Reksadana Pasar Uang Bareksa hanya 18,60 persen dalam lima tahun. 

Grafik Perbandingan Kinerja CMMF dan Indeks Reksadana Pasar Uang Bareksa

Sumber: Bareksa.com

Barometer Bareksa, yang mengukur return relatif terhadap risiko, menunjukkan CMMF mendapat nilai Baik. Reksadana pasar uang ini cocok untuk investor konservatif dengan profil risiko rendah dan mengutamakan likuiditas, atau aset yang mudah dicairkan. 

CMMF bisa dibeli di Bareksa dengan modal awal Rp100.000. Selain itu, khusus selama periode 1-19 Maret 2021, sedang ada promo berhadiah 3 smartwatch dan voucher reksadana untuk pembelian CMMF di Bareksa. Simak syarat dan ketentuan promo lengkapnya di sini

(ADV) 

***

 

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini

- Beli reksadana, klik tautan ini

- Pilih reksadana, klik tautan ini

- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

 

DISCLAIMER

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.