Ini 10 Manajer Investasi dengan Produk Reksadana Terlaris Februari 2021

Dari 30 manajer investasi yang berhasil mencatatkan kenaikan unit penyertaan pada Februari 2021, siapa 10 besar yang produknya terlaris dibeli investor?
Abdul Malik • 09 Mar 2021
cover

Ilustrasi dana kelolaan dan unit penyertaan reksadana. (Shutterstock)

Bareksa.com - Melewati bulan kedua di 2021, industri reksadana Tanah Air kembali mengalami penurunan dana kelolaan (asset under management/AUM). Per Februari 2021, kelolaan industri reksadana tercatat Rp571,75 triliun, turun tipis Rp461,31 miliar (-0,08 persen) dari posisi per Januari 2021 yang senilai Rp572,21 triliun.

Penurunan AUM yang terjadi pada bulan lalu juga diikuti oleh keluarnya sebagian pelaku pasar dengan melepas kepemilikan reksadananya. Hal tersebut terlihat dari penurunan unit penyertaan dari sebelumnya 441,03 miliar unit per Januari 2021, menjadi 434,77 miliar unit penyertaan per Februari 2021.

Artinya, sepanjang bulan lalu ada penurunan unit penyertaan 6,26 miliar atau sekitar 1,42 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sekadar informasi, unit penyertaan reksadana adalah satuan yang digunakan dalam investasi reksadana. Unit penyertaan ini yang dihitung dalam kepemilikan reksadana kita. Banyaknya unit penyertaan dari reksadana yang beredar bisa menjadi satu indikator bahwa reksadana banyak dibeli atau disukai oleh masyarakat.

Manajer Investasi dengan Produk Terlaris

Di tengah penurunan UP yang terjadi pada industri reksadana, tentu secara umum disebabkan oleh kinerja manajer investasi di dalamnya.

Dari 85 manajer investasi yang ada, 30 di antaranya berhasil mencatatkan pertumbuhan UP, 45 mengalami penurunan UP, dan 10 sisanya tidak mengalami perubahan.

Dari 30 manajer investasi yang masih berhasil mencatatkan peningkatan UP sepanjang Februari 2021, siapa saja 10 besar manajer investasi yang produknya paling laris dibeli investor?

No.

Nama Investment Manager

UP Jan-21 (Miliar)

UP Feb-21 (Miliar)

Pertumbuhan UP (Juta)

1

Trimegah Asset Management, PT

 16.04

 17.96

 1,922.89

2

Avrist Asset Management, PT

 4.63

 4.92

 287.97

3

Bahana TCW Investment Management, PT

 31.44

 31.69

 251.44

4

Surya Timur Alam Raya, PT

 1.15

 1.38

 230.84

5

PNM Investment Management, PT

 5.92

 6.14

 219.00

6

Schroder Investment Management Indonesia, PT

 10.64

 10.84

 196.44

7

Nusadana Investama Indonesia, PT

 1.41

 1.57

 152.94

8

Ciptadana Asset Management, PT

 2.18

 2.32

 137.95

9

Pinnacle Persada Investama, PT

 3.21

 3.34

 126.55

10

Setiabudi Investment Management, PT

 2.09

 2.19

 108.97

Sumber: OJK, diolah Bareksa

Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat 10 besar manajer investasi dengan pertumbuhan UP tertinggi pada bulan lalu mencatatkan angka yang bervariatif mulai dari 108,97 juta unit hingga 1,92 miliar unit.

PT Trimegah Aset Manajemen menjadi yang paling signifikan dengan kenaikan 1,92 miliar unit pada bulan lalu, sangat jauh mengungguli PT Avrist Asset Management di peringkat kedua dengan pertambahan 287,97 juta unit.

Sumber: Bareksa

Sekadar informasi, PT Trimegah Aset Manajemen juga merupakan salah satu perusahaan manajer investasi yang beberapa produknya banyak dipasarkan atau tersedia di Bareksa, tepatnya sebanyak 12 produk.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

​​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.