Ini 10 Manajer Investasi dengan Reksadana Paling Diminati Investor April 2021

Dari 84 manajer investasi yang ada, 45 di antaranya mencatatkan penurunan UP, 11 tidak mengalami perubahan UP, dan 28 sisanya berhasil mencatatkan kenaikan unit penyertaan.
Abdul Malik • 18 May 2021
cover

Ilustrasi pertumbuhan investasi di reksadana, di mana jumlah investor yang berinvestasi atau subscription lebih besar ketimbang yang menarik dana atau redemption. (Shutterstock)

reksa Bareksa.com - Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2021 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan dana kelolaan reksadana yang dijual kepada publik tercatat Rp568 triliun, naik 0,37 persen secara bulanan dibandingkan Maret 2021 yang senilai Rp565,9 triliun.

Namun sepanjang tahun berjalan (YtD), kelolaan reksadana April 2021 turun 1 persen dibandingkan Desember yang senilai Rp573,5 triliun. Namun secara tahunan (YoY) melesat 19 persen.

Sumber : Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2021

Kelolaan reksadana yang masih menurun secara YtD, senada dengan unit penyertaannya yang juga berkurang 0,99 persen sepanjang tahun berjalan jadi 430,8 miliar unit. Adapun jumlah produk reksadana tercatat meningkat 0,48 persen jadi 2.281 produk.

Secara bulanan, jumlah unit penyertaan reksadana menurun 1 persen. Kondisi ini bisa dimaklumi karena masyarakat biasanya melakukan pencairan reksadana (redemption) untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran.

Dengan begitu, dana kelolaan reksadana yang secara bulanan bertambah, namun unit penyertaan menurun, menandakan kenaikan kelolaan pada April 2021 ditopang oleh meningkatnya nilai aset dalam portofolio reksadana.

Sekadar informasi, unit penyertaan reksadana adalah satuan yang digunakan dalam investasi reksadana. Unit penyertaan ini yang dihitung dalam kepemilikan reksadana kita. Banyaknya unit penyertaan dari reksadana yang beredar bisa menjadi satu indikator bahwa reksadana banyak dibeli atau disukai oleh masyarakat.

Manajer Investasi dengan Produk Terlaris

Di tengah penurunan UP yang terjadi pada industri reksadana, tentu secara umum disebabkan oleh kinerja manajer investasi di dalamnya. Dari 84 manajer investasi yang ada, 45 di antaranya mencatatkan penurunan UP, 11 tidak mengalami perubahan UP, dan 28 sisanya berhasil mencatatkan kenaikan unit penyertaan.

Dari 28 manajer investasi yang masih berhasil mencatatkan peningkatan UP sepanjang April 2021, siapa saja 10 besar manajer investasi yang produknya paling laris dibeli investor?

No

Manajer Investasi

UP Mar-21 (miliar unit)

UP Apr-21 (miliar unit)

Pertumbuhan UP (juta unit)

1

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia

 26,78,

 27,

 1.017,36

2

PT Trimegah Asset Management

 18,45

 19,27

 819,79

3

PT Danareksa Investment Management

 27,07

 27,71

 642,14

4

PT Bahana TCW Investment Management

 32,76

 33,19

 431,02

5

PT Sucorinvest Asset Management

 11,01

 11,41

 400,41

6

PT Victoria Manajemen Investasi

 1,49

 1,77

 283

7

PT PNM Investment Management

 5,71

 5,99

 280,93

8

PT Syailendra Capital

 16,43

 16,66

 229,05

9

PT BNI Asset Management

 22,26

 22,48

 227,08

10

PT Samuel Aset Manajemen

 8,61

 8,74

 137,05

Sumber: OJK, diolah Bareksa

Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat 10 besar manajer investasi dengan pertumbuhan UP tertinggi pada bulan lalu mencatatkan angka yang bervariatif mulai dari 137,05 juta unit hingga 1,02 miliar unit.

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia menjadi yang paling signifikan dengan kenaikan 1,02 miliar unit pada bulan lalu, sekaligus mengokohkan posisinya sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan reksadanaterbesar di Indonesia mencapai Rp54,47 triliun per April 2021.

Sumber: Bareksa

Sekadar informasi, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia juga merupakan salah satu perusahaan manajer investasi yang beberapa produknya banyak dipasarkan atau tersedia di Bareksa, tepatnya sebanyak 14 produk.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.