BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

Kian Populer, Kelolaan Reksadana Berwawasan Lingkungan Melesat Tajam

Abdul Malik05 Maret 2021
Tags:
Kian Populer, Kelolaan Reksadana Berwawasan Lingkungan Melesat Tajam
Ilustrasi di investasi reksadana berwawasan lingkungan. (Shutterstock)

Secara historis, investasi berwawasan lingkungan terbukti memberikan keberlangsungan investasi yang lebih baik

Bareksa.com - Investasi reksadana yang menerbitkan produk berbasis environment, social and governance (ESG) atau berwawasan lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik, makin diminati.

Hal tersebut, nampak terlihat dari perkembangan reksadana berbasis ESG. Pada tahun lalu, dana kelolaan reksadana berbasis ESG mencapai Rp3 triliun, naik tajam dibanding tahun sebelumnya atau 2019 yang baru mencapai Rp 1,77 triliun.

Pertumbuhan positif pun nampak dari sisi jumlah produk yang tersedia yakni naik dari 10 produk pada 2019, menjadi 14 produk pada 2020.

Promo Terbaru di Bareksa

Presiden Direktur BNP Paribas Asset Management, Priyo Santoso mengatakan investasi berbasis ESG menjadi sangat diminati dan populer karena adanya peningkatan awareness dari kalangan investor.

"Kriteria seperti perusahaan yang tidak merugikan lingkungan sekitarnya, bisa menyeimbangkan hak dan kewajiban karyawan, hingga tata kelola yang baik dan transparan jadi pertimbangan banyak investor dewasa ini," ujarnya seperti dilansir Kontan (4/3/2021).

Priyo menilai reksadana ESG tentu sudah memenuhi kriteria tersebut. "Apalagi, secara historis, investasi berbasis ESG terbukti memberikan risk-adjusted return dan keberlangsungan investasi yang lebih baik secara jangka panjang," kata Priyo.

Pentingnya Edukasi

BNP Paribas sebagai pelopor manajer investasi (MI) yang mengusung reksadana ESG ingat betul sulitnya proses edukasi produk tersebut. Dijelaskan pada 2016, melalui produk BNP Paribas Cakra Syariah USD, tanggapan investor saat itu cenderung abai terhadap manfaat dan pentingnya filter ESG dalam berinvestasi.

Menurut dia, berkat proses edukasi yang terus-menerus, reksadana ESG perlahan mulai mendapat sambutan baik. Priyo melanjutkan menilai krisis akibat pandemi Covid-19 menjadi semacam wake up call bagi perusahaan di negara maju untuk lebih memikirkan apa dampak sosial setiap bisnis yang mereka lakukan, dan bagaimana menjaga keberlanjutannya.

Priyo melihat minat investor terhadap produk berbasis ESG akan semakin tinggi. Penilain tersebut, berkaca dari hasil survei global yang dilakukan BNP Paribas Global selama pandemi kemarin yaitu mulai dari semakin meningkatnya pertimbangan investor terhadap aspek sosial sebanyak 20 persen sejak Covid-19 terjadi.

Kemudian, sebanyak 79 persen responden setuju dengan mempertimbangkan aspek sosial, akan memberikan dampak positif juga bagi investasi jangka panjang dan manajemen risiko mereka. Menurutnya, yang menarik juga pertumbuhan sustainable investment ini yang menggerakkan adalah kelompok milenial.

"Berdasarkan data dari Morgan Stanley Institute tahun 2019, 95 persen milenial ini tertarik pada sustainable investment," imbuh Priyo. Faktor lainnya, kata Priyo di mana Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun lalu telah meluncurkan indeks ESG Leaders.

Priyo meyakini indeks tersebut akan jadi kunci penting yang bisa jadi terobosan baru bagi dunia investasi berbasis ESG di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut akan meningkatkan minat para investor terutama investor asing terhadap saham-saham di Indonesia.

Alasannya, saat itu BNP Paribas bersama dengan Greenwich Associates pada Juli 2020 melakukan survei dan menemukan 42 persen responden menyampaikan hambatan investasi ESG karena kurangnya penerapan metric standar ESG.

Nah, hadirnya ESG Leaders akan menjawab kebutuhan tersebut. Priyo mengatakan BNP Paribas memiliki komitmen kuat terhadap sustainable investment tentunya akan terus mengedukasi pentingnya mempertimbangkan prinsip ESG dalam portofolio investasi untuk para investor.

"Kami bertujuan agar investor bisa mendapatkan sustainable long-term investment return atau imbal hasil investasi yang berkelanjutan dalam jangka panjang," kata Priyo.

(Martina Priyanti/AM)

​​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.775,36

Up0,54%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,74%
Up17,31%
Up44,99%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.326,18

Up0,93%
Up4,25%
Up0,03%
Up5,89%
Up18,89%
-

STAR Stable Income Fund

1.925,85

Up0,48%
Up2,96%
Up0,02%
Up6,01%
Up29,39%
Up64,87%

I-Hajj Syariah Fund

4.822,06

Up0,51%
Up3,05%
Up0,02%
Up6,14%
Up21,89%
Up40,51%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.140,38

Up0,49%
Up2,80%
Up0,02%
Up4,93%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua