Indeks Saham Bangkit, Imbalan Dua Reksadana Campuran Ini Melesat

Shinhan Balance Fund dan STAR Balanced II mencetak imbalan 2,57 persen dan 0,92 persen sehari
Abdul Malik • 26 Feb 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana campuran. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta kinerja indeks acuannya (benchmark) periode sebulan terakhir (per 25 Februari 2021) :

​Reksadana Saham

IHSG : 0,5 persen
Indeks Reksadana Saham : -1,08 persen
Sucorinvest Maxi Fund : 3,43 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -1,4 persen
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 0,21 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -0,56 persen
Shinhan Balance Fund : 7,31 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -0,65 persen
Schroder Syariah Balanced Fund : -0,12 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: -0,63 persen
Syailendra Pendapatan Tetap Premium: 0,66 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,37 persen
MNC Dana Syariah : 0,76 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

​Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,29 persen
HPAM Ultima Money Market : 0,61 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,25 persen
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 0,45 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 25 Februari 2021 naik 0,62 persen ke level 6.289,65. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 25/02/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 6,5 persen pada 25 Februari 2021.

Seiring dengan kenaikan IHSG, di marketplace Bareksa terdapat dua reksadana campuran yang mampu mencetak imbal hasil (return) 2,57 persen dan 0,92 persen dalam sehari pada perdagangan 25 Februari 2021Reksadana itu adalah Shinhan Balance Fund dan STAR Balanced II.

Reksadana Shinhan Balance Fund mencetak imbal hasil (return) 2,57 persen dalam sehari pada 25 Februari 2021. Berdasarkan fund fact sheet periode Januari 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), Sukuk Mudharabah Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry I Tahun 2018 Seri A (SMLPPI01A), deposito Bank Jabar, deposito Bank Mega, deposito Bank Mega Syariah, dan deposito Bank Shinhan.

Sedangkan reksadana  STAR Balanced II mencetak imbal hasil (return) 0,92 persen dalam sehari pada 25 Februari 2021. Berdasarkan fund fact sheet periode Januari 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah saham Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE), Bank Sinar Mas Tbk, Duta Pertiwi Tbk (DUTI), Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), Modernland Realty Tbk (MDLN), Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), Pyridam Farma Tbk (PYFA), Sinarmas Multiartha Tbk, Sugih Energy Tbk (SUGI), dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Global Mediacom Tahap I Tahun 2017 Seri A (SIBMTR01ACN1).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.​

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(Romainah/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.