Kinerja Reksadana 2020 : Pendapatan Tetap Juara, Saham Belum Pulih

Kinerja reksadana saham belum pulih menandakan masih ada peluang investasi seiring tren pasar modal menuju pemulihan
Abdul Malik • 31 Dec 2020
cover

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan perdagangan akhir tahun 2020 IHSG ditutup melemah 57,1 poin atau 0,95 persen ke level 5.979,07. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

Bareksa.com - Kinerja pasar modal sepanjang 2020 bergejolak akibat sentimen pandemi Covid-19. Tercatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai tolok ukur utama kinerja pasar saham nasional masih minus 5,09 persen di level 5.979 pada 30 Desember atau merupakan level penutupan tahun ini.

Meski masih negatif, namun minus IHSG makin mengecil dibandingkan level terendah pada 24 Maret lalu yang anjlok hingga 37,49 persen. Dengan begitu, IHSG menuju tren pemulihan menyusul berbagai kebijakan stimulus oleh otoritas dan dukungan investor ritel dalam negeri dalam menopang ketahanan pasar modal akibat pandemi.

Seiring kinerja IHSG, kinerja Jakarta Islamic Index (JII), indeks acuan untuk kinerja saham-saham syariah juga ditutup masih negatif 9,69 persen pada 30 Desember 2020. Minus itupun makin mengecil dibandingkan 24 Maret lalu yang ambrol hingga 43,58 persen.

Kinerja IHSG, JII dan Indeks Reksadana Sepanjang 2020

Sumber : Bareksa

Kinerja Indeks Reksadana

Seiring kinerja IHSG dan JII, kinerja indeks reksadana juga dalam tren pemulihan. Menurut data Bareksa, tercatat pada 24 Maret lalu ketika mayoritas atau 6 dari indeks reksadana mencatatkan kinerja negatif, namun pada penutupan 30 Desember kondisinya mulai berbalik yakni 4 dari 8 indeks reksadana sudah mencatatkan kinerja positif.

Pada penutupan tahun 2020, tiga indeks yang masih mencatatkan kinerja negatif yakni indeks reksadana campuran minus 1,15 persen, indeks reksadana saham negatif 8,21 persen, indeks reksadana saham syariah -8,61 persen, serta indeks reksadana pasar uang -0,38 persen.

Adapun indeks reksadana pendapatan merupakan juara sepanjang 2020 dengan kenaikan mencapai 7,06 persen, disusul indeks reksadana pendapatan tetap syariah bertumbuh 4,95 persen, indeks reksadana pasar uang syariah bertambah 1,83 persen, dan indeks reksadana campuran syariah naik 0,79 persen.

Dengan demikian reksadana pendapatan tetap merupakan juara sepanjang 2020. Meski begitu kinerja indeks reksadana saham yang pasar saham yang masih belum pulih benar, menandakan ada peluang investasi di jenis reksadana ini. Sebab pada 2021, tren pemulihan pasar diprediksi berlanjut seiring ekspektasi pemulihan ekonomi menyusul mulai dilaksanakannya vaksinasi Covid-19 agar masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas ekonominya secara penuh.

Sebagaimana kinerja IHSG dan JII, indeks reksadana juga menyentuh level terendahnya pada 24 Maret. Saat itu penurunan terdalam dicatatkan indeks reksadana saham yang minus hingga 35,74 persen YtD dan indeks reksadana saham syariah negatif 32,33 persen. Senada indeks reksadana campuran anjlok 20,75 persen, indeks reksadana campuran syariah berkurang 19,4 persen, serta indeks reksadana pendapatan tetap dan indeks reksadana pendapatan tetap syariah masing-masing minus 3,22 persen.

Saat itu hanya indeks reksadana pasar uang dan indeks reksadana pasar uang syariah yang masih tetap bertahan masing-masing dengan pertumbuhan 0,31 persen dan 0,68 persen.

Kinerja IHSG, JII dan Indeks Reksadana YtD per 24 Maret 2020

Sumber : Bareksa

Perbedaan dengan Kinerja 2019

Karena sepanjang 2020 merupakan tahun pandemi Covid-19, tentu kinerja pasar modal berbeda dibandingkan 2019. Sepanjang 2019, IHSG meski tidak naik signifikan namun berhasil tumbuh 1,7 persen di level 6.299. Demikian juga JII naik 1,88 persen. Tercatat 6 dari 8 indeks reksadana membukukan kinerja positif dan hanya 2 indeks reksadana yang negatif.

Sepanjang 2019, indeks reksadana pendapatan tetap syariah merupakan juara dengan kenaikan 8,81 persen, disusul indeks reksadana pendapatan tetap tumbuh 8,72 persen, indeks reksadana pasar uang naik bertambah 4,89 persen, indeks reksadana pasar uang syariah 2,92 persen, indeks reksadana campuran 1,72 persen dan indeks reksadana campuran syariah 0,14 persen.

Sebagaimana di 2020, pada 2020 indeks reksadana saham dan indeks reksadana saham syariah mencatatkan kinerja minus masing-masing 13,65 persen dan 29,59 persen.

Kinerja IHSG, JII dan Indeks Reksadana Sepanjang 2019

Sumber : Bareksa

Nilai aktiva bersih (NAB) indeks reksadana saham tercatat senilai 4.900 dan indeks reksadana saham syariah 1.544 pada akhir 2019. Kemudian pada akhir Desember 2020 NAB indeks reksadana saham di level 4.498 dan indeks reksadana saham syariah 1.412. Kondisi itu menandakan NAB reksadana jenis ini pada akhir 2020 masih lebih murah dibandingkan akhir 2019.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

​DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.