Empat Reksadana Saham Ini Meroket Terdongkrak Lonjakan MDKA

Kemarin saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berhasil mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan
Abdul Malik • 22 Dec 2020
cover

Karyawan berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (11/12/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada perdagangan akhir pekan Jumat (11/12/2020) dengan naik tipis 0,08 persen atau naik 4,63 poin ke level 5.938,33. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

Bareksa.com - Mengawali pekan keempat di Desember 2020, bursa saham Tanah Air tampak masih belum lelah untuk terus melaju di zona hijau. Pada perdagangan Senin (21/12/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 1 persen ke level 6.165,62.

Aktivitas perdagangan masih terpantau cukup ramai dengan nilai transaksi yang menyentuh angka Rp20,65 triliun. Di sisi lain, investor asing mencatatkan aksi beli bersih di keseluruhan pasar senilai Rp87,37 miliar.

Sentimen positif kemarin datang dari perkembangan kebijakan stimulus di Amerika Serikat (AS). Kongres AS dilaporkan telah mengatasi perbedaan politik mengenai kesepakatan stimulus senilai US$900 miliar, yang memasukkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai US$600 per orang.

Paket tersebut juga memasukkan bantuan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) senilai US$300 miliar dan tambahan dana klaim tunjangan pengangguran senilai US$300 per pekan, yang saat ini dinikmati 12 juta orang pengangguran.

Dari sisi moneter, bank sentral AS (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di kisaran rendah (<0,25 persen). Selain itu, The Fed juga menegaskan suku bunga acuan tidak akan diutak-atik setidaknya sampai 2023.

Sementara dari dalam neger, isu perombakan kabinet (reshuffle) kembali mencuat jelang akhir tahun, setelah dua anggota kabinet Indonesia Maju tersandung masalah hukum. Mengutip CNBC Indonesia, reshuffle kemungkinan besar akan dilaksanakan pada Rabu, 23 Desember 2020.

Saham MDKA Meroket

Di tengah kenaikan IHSG yang cukup tinggi pada perdagangan kemarin, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berhasil mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan. Saham yang bergerak dalam bidang penambangan dan eksplorasi emas ini meroket 23,66 persen ke level Rp2.770.

Saham MDKA bergerak sangat atraktif dengan ditransaksikan sebanyak 25.765 kali serta nilai transaksinya yang mencapai Rp339,32 triliun. Di sisi lain, investor asing juga terpantau cukup banyak memborong saham MDKA dengan nilai net buy mencapai Rp18 miliar.

Reksadana Terdorong Saham MDKA

Saham MDKA yang meroket pada perdagangan kemarin, turut mendorong kinerja reksadana saham yang memiliki saham ini dalam portofolionya. Berdasarkan reksadana yang dijual di Bareksa, 4 produk reksadana saham milik PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) kompak menguat serta menempati jajaran teratas imbal hasil (return) harian tertinggi di Bareksa.

Sumber: Bareksa

Keempat produk racikan MAMI kompak mencatatkan kenaikan di atas 2,7 persen, jauh mengungguli IHSG yang naik 1 persen pada perdagangan kemarin.

Mengacu kepada fund fact sheet per November 2020, keempat reksadana saham MAMI tersebut memang terlihat memiliki saham MDKA dalam portofolio reksadananya. Karena itu, merupakan hal yang wajar jika produk-produk tersebut mencatatkan kenaikan yang cukup tinggi pada perdagangan kemarin.

Sekadar informasi, dari empat produk tersebut, tiga diantaranya dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian Rp100.000. Sementara satu produk lainnya yakni Manulife Greater Indonesia Fund dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal USD100.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sementara reksadana saham adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari dana kelolaannya dalam bentuk efek bersifat ekuitas atau saham. Reksadana ini cocok untuk investasi jangka panjang (di atas 5 tahun) dan untuk investor bertipe agresif (risk taker).

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

​DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.