CEO MMI, Alvin Pattisahusiwa : Kinerja Reksadana Cenderung Positif

Investor disarankan untuk mulai mendiversifikasi investasi ke asset class yang lebih agresif
Abdul Malik • 08 Dec 2020
cover

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Nurdiaz Alvin Pattisahusiwa (mandiri-investasi.co.id)

Bareksa.com - Asset under management (AUM) atau dana kelolaan reksadana secara industri nasional naik pada Novembr 2020, meningkat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2020 menyebutkan dana kelolaan reksadana secara industri mencapai Rp547,84 triliun, naik 3,39 persen dibandingkan perolehan bulan sebelumnya Rp529,86 triliun.

Besaran dana kelolaan reksadana secara industri pada November 2020, bahkan telah melampaui posisi AUM awal 2020 yang tercatat berada pada posisi Rp537,32 triliun. Selain itu, jumlah AUM reksadana pada November 2020, hanya terpaut sedikit dari capaian AUM tertinggi sepanjang sejarah yakni Rp553,26 triliun yang diraih pada Oktober 2019.

Untuk mengetahui bagaimana potensi industri reksadana pada bulan terakhir tahun ini hingga apa yang mesti dilakukan investor jelang tutup tahun, berikut petikan wawancara Martina Priyanti dari Bareksa dengan Chief Executive Officer (CEO) PT Mandiri Manajemen Investasi, Alvin Pattisahusiwa, pada Senin (7/12/2020) :

Bagaimana potensi pertumbuhan ekonomi jelang akhir tahun?

Kami melihat tren pertumbuhan triwulan IV 2020 akan membaik seiring dengan adanya dukungan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah dan harga komoditas seperti batubara dan CPO yang mulai pulih. Di sisi lain, stabilnya nilai tukar diharapkan juga ikut membantu kepercayaan dari sektor usaha.

Untuk reksadana, bagaimana potensinya sepanjang bulan ini?

Secara statistik, kinerja reksadana cenderung positif di bulan Desember karena adanya efek window dressing akhir tahun. Di 2020 ini, dengan momentum positif di ekonomi, kami melihat peluang kinerja positif di Desember cukup terbuka.

Saran bagi investor dalam berinvestasi hingga awal tahun depan?

Kami menyarankan investor untuk mulai mendiversifikasi investasi ke asset class yang lebih agresif seperti obligasi/saham. Alasannya karena prospek ekonomi 2021, yang diperkirakan akan membaik dan kondisi suku bunga tetap rendah.

Produk investasi dari Mandiri Investasi yang direkomendasikan untuk dipilih investor?

Kami memiliki berbagai variasi produk dengan asset class yang berbeda. Investor bisa memilih pilihan produk kami sesuai dengan asset class yang di preferensikan dari reksadana pasar uang, reksadana fixed income, reksadana campuran, dan reksadana saham.Untuk reksadana fixed income, kami memiliki RD Mandiri Investa Dana Obligasi 2 (MIDO2) yang memiliki durasi cukup panjang. Sedangkan RD saham, kami memiliki RD Mandiri Asean-5 atau Mandiri Global Equity Sharia Offshore USD (MGSED), yang berinvestasi di saham-saham berbasis teknologi dan disruption di luar negeri.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

​DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.