Gacor! Sucor AM Borong 12 Penghargaan Bareksa-Kontan-OVO 4th Fund Awards 2020

Sucor AM meraih penghargaan baik untuk kinerja produk reksadananya maupun dari kinerja manajer investasinya
Abdul Malik • 22 Oct 2020
cover

Presiden Direktur Sucorinvest Asset Management, Jemmy Paul Wawointana (depan) bersama para karyawan Sucor AM bergembira karena memborong banyak penghargaan dari Bareksa-Kontan-OVO 4th Fund Awards 2020. (Video Sucor AM/Bareksa/AM)

Bareksa.com - PT Sucorinvest Asset Managemen (Sucor AM), adalah perusahaan manajemen investasi yang paling gacor karena panen penghargaan dalam perhelatan Bareksa-Kontan-OVO 4th Fund Awards 2020. Perusahaan manajemen investasi yang berdiri sejak 1997 ini berhasil memborong 12 penghargaan sekaligus, baik untuk kinerja produk reksadananya maupun dari kinerja manajer investasinya.

Sucor AM diganjar Bareksa-Kontan-OVO 4th Fund Awards 2020 sebagai manajer investasi juara dalam mengelola reksadana saham (gold champion equity) dan reksadana pasar uang (gold champion money market) untuk periode 5 tahun.

Perusahaan yang dinahkodai Jemmy Paul Wawointana sebagai presiden direktur itu juga menyabet 10 penghargaan lainnya untuk lima produk reksadananya. Yakni Sucorinvest Money Market Fund, Sucorinvest Maxi Fund, Sucorinvest Equity Fund, Sucorinvest Flexi Fund dan Sucorinvest Sharia Equity Fund.

Reksadana Sucorinvest Money Market Fund bahkan menggondol 3 penghargaan sekaligus, kemudian masing-masing 2 penghargaan untuk Sucorinvest Maxi Fund, Sucorinvest Equity Fund dan Sucorinvest Sharia Equity Fund. Adapun Sucorinvest Flexi Fund meraih 1 penghargaan.

Selengkapnya sebagaimana tabel berikut :

No

Periode

Nama

Produk Reksadana 

Manajer Investasi

1

1 year

Silver Champion Large Money Market

Sucorinvest Money Market Fund

Sucor Asset Management, PT

2

3 Year

Gold Champion Small Equity

Sucorinvest Maxi Fund

Sucor Asset Management, PT

3

3 year

Gold Champion Large Equity

Sucorinvest Equity Fund

Sucor Asset Management, PT

4

3 year

Silver Champion Large Balanced

Sucorinvest Flexi Fund

Sucor Asset Management, PT

5

3 year

Silver Champion Large Money Market

Sucorinvest Money Market Fund

Sucor Asset Management, PT

6

3 Year Syariah

Gold Champion Equity Syariah

Sucorinvest Sharia Equity Fund

Sucor Asset Management, PT

7

5 Year

Gold Champion Small Equity

Sucorinvest Maxi Fund

Sucor Asset Management, PT

8

5 year

Gold Champion Large Equity

Sucorinvest Equity Fund

Sucor Asset Management, PT

9

5 year

Gold Champion Large Money Market

Sucorinvest Money Market Fund

Sucor Asset Management, PT

10

5 Year Syariah

Gold Champion Equity Syariah

Sucorinvest Sharia Equity Fund

Sucor Asset Management, PT

MI Juara

11

5 Year Top MI

Gold Champion Equity

Sucor Asset Management, PT

12

5 Year Top MI

Gold Champion Money Market

Sucor Asset Management, PT

Sumber : Bareksa

Kinerja Lima Reksadana

Sepanjang tahun ini yang merupakan masa pandemi Covid-19, kinerja lima reksadana Sucor AM tersebut masih lebih baik dibandingkan indeks acuannya. Meskipun produk reksadana yang berbasis saham masih mencatatkan imbal hasil negatif, senada dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan indeks reksadana.

Di antaranya Sucorinvest Equity Fund yang mencatatkan imbal hasil YtD -12,96 persen, Sucorinvest Maxi Fund -14,19 persen, Sucorinvest Sharia Equity Fund -13,93 persen dan Sucorinvest Flexi Fund -4,43 persen. Kinerja itu masih lebih baik dari IHSG yang negatif 19,1 persen YtD, indeks reksadana saham -21,17 persen, indeks reksadana saham syariah -22,38 persen, serta indeks reksadana campuran -9,96 persen.

Adapun untuk Sucorinvest Money Market Fund yang merupakan reksadana pasar uang berhasil membukukan imbalan positif 5,43 persen YtD dibandingkan indeks reksadana pasar uang yang minus 0,75 persen.

Sumber : Bareksa

Dana Kelolaan

Per September 2020, perseroan membukukan dana kelolaan Rp13,43 triliun. Dalam daftar top 20 MI dengan dana kelolaan terbesar bulan lalu, pertumbuhun asset under management (AUM) Sucor AM secara YtD 33 persen merupakan yang tertinggi dibandingkan MI lainnya. Secara tahunan (YoY), AUM perseroan melesat 38 persen. Sucor AM merupakan salah satu MI yang tahan banting dari dampak pandemi Covid-19. Pada bulan lalu, Sucor AM berada di ranking 15 dalam daftar MI dana kelolaan terbesar.

Daya tahan Sucor AM terhadap hantaman Covid-19 memang terbukti. Pada Maret lalu ketika pandemi telah menghantam industri reksadana sehingga dana kelolaannya turun tajam, AUM reksadana Sucor AM sempat anjlok hingga 12 persen secara bulanan dan minus 4 persen secara YtD. Namun pada April, kinerja AUM Sucor mulai bangkit dengan kenaikan 3 persen secara bulanan, dan minus secara YtD hanya tersisa 1 persen.​

Pada Mei 2020, Sucor AM sudah berhasil pulih dari dampak pandemi dengan kenaikan AUM secara YtD 2 persen. Saat itu dalam daftar top 20 MI AUM terbesar, hanya Sucor AM dan PT BNI Asset Management yang berhasil membukukan kenaikan dana kelolaan, sementara 18 MI lainnya masih minus secara YtD. Pertumbuhan AUM Sucor kemudian berlanjut pada Juni 2020 yang naik 9 persen YtD dan Juli melesat 21 persen.

Pada Desember 2019, Sucor AM bahkan tidak masuk dalam daftar top 20 MI dengan dana kelolaan reksadana terbesar. Namun pada Januari 2020, dengan AUM reksadana Rp11,25 triliun, peringkat Sucor AM melesat dan berhasil berada di ranking 17.

Sucor AM merupakan perusahaan nasional yang memperoleh izin pada 1999 dan memiliki misi jadi boutique asset management yang melayani para nasabah berfokus pada tujuan investasi dan profil risiko yang sesuai.

Bareksa-Kontan-OVO 4th Fund Awards 2020 ialah ajang penghargaan tahunan bagi reksadana dan Manajer Investasi (MI) yang menunjukkan performa terbaik dalam setahun terakhir. Penghargaan ini selenggarakan platform investasi terbesar Bareksa bersama Harian Kontan, didukung oleh perusahaan uang elektronik terkemuka OVO.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.