BeritaArrow iconKategoriArrow iconArtikel

Jumlah Investor Reksadana Terus Melesat di Tengah Pandemi, Hampir Tembus 2,6 Juta

21 Oktober 2020
Tags:
Jumlah Investor Reksadana Terus Melesat di Tengah Pandemi, Hampir Tembus 2,6 Juta
Ilustrasi industri reksadana yang terus bertumbuh dari sisi jumlah dana kelolaan maupun jumlah investor. (Shutterstock)

Dalam tiga tahun terakhir, dana kelolaan industri reksadana bertumbuh rata-rata 14 persen per tahun

Bareksa.com - Jumlah investor reksadana terus melesat meskipun industri pasar modal nasional dihantam dampak pandemi Covid-19. Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan jumlah SID investor mencapai 3,28 juta pada akhir September 2020. Dengan rincian SID saham mencapai 1,38 juta, sedangkan SID reksadana sebanyak 2,58 juta per 30 September. Besar kemungkinan investor saham juga memiliki portofolio reksadana dan sebaliknya.

Interim President Director Manulife AM, Afifa menyatakan dalam tiga tahun terakhir, dana kelolaan industri reksadana bertumbuh rata-rata 14 persen per tahun (CAGR). Namun tahun ini seiring pandemi Covid-19, dana kelolaan reksadana memang tidak kebal terhadap pandemi, namun masih lebih baik dibandingkan industri lain. Secara year on year (YoY), dana kelolaan reksadana per September 2020 turun tipis 0,3 persen jadi Rp510,15 triliun atau bisa dikatakan flat.

"Penurunan ini karena disebabkan turunnya nilai underlying asset reksadana. Artinya jika reksadana tersebut berinvestasi di saham atau obligasi, ketika underlyingnya turun, maka asset under management (AUM) juga mengalami koreksi," ungkapnya dilansir CNBC Indonesia (20/10/2020).

Promo Terbaru di Bareksa

Jumlah Investor Reksadana

Tahun
Jumlah investor
Pertumbuhan YoY (%)
2017
622.545

2018
995.510
59,91
2019
1,77 juta
78,25
2020*
2,58 juta
45,76

*hingga September, dari berbagi sumber diolah Bareksa

Namun menurut Afifa, ada tren positif di jumlah reksadana, yang pada 2017 baru sebanyak 1.319 produk, per September 2020 naik hampir dua kali lipat jadi 2.565 produk. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Hal positif lainnya adalah jumlah investor reksadana yang juga meningkat tajam. Pada tahun 2017, susah sekali menembus angka 1 juta investor, namun pada 2019 jumlah nasabah reksadana menembus 1,5 juta dan per September 2020 meningkat lagi hampir menembus 2,6 juta investor.

"Artinya partisipasi masyarakat untuk investasi reksadana bertambah signifikan, meskipun di tahun pandemi saat ini," ujarnya.

Afifa menyatakan pertumnbuhan jumlah investor ini, juga berkat dukungan dari agen penjual reksadana online atau financial techniogy (fintech) dan perbankan yang terus mempromosikan reksadana. Di Manulife, kata dia, juga mencatatkan hal positif yang mampu membukukan pertumbuhan di atas industri. "Kami bersyukur di tengah kondisi yang tidak mudah saat pandemi ini, pertumbuhannya baik dan investor juga bertambah signifikan, terutama di 2020," Afifa menjelaskan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen, menyatakan kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia masih terus meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah investor pasar modal terus mengalami peningkatan. "Hal ini membuktikan kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia masih terus meningkat," kata Hoesen dalam sambutannya pada acara Capital Market Summit Expo 2020, secara virtual di Jakarta (20/10/2020).

Nilai Net Subscription

Tren positif industri memang terlihat sepanjang tahun ini, meskipun di bawah tekanan pandemi. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso, menyatakan pasar modal Indonesia masih menunjukkan pemulihan di tengah berlanjutnya pandemi Covid-19. Hingga 15 Oktober 2020, industri reksadana nasional mencatatkan nilai net subscription (berlanganan bersih) Rp15,79 triliun secara year to date.

Secara month to date, atau sepanjang bulan ini hingga 15 Oktober, nilai net subscription mencapai Rp10,41 triliun. Net subscription tersebut membuat nilai aktiva bersih (NAB) atau dana kelolaan reksadana jadi Rp528,28 triliun, atau meningkat 3,55 persen dibandingkan September 2020 yang senilai Rp510,15 triliun.

"Namun NAB industri reksadana nasional masih minus 2,57 persen secara year to date (YtD) dibandingkan Desember 2019 yang senilai Rp542,2 triliun," ungkap Wimboh dalam seminar Perkembangan Ekonomi Terkini dan Ketahanan Sektor Jasa Keuangan, di forum Capital Market Summit Expo (CMSE) 2020, secara virtual di Jakarta (19/10/2020).

NAB Reksadana

Illustration
Illustration

Sumber : materi presentasi Ketua DK OJK, Wimboh Santoso

Sejak akhir tahun lalu, hingga September, AUM industri reksadana tercatat minus 4 kali secara bulanan. Sepanjang 2020, dana kelolaan reksadana secara YtD masih terus mencatatkan minus. Adapun secara YoY, dalam 9 bulan di 2020, 7 bulan di antaranya mencatatkan negatif dan 2 bulan membukukan pertumbuhan.

Historital Dana Kelolaan Reksadana

Bulan

Dana Kelolaan (Rp Triliun)

MoM (%)

YtD (%)

YoY (%)

Desember 2019

542,2

0

7

7

Januari 2020

537,3

-1

-1

3

Februari 2020

525,3

-2

-3

1

Maret 2020

471,4

-10

-13

-9

April 2020

475,6

1

-12

-7

Mei 2020

474,2

0

-13

-7

Juni 2020

482,5

2

-11

-6

Juli 2020

503,2

4

-7

-6

Agustus 2020

520,8

3

-4

-3

September 2020

510,1

-2

-6

-6

Sumber : Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report December - September 2020

Bisa Tembus 3,5 Juta Investor

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Hasan Fawzi, mengatakan pihaknya optimistis jumlah investor di pasar modal melampaui 3,5 juta SID pada akhir 2020. Selama empat bulan terakhir, kenaikan jumlah investor ritel terbilang impresif dengan rata-rata penambahan lebih dari 100.000 per bulan. Fenomena ini terjadi sejak Juni 2020. Jika tren kenaikan ini terus bertahan, maka pada kuartal IV 2020 BEI memperkirakan bisa terjadi penambahan 300.000 hingga 400.000 SID baru. “Penambahan SID baru selalu melampaui angka 100.000 per bulan. Bahkan selama September saja, jumlahnya meningkat 139.912,” kata Hasan dilansir Investor Daily pekan lalu.

Jumlah Investor Pasar Modal

Tahun
Jumlah investor
Pertumbuhan YoY (%)
2017
1,12 juta

2018
1,61 juta
44,24
2019
2,48 juta
53,41
2020*
3,28 juta
32,25

*hingga September, dari berbagi sumber diolah Bareksa

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.


Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.748,29

Up0,58%
Up3,53%
Up0,01%
Up7,70%
Up17,67%
Up43,61%

STAR Stable Income Fund

1.898,99

Up0,50%
Up2,86%
Up0,01%
Up6,45%
Up29,99%
Up62,18%

I-Hajj Syariah Fund

4.754,41

Up0,54%
Up2,81%
Up0,01%
Up6,47%
Up22,16%
Up40,57%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.753,99

Up0,56%
Up2,15%
Up0,01%
Up5,48%
Up20,25%
Up50,17%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.034,33

Up0,65%
Up1,63%
Up0,01%
Up2,65%
Down- 2,82%
-
Tags:

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua