Reksadana Hari Ini : IHSG Naik, Dua Reksadana Pendapatan Tetap Manulife Melesat

Dua reksadana itu adalah Manulife Obligasi Unggulan Kelas A dan Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A
Bareksa • 28 Aug 2020
cover

Ilustrasi investasi reksadana pendapatan tetap fixed income fund obligasi korporasi surat utang negara surat berharga yang disimbolkan dengan keyboard dan kunci

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir (per 27 Agustus 2020) :

Reksadana Saham

IHSG : 4,98 persen
Indeks Reksadana Saham : 3,79 persen
Bahana Dana Prima : 6,11 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 0,96 persen
Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS : 3,91 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 2,26 persen
Simas Satu Prima : 4,81 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 1,26 persen
Simas Syariah Berkembang : 3,23 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 0,71 persen
Sucorinvest Bond Fund : 2,51 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,48 persen
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : 1,61 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : -0,25 persen
Prospera Dana Lancar : 0,58 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,15 persen
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 0,54 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 27 Agustus 2020 naik 0,58 persen ke level 5.371,47. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 27/08/2020 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 6,8 persen pada 27 Agustus 2020.

Seiring dengan kenaikan IHSG, pasar obligasi negara juga menguat sehingga reksadana pendapatan tetap juga merasakan peningkatan nilai asetnya. Reksadana pendapatan tetap memiliki portofolio mayoritas di efek surat utang.

Di marketplace reksadana Bareksa, terdapat dua reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak imbal hasil (return) 8,3 persen dan 7,73 persen sejak awal tahun hingga 27 Agustus 2020 (year to date). Dua reksadana itu adalah Manulife Obligasi Unggulan Kelas A dan Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A yang mayoritas portofolionya adalah obligasi negara.

Reksadana Manulife Obligasi Unggulan Kelas A mencetak return 8,3 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah INDORI 8,25 persen 10/15/21, MEDCIJ 9,3 persen 02/20/25, PLNIJ 8,7 persen 11/03/32, SMRAIJ 9,5 persen 10/15/24, dan WSKTIJ 8,25 persen 02/23/23.

Sedangkan reksadana Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A mencetak return 7,73  persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah ASIIIJ 5,8 persen 04/07/21, INDOGB 7,5 persen 06/15/35, INDOGB 7,375 persen 05/15/48, INDOGB 8,375 persen 04/15/39, dan INDOIS 6,75 persen 04/15/43.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.