Reksadana Hari Ini : IHSG Naik, Return Reksadana Pendapatan Tetap Ini Melonjak

Sucorinvest Bond Fund dan Manulife Obligasi Unggulan Kelas A mampu mencetak return 12,17 persen dan 12,11 persen setahun
Bareksa • 14 Aug 2020
cover

Ilustrasi investasi reksadana saham obligasi surat utang yang digambarkan dengan tumpukan uang koin yang tumbuh menjadi tanaman pohon berdaun dan jam yang melambangkan jangka waktu.

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir (per 13 Agustus 2020) :

Reksadana Saham

IHSG : 3,45 persen
Indeks Reksadana Saham : 3,12 persen
BNP Paribas Solaris : 7,41 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 1,68 persen
Simas Syariah Unggulan : 5,31 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 1,98 persen
Simas Satu Prima : 5,01 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 1,53 persen
TRIM Syariah Berimbang : 4,39 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 1,72 persen
BNP Paribas Prima USD Kelas RK1 : 3,7 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 1,44 persen
Bahana Mes Syariah Fund : 2,03 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : -0,12 persen
Reksa Dana Mega Dana Kas : 0,55 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,18 persen
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 0,56 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 13 Agustus 2020 naik 0,11 persen ke level 5.239,25. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 13/08/2020 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 6,8 persen pada 12 Agustus 2020.

Seiring dengan kenaikan IHSG, pasar obligasi negara sedang menguat sehingga reksadana pendapatan tetap juga merasakan peningkatan nilai asetnya. Reksadana pendapatan tetap memiliki portofolio mayoritas di efek surat utang.

Di marketplace reksadana Bareksa, terdapat dua reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak imbal hasil (return) 12,17 persen dan 12,11 persen dalam kurun waktu satu tahun. Dua reksadana itu adalah Sucorinvest Bond Fund dan Manulife Obligasi Unggulan Kelas A yang mayoritas portofolionya adalah obligasi.

Reksadana Sucorinvest Bond Fundmencetak imbal hasil (return) 12,17 persen dalam setahun. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Negara RI Seri FR0061 (FR0061), Obligasi Negara RI Seri FR0063 (FR0063), Obligasi Negara RI Seri FR0075 (FR0075), Obligasi Negara RI Seri FR0082 (FR0082), dan Obligasi PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Sedangkan reksadana Manulife Obligasi Unggulan Kelas A mencetak imbal hasil (return) 12,11 persen dalam setahun. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah ASIIIJ 5.8% 04/07/21, INDOGB 7 1/2% 06/15/35, INDOGB 7 3/8% 05/15/48, INDOGB 8 3/8% 04/15/39, dan INDOIS 6 3/4% 04/15/43

Reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.