Kinerja Reksadana Syariah Pekan Keempat Ramadan : Pendapatan Tetap Juaranya

Tiga jenis itu ialah reksadana syariah pendapatan tetap, pasar uang dan campuran, reksadana saham tidak masuk daftar.
Bareksa • 19 May 2020
cover

Ilustrasi investor syariah yang digambarkan dengan pria orang arab berjenggot memakai turban sedang bingung memikirkan investasi halal haram

Bareksa.com - Kinerja reksadana syariah sepanjang pekan lalu, sedikit berbeda dibandingkan pekan sebelumnya. Pada periode 11-15 Mei 2020 atau pekan keempat Mei 2020 yang juga merupakan pekan keempat Ramadan 1441 Hijriyah, kinerja reksadana syariah didominasi jenis pendapatan tetap dibandingkan pekan sebelumnya dominasi oleh reksadana pasar uang syariah.

Moncernya kinerja reksadana jenis fixed income ini juga seiring dengan kinerja pasar saham yang bergejolak sepanjang pekan lalu. IHSG selama sepekan lalu ditutup di zona merah dengan penurunan 89,82 poin atau 1,95 persen pada perdagangan 11 - 15 Mei 2020 ke level 4.507,607 dari 4.597,43 pada pekan sebelumnya. Seiring dengan itu, nilai kapitalisasi pasar BEI juga menurun 1,95 persen, ke posisi Rp5.212,719 triliun dari sebelumnya Rp5.316,527 triliun pada pekan sebelumnya.

Pada perdagangan terakhir, Jumat (15/5/), investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp1,094 triliun, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat Rp24,919 triliun.

Berdasarkan daftar reksadana yang dijual Bareksa, top 5 reksadana syariah sepanjang pekan lalu semua diisi oleh reksadana pendapatan tetap dengan imbal hasil 0,46 persen hingga 1 persen sepekan.

Namun untuk posisi 6-10 cukup menarik, karena diisi oleh tiga jenis reksadana yakni reksadan campuran, pendapatan tetap dan pasar uang dengan return di kisaran 0,11 persen hingga 0,31 persen.

Top 10 Reksadana Syariah Return Tertinggi Periode 11-15 Mei 2020

 


Sumber : Bareksa

1. Bahana Mes Syariah Fund

Posisi pertama reksadana syariah imbal hasil tertinggi pekan lalu ditempati oleh Bahana Mes Syariah Fund dengan imbal hasil 1 persen sepanjang pekan lalu. Reksadana pendapatan tetap besutan Bahana TCW Investment Management ini bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal Rp100.000.

Per April 2020, reksadana ini membukukan dana kelolaan Rp47,98 miliar.


Sumber : Bareksa

2. Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A

Reksadana pendapatan tetap kelolaan Eastspring Investments Indonesia ini berhasil jadi juara 2 pekan lalu dengan imbal hasil 0,94 persen. Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal hanya Rp10.000.

Dana kelolaan reksadana ini per April 2020 senilai Rp145,66 miliar.


Sumber : Bareksa

3. Mandiri Investa Dana Syariah

Posisi ketiga diisi oleh reksadana pendapatan tetap kelolaan Mandiri Manajemen Investasi yakni Mandiri Investasi Dana Syariah dengan imbal hasil 0,53 persen sepanjang pekan lalu. Reksadana ini bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal hanya Rp50.000.

Asset under management reksadana ini per April 2020 senilai Rp59,55 miliar. 


Sumber : Bareksa

4. MNC Dana Syariah

Ranking empat ditempati oleh reksadana pendapatan tetap MNC Dana Syariah, yang merupakan kelolaan MNC Asset Management dengan imbal hasil 0,5 persen sepanjang pekan lalu.

Reksadana ini mencatatkan AUM Rp27,37 miliar pada April 2020.

5. Reksa Dana Syariah Majoris Sukuk Negara Indonesia

Kelima ditempati oleh Reksa Dana Syariah Majoris Sukuk Negara Indonesia, reksadana pendapatan tetap kelolaan Majoris Asset Management dengan imbal hasil 0,46 persen sepekan lalu.

Reksadana ini memiliki dana kelolaan Rp405,5 miliar per April 2020.


Sumber : Bareksa

6. Schroder Syariah Balanced Fund

Menariknya di posisi 6, ditempati reksadana campuran yakni Schroder Syariah Balanced Fund dengan imbal hasil 0,31 persen sepekan lalu. Reksadana besutan Schroders Indonesia ini menjadi satu-satunya reksadana campuran yang masuk dalam daftar top 10 reksadana syariah return tertinggi sepanjang pekan lalu.


Sumber : Bareksa

Schroder Syariah Balanced Fund bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal Rp100.000. Per April 2020, reksadana ini mengelola dana investor Rp289,44 miliar.

Adapun posisi 7 hingga 10 diisi oleh reksadana pasar uang dan pendapatan tetap.

Ingin berinvestasi di reksadana syariah namun masih ragu dengan kehalalannya? Soal kehalalan investasi di reksadana syariah, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) sebenarnya telah mengeluarkan fatwa No. 20/DSN-MUI/IV/2001 (dokumen lengkap klik tautan ini) yang membolehkan kaum muslim untuk berinvestasi reksadana, khususnya reksadana syariah.

Dalam pandangan Islam, segala sesuatu dalam muamalah (jual beli) diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan syariah. Apalagi, kini banyak bermunculan produk reksa dana syariah, yang terikat dengan dua akad -- yang sesuai dengan syariat Islam -- yakni akad wakalah dan mudharabah.

Wakalah adalah pelimpahan kekuasaan oleh suatu pihak kepada pihak lain dalam hal-hal yang boleh diwakilkan. Akad ini berlaku antara pemodal dengan Manajer Investasi (pengelola investasi reksa dana). Pemodal memberikan mandat kepada Manajer Investasi untuk melaksanakan kegiatan investasi bagi kepentingan pemodal sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Prospektus Reksa Dana.

Adapun mudharabah adalah di mana seseorang memberikan hartanya kepada orang lain untuk diperdagangkan dengan ketentuan bahwa keuntungan yang diperoleh dibagi di antara kedua belah pihak, sesuai dengan syarat-syarat yang disepakati. Akad ini berlaku antara Manajer Investasi dengan investor atau nasabah.

Reksadana ialah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Reksadana juga diartikan, sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi.

Sebagaimana dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu, reksadana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Reksadana memberikan imbal hasil (return) dari pertumbuhan nilai aset-aset yang ada dalam portofolionya. Imbal hasil ini potensinya lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau tabungan bank.

Sebaiknya, jenis reksadana yang dipilih bisa disesuaikan dengan karakter kita apakah seorang high-risk taker, medium-risk taker atau low-risk taker. Jika kita kurang berani untuk mengambil risiko rugi, bisa memilih reksadana pasar uang.

Namun, jika kita cukup berani tapi masih jaga-jaga untuk tidak terlalu rugi, bisa coba fixed income (reksadana pendapatan tetap) atau balanced (reksadana campuran). Sementara jika kita cukup berani ambil risiko, bisa berinvestasi di reksadana saham (equity).

Selalu sesuaikan instrumen investasi dengan profil risiko dan target investasi kamu.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.