Berita / Kategori / Artikel

Top 5 MI Juara AUM pada 2019, Dana Kelolaan Siapa Naik dan Turun?

Periode 2018-2019, posisi lima besar aset manajemen dengan AUM terbesar memang tetap dihuni oleh daftar yang sama
• 08 Jan 2020
cover

Ilustrasi investasi reksadana saham obligasi surat utang negara menguntungkan yang digambarkan dengan tumpukan koin dan sejumlah figur orang mainan seperti investor pebisnis pengusaha

Bareksa.com - Tahun 2019 telah pergi berlalu, posisi lima teratas perusahaan aset manajemen Tanah Air dalam hal dana kelolaan (asset under management/AUM) mengalami perubahan jika dibandingkan dengan tahun 2018.

Dalam periode 2018-2019, posisi lima besar perusahaan aset manajemen dengan AUM terbesar memang tetap dihuni oleh daftar nama yang sama, namun terjadi beberapa pergeseran yang menyebabkan munculnya juara baru pada tahun 2019.


Sumber: OJK, diolah Bareksa

Berdasarkan tabel tersebut, per akhir 2018 perusahaan aset manajemen dengan AUM terbesar diraih oleh PT Schroder Investment Management Indonesia atau Schroders Indonesia dengan AUM Rp46,3 triliun. Namun pada akhir 2019 Schroders harus rela merosot ke peringkat empat karena AUM-nya yang anjlok Rp5,58 triliun atau setara 12,06 persen.

Adapun posisi Schroders Indonesia pada 2019 direbut oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen atau Batavia Prosperindo yang per akhir 2018 berada di peringkat ketiga. Per akhir 2019, Batavia Prosperindo meraih tahta perusahaan aset manajemen dengan AUM terbesar yakni dengan mencatatkan AUM Rp47,15 triliun, melonjak Rp6,8 triliun atau setara 16,87 persen.

Sementara itu posisi PT Mandiri Manajemen Investasi atau MMI tidak bergeser, alias tetap berada di urutan kedua dengan AUM Rp44,98 triliun per akhir 2019. AUM tersebut meningkat Rp2,94 triliun atau setara 6,98 persen.

Kemudian posisi PT Bahana TCW Investment Management atau Bahana naik satu tingkat ke peringkat ketiga. Per akhir2019, Bahana mencatatkan AUM Rp40,97 triliun, naik Rp2,19 triliun atau setara 5,66 persen.

Lalu posisi PT Manulife Aset Manajemen Indonesia atau MAMI tidak bergeser, alias tetap berada di urutan kelima dengan AUM Rp29,7 triliun per akhir 2019. AUM tersebut meningkat Rp1,86 triliun atau setara 6,7 persen.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

Tags: