Berita / Kategori / Artikel

Memahami & Menghitung Return Wajar Obligasi Korporasi Berdasarkan Rating

Pada prinsipnya, semakin rendah rating, berarti semakin tinggi risiko gagal bayar dan berlaku sebaliknya
• 24 Jun 2019
cover

Ilustrasi seorang investor fund manager sedang memegang kertas laporan fund fact sheet kinerja portofolio investasi reksadana saham obligasi surat berharga negara sukuk surat utang pemerintah korporasi

Bareksa.com - Rating adalah suatu penilaian yang terstandarisasi terhadap kemampuan suatu negara atau perusahaan dalam membayar utang-utangnya. Karena terstandarisasi artinya rating suatu perusahaan atau negara dapat dibandingkan dengan perusahaan atau negara lainnya sehingga dapat dibedakan siapa yang mempunyai kemampuan lebih baik, siapa yang kurang.

Rating dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat, dan biasanya untuk menjadi perusahaan pemeringkat harus mendapat izin resmi dari pemerintah.

Suatu rating terdiri dari 2 bagian, yakni rating dan outlook. Rating adalah kemampuan membayar utang, sedangkan outlook adalah pandangan dari perusahaan pemeringkat apakah rating akan naik, turun atau tetap pada periode penilaian berikutnya.

Rating sendiri terdiri dari 2 yaitu 3 huruf yang disertai dengan tanda atau angka tergantung perusahaan pemeringkat. Sebagai contoh urutan rating investment grade dari yang tertinggi hingga terendah secara umum adalah sebagai berikut :

Investment Grade

AAA atau Aaa

AA+, AA dan AA- atau Aa1, Aa2 dan Aa3

A+, A, dan A- atau A1, A2 dan A3

BBB+, BBB dan BBB- atau Baa1, Baa2 dan Baa3

Investment Grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi utangnya. Sehingga bagi investor yang mencari investasi yang aman, umumnya mereka memilih rating Investment Grade.

Pada prinsipnya, semakin rendah rating, berarti semakin tinggi risiko gagal bayar dan berarti semakin besar pula imbal hasil (return) yang diharapkan investor. Jadi ini menjadi alasan mengapa return kupon atau bunga obligasi korporasi dengan rating (AAA) bisa lebih rendah dibandingkan bunga bunga obligasi korporasi dengan rating (BBB).

Sumber : IBPA (per 21 Juni 2019)

Sebagai ilustrasi, kita belajar tentang cara menghitung return obligasi korporasi yang wajar, di mana fokus kepada tenor 1 tahun.

Diasumsikan risk free sebesar 6 persen, ditambah spread 115,35 bps atau 1,15 persen, maka return wajar obligasi korporasi dengan return AAA adalah 7,15 persen (6 persen + 1,15 persen). Sedangkan return wajar obligasi korporasi dengan return BBB adalah 9,68 persen (6 persen + 3,68 persen).

Mengapa rating obligasi BBB mempunyai return wajar 9,68 persen, lebih tinggi dibanding AAA? Karena risiko pemegang obligasi BBB lebih tinggi dibanding AAA, oleh karena itu agar para investor tertarik dengan obligasi BBB, maka harus diberikan return lebih tinggi dibanding AAA, seperti teori “high risk high return” yang telah kita kenal selama ini.

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa adalah salah satu mitra distribusi (midis) untuk penjualan surat utang negara ritel yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan. Transaksi online di Bareksa mudah dan bisa dilakukan kapan saja.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki agar bisa memesan produk Sukuk atau SBN di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di Sukuk dan produk SBN lainnya? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP, ini caranya.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli Sukuk dan produk SBN lainnya? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

Perlu dicatat, Sukuk Tabungan terbuka bagi masyarakat Indonesia dari kalangan manapun, tanpa memandang latar belakang keyakinan. Kehadiran Sukuk Tabungan ini tentunya memberikan alternatif untuk menyimpan uang pada instrumen yang menghasilkan potensi imbal yang cukup menarik.

(KA02/AM)

Tags: