Reksadana Hari Ini : IHSG Menguat, Return Dua Reksadana Campuran Ini Meroket

Semesta Dana Maxima dan HPAM Flexi Plus mencetak return positif pada perdagangan 10 Oktober 2018
Bareksa • 11 Oct 2018
cover

Ilustrasi seorang investor di depan papan tulis menghitung keuntungan investasi reksadana, saham, obligasi, deposito yang tertera dalam gambar grafik perbandingan.

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham

IHSG : -0,18  persen
Indeks Reksadana Saham : 0,4  persen
Aurora Dana Ekuitas : 6,88 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 0,75 persen
HPAM Syariah Ekuitas : 6,78 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksa Dana Campuran : 0,64 persen
TRIM Kombinasi 2 : 4,23 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,64 persen
Simas Syariah Berkembang : 0,94 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 0,6 persen
Ganesha Abadi : 1,77 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,52 persen
Bahana Mes Syariah Fund : 1,05 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,35 persen
Mega Dana Kas : 0,71 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,4 persen
Bahana Likuid Syariah : 0,47 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 10 Oktober 2018 menguat 0,41 persen ke level 5.820,67.  Meski begitu, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih Rp574 miliar. Benchmark obligasi pemerintah naik ke level 8,56 persen pada 10 Oktober 2018.

Seiring menguatnya IHSG, reksadana campuran Semesta Dana Maxima dan HPAM Flexi Plus mampu mencetak imbal hasil (return) positif pada perdagangan 10 Oktober 2018.

Reksadana saham Semesta Dana Maxima mencetak return 1,2 persen dalam sehari pada 10 Oktober 2018. Berdasarkan fund fact sheet periode Agustus 2018, portofolio investasi reksadana ini adalah campuran Obligasi BVIC I 2017, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Sedangkan reksadana saham HPAM Flexi Plus mencetak return 0,92 persen dalam sehari pada 10 Oktober 2018. Berdasarkan fund fact sheet periode Agustus 2018, portofolio investasi reksadana ini adalah campuran saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.