Mau Berinvestasi di Reksadana? Kenali Dulu Tiga Profil Risiko Investor Ini

Sebagai seorang investor maupun calon investor, mengenali profil risiko adalah hal penting
Bareksa • 10 Oct 2018
cover

Ilustrasi investor wanita sedang duduk di depan laptop melamun berpikir bingung untuk memilih produk investasi reksadana, saham, obligasi yang cocok.

Bareksa.com - Sebagai seorang investor maupun calon investor, mengenali profil risiko adalah hal penitng yang harus diketahui sebelum melakukan investasi. Sebab profil risiko ini akan menentukan produk investasi yang sesuai untuk kita pilih, berdasarkan tingkat imbal hasil (return) yang diharapkan dengan seberapa besar toleransi tingkat risiko yang dapat kita tanggung.

Sesuai dengan prinsip investasi, tingkat risiko yang berani kita ambil ini akan berbanding lurus dengan potensi return yang diharapkan. Atau istilah umumnya “high risk,high return”. Istilah tersebut bermakna apabila semakin tinggi risiko yang dapat ditanggung oleh seseorang, maka akan semakin besar pula keuntungan yang diharapkannya.

Selain itu, profil risiko juga harus dipertimbangkan ketika memilih produk investasi seperti reksadana.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Untuk diketahui, reksadana terdiri dari beberapa jenis aset yang ada dalam portofolionya dengan karakteristik yang berbeda dari sisi keuntungan maupun risikonya.

Secara umum, profil risiko yang menggambarkan karakter investor dalam berinvestasi ini terbagi menjadi 3  jenis yaitu tipe konservatif, moderat, dan agresif.

1. Tipe Konservatif (risk averse)

Investor yang bertipe konservatif memiliki profil risiko yang rendah dan cenderung menghindari risiko (risk averse). Dalam hal berinvestasi, investor ini lebih menyukai instrumen investasi yang aman dan takut jika pokok investasi (modal awal) akan berkurang.

Selain itu, tipe investor ini juga merasa nyaman dengan instrumen investasi yang imbal hasilnya tidak terlalu besar tetapi bergerak stabil.

Namun untuk memaksimalkan hasil investasinya, ada baiknya investor konservatif ini melakukan investasi dengan tujuan jangka panjang. Sebab, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai nilai investasi yang diinginkan tidak akan bisa diperoleh dalam jangka pendek.

Adapun instrumen investasi yang cocok untuk investor dengan profil ini seperti tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang.

Instrumen lain seperti reksadana pendapatan tetap atau obligasi pemerintah juga dapat menjadi alternatif pilihan investor berprofil risiko ini.

Sebab, kedua aset tersebut berpotensi menghasilkan imbal hasil lebih tinggi dengan risiko yang relatif rendah dalam jangka menengah hingga panjang.

2. Tipe Moderat (sedang)

Investor yang berprofil risiko moderat (sedang) ini memliki karakteristik yang siap menerima fluktuasi jangka pendek dengan potensi keuntungan yang diharapkan dapat lebih tinggi dari tingkat inflasi dan deposito.

Dalam hal ini, pengetahuan soal investasi reksadana bisa bergerak naik atau turun (fluktuatif) sudah dipahami oleh investor. Akan tetapi, mereka tetap saja tidak ingin uangnya hilang sama sekali saat berinvestasi.

Pilihan jenis reksadana yang cocok untuk tipe investor moderat ini adalah reksadana campuran yang risikonya masih relatif lebih rendah, dibandingkan dengan instrumen saham atau reksadana saham.

Namun, reksadana campuran ini juga memiliki potensi keuntungan yang tidak kalah dari reksadana jenis lainnya.

3. Tipe Agresif

Investor yang memiliki profil risiko agresif sangat siap untuk kaya dan juga siap untuk jatuh miskin (risk taker). Sesorang dengan profil risiko agresif siap kehilangan sebagian besar atau bahkan seluruh dana investasinya demi imbal hasil yang besar.

Pemilik profil risiko agresif ini siap untuk berinvestasi di seluruh instrumen keuangan seperti reksadana saham dan juga termasuk trading saham, forex, index dan komoditas. Tipe ini juga biasanya memiliki keberanian untuk terjun langsung ke dunia bisnis dan properti.

Itulah beberapa tipe investor berdasarkan dengan profil risikonya. Namun selain profil risiko, jangka waktu juga harus disesuaikan dengan tujuan atau kebutuhan investasi kita.

Patut diingat juga profil risiko dan jangka waktu ini merupakan kunci sukses dalam berinvestasi, khususnya pada investasi seperti reksadana.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.