Reksadana Adalah Investasi yang Aman Untuk Investor Pemula

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat yang nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi
Bareksa • 17 Jul 2018
cover

Ilustrasi investasi reksa dana, saham, obligasi yang memberikan keuntungan dalam jangka waktu panjang. (123rf.com)

Bareksa.com – Meningkatnya kesadaran masyarakat akan nilai uang yang tergerus inflasi setiap tahunnya membuat sejumlah orang ingin berinvestasi agar dapat menyiapkan berbagai kebetuhan di masa yang akan datang. 

Instrumen investasi saat ini makin bervariasi. Tidak hanya saham, obligasi, emas, atau pun deposito, kini masyarakat juga dapat berinvestasi di reksadana.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat yang nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi kembali, ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Apa keunggulan investasi di reksadana dibandingkan dengan jenis investasi lainnya? 

Bagi masyarakat yang tertarik untuk berivestasi, tapi masih awam dalam mengenal instrumen investasi, maka reksadana bisa menjadi pilihan investasi yang baik bagi pemula. Sebab reksadana memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh instrumen investasi lainnya. 

Apa saja yang membuat berinvestasi reksadana lebih unggul dari jenis investasi lainnya? Berikut penjelasannya :

1. Jumlah minimum investasi relatif kecil mulai Rp100.000, bahkan ada yang minimum Rp10.000

Salah satu keunggulan reksadana adalah jumlah minimum investasi sangat terjangkau. Jauh lebih rendah dibanding investasi saham yang nilai investasi saat pembukaan rekening pertama minimum harus menyetorkan dana jutaan rupiah.

Di marketplace Bareksa rata-rata minimum investasi di reksadana mulai Rp100.000. Bahkan jika kita membeli reksadana melalui Tokopedia dan Bukareksa di Bukalapak juga minimum pembelian hanya Rp10.000.

Nilai itu bahkan lebih rendah jika kita membuka rekening di bank. Keuntungan lainnya, jika bunga dari tabungan kita di bank sangat kecil dan nilai uang yang disimpan di bank akan tergerus oleh inflasi.

Adapun jika berinvestasi pada reksadana dapat memberi potensi keuntungan (return) yang jauh lebih besar dibanding bunga bank maupun deposito.

2. Dikelola secara profesional

Reksadana merupakan alternatif investasi yang tepat bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu, pengetahuan investasi, akses dan jumlah dana yang cukup besar untuk berinvestasi pada saham atau obligasi, tapi memiliki keinginan untuk berinvestasi.

Reksadana dikelola oleh manajer investasi yang memiliki kemampuan serta pengalaman cukup untuk mengelola dana investor dalam bentuk reksadana, sehingga investor tidak perlu memperhatikan pergerakan harga saham setiap waktu.

3. Mudah ditransaksikan dan likuid

Investasi di reksadana cukup likuid karena investor dapat melakukan transaksi pembelian atau penjualan reksadana kapan saja.

Investor juga dapat kapan saja menjual reksadana (redemption) setelah memiliki reksadana tersebut, dengan batas maksimum hasil penjualan reksadana masuk ke rekening investor adalah T+7.

Instrumen saham ada yang likuid (dapat ditransaksikan setiap saat) dan ada yang tidak likuid. Instrumen lainnya seperti deposito tidak dapat menarik dana yang diinvestasikan kapan saja, harus sesuai jatuh tempo deposito tersebut.

4. Transparan

Transparansi dari reksadana dapat terlihat dari fund fact sheet yang dikeluarkan oleh manajer investasi tiap bulannya. Fund fact sheet ini berisi informasi mengenai reksadana tersebut, kinerja reksadana selama periode tertentu dan lain sebagainya.

Fund fact sheet juga berisi alokasi terbesar portofolio reksadana tersebut, sehingga investor dapat mengetahui aset apa saja yang memiliki komposisi terbesar dalam reksadana. 

5. Jenis investasi yang dapat disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko

Reksadana terdiri atas beberapa jenis, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham. Setiap jenis reksadana ini memiliki karakteristik berbeda-beda dalam memberi risiko dan keuntungan (return).

Reksadana pasar uang dan pendapatan tetap memiliki risiko pasar yang relatif rendah dengan potensi keuntungan masing-masing 5 - 7 persen dan 8 - 12 persen dalam setahun. Kedua jenis reksadana ini cocok untuk investasi dengan tujuan jangka pendek dan investor yang memiliki profil risiko rendah. 

Sedangkan risiko reksadana saham dan campuran cenderung memiliki risiko pasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana pasar uang dan pendapatan tetap. Namun potensi return yang dihasilkan oleh kedua jenis reksadana ini, dalam setahun mampu menghasilkan masing-masing sekitar 15 dan 20 persen.

Pada umumnya reksadana campuran dan saham disarankan untuk investor yang memiliki tujuan investasi jangka panjang dan investor yang agresif dengan pertumbuhan aset yang cukup signifikan.

6. Dapat ditransaksikan secara online

Untuk memulai berinvestasi reksadana, kini dapat dilakukan secara online. Salah satunya melalui marketplace investasi Bareksa yang bekerja sama dengan PT Buana Capital.

Melalui transaksi online, investor tidak perlu repot-repot datang ke perusahaan aset manajemen -- perusahaan yang menerbitkan reksadana -- ataupun ke agen penjual reksadana tersebut.

Dan transaksi reksadana online pun dapat dilakukan kapan dan di mana saja melalui koneksi internet yang memberi fleksibilitas bagi investor. 

(AM)

***

Butuh bantuan?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.