Berita / Kategori / Artikel

Bareksa Kuasai Pangsa Pasar Investor Reksadana 24,3 Persen

Market share investor reksadana Bareksa meningkat signifikan dari posisi akhir 2017 sebanyak 10,25 persen
• 23 Aug 2018
cover

Ilustrasi investasi reksa dana, saham, obligasi yang memberikan keuntungan dalam jangka waktu panjang. (123rf.com)

Bareksa.com – PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa) berhasil mencetak pangsa pasar (market share) investor reksadana sekitar 24,3 persen per awal Agustus 2018. Market share berdasarkan jumlah investor reksadana yang dicatat Bareksa meningkat signifikan dari posisi akhir 2017 yang sebesar 10,25 persen.

Jumlah investor Bareksa per awal Agustus 2018 tercatat mencapai 200.000 orang. Sementara jumlah total investor reksadana berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencapai 822.221 orang per akhir Juli 2018.

Jumlah investor reksadana Bareksa hingga awal Agustus bertumbuh signifikan dibandingkan dengan akhir 2017. Pertumbuhan jumlah investor reksadana Bareksa sejak akhir tahun hingga awal Agustus mencapai 219,4 persen, sedangkan pertumbuhan investor reksadana secara industri 32,7 persen.

Kenaikan jumlah investor Bareksa didorong oleh kenaikan jumlah investor melalui Bareksa sendiri, maupun ditopang oleh kemitraan dengan beberapa perusahaan terkemuka yakni Tokopedia, Bukalapak, Doku, dan Mandiri e-Cash.

Seiring kenaikan jumlah investor, Bareksa juga membukukan kenaikan jumlah dana yang dinvestasikan oleh nasabah menjadi Rp1,2 triliun per 6 Agustus 2018. Angka itu melonjak 167 persen dibandingkan dana yang diinvestasikan Rp450 miliar per Desember 2017.

Pertumbuhan jumlah dana yang diinvestasikan di reksadana (subscription) melalui Bareksa seiring dengan pertumbuhan industri.

Berinvestasi Reksadana

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masayarakat pemodal sebagai investor. Melalui reksadana, dana investor diinvestasikan pada portofolio saham, surat utang serta instrumen pasar uang.

Reksadana merupakan instrumen investasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Di samping dapat memperoleh keuntungan melalui imbal hasil investasi (return), reksadana juga memiliki keuntungan likuiditas, artinya mudah ditransaksikan, baik jual maupun beli kapan saja.

Salah satu faktor meningkatnya jumlah investor reksadana adalah seiring perkembangan teknologi, penyedia platform pembelian dan penjualan (marketplace) reksadana secara online mulai muncul di industri reksadana. Kemudahan yang diberikan membuat masyarakat dapat membeli reksadana di mana pun dan kapan saja bisa dilakukan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kinerja industri reksadana tahun ini cukup cemerlang. Jumlah produk reksadana per 3 Agustus 2018 naik menjadi 1.973 produk dibandingkan akhir 2017 yang sebanyak 1.777 produk.

Nilai aktiva bersih (NAB) industri reksadana pada Juli 2018 juga naik 9 persen menjadi Rp498,4 triliun dibandingkan Rp457,5 triliun pada akhir 2017.

Tidak berbeda, jumlah unit penyertaan (UP) beredar di industri per 3 Agustsus 2018 tercatat 361,5 miliar, naik 11,5 persen dari 324,22 miliar pada Desember 2017.

Nilai dana yang diinvestasikan di reksadana (subscription) per Mei 2018 mencapai Rp307,21 triliun, melonjak 92,3 persen dari Rp159,69 triliun per Mei 2017.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

Tags: