Berita / Kategori / Artikel

Kenali Instrumen Investasi yang Memiliki Prospek Cerah di Masa Depan

Dengan memahami karakteristik dari jenis instrumen investasi, dapat meminimalisir kesalahan dalam investasi
• 28 Mar 2016
cover

Rupiah - (AntaraFoto)

Bareksa.com – Saat ini berinvestasi telah menjadi kebutuhan masyarakat modern yang semakin pintar dalam mengelola keuangan pribadinya. Kesadaran berinvestasi sejak dini akan semakin memberi ruang keuntungan yang lebih besar di masa yang akan datang. Bahkan investasi juga dapat meminimalisir risiko kita dalam menghadapi segala ketidakpastian finansial yang mungkin akan terjadi di masa depan. 

Beberapa keuntungan berinvestasi sejak usia muda dapat dilihat melalui tautan berikut

Jenis investasi banyak ragamnya. Secara umum, investasi terbagi dua jenis, yaitu investasi aset riil (berwujud) dan investasi aset finansial. Investasi aset riil (berwujud) di antaranya tanah, bangunan, emas, dan lainnya. Adapun investasi aset finansial merupakan penempatan aset pada produk perbankan dan pasar modal. 

Mengingat banyaknya jenis investasi yang tersedia, kita perlu mengenali beberapa instrumen investasi  agar sesuai dengan tujuan dan profil risiko yang kita miliki.  

Ingin tahu jenis instrumen investasi apa saja yang dapat menjadi pilihan  dan bagaimana dengan karekteristiknya masing-masing? Berikut ulasannya.  

1.    Properti 

Properti merupakan salah satu aset riil yang berwujud  tanah, rumah atau bangunan. Berinvestasi dalam properti  dapat memberi keuntungan dengan cara disewakan sehingga mampu menghasilkan pasif income dan harga properti juga cenderung meningkat dari tahun ke tahun. 

Namun berinvestasi dalam properti, seperti tanah atau bangunan memerlukan modal cukup besar. Selain itu jika membutuhkan dana dalam jangka pendek dan ingin menjual aset properti juga tidak mudah karena bukan termasuk aset likuid.

2.    Logam Mulia (Emas)

Investasi emas merupakan alternatif investasi yang dapat dipilih dalam bentuk riil aset. Sebaiknya logam mulia yang ingin diinvestasikan dalam bentuk batangan atau koin dan bukan yang sudah menjadi perhiasan. Hal ini untuk meminimalisir biaya atau ongkos pembuatan perhiasan yang biasanya akan dikenakan pada saat menjualnya. 

Emas juga termasuk aset likuid yang mudah diperjualbelikan dalam waktu cepat. Dalam jangka panjang pergerakan emas juga cukup stabil dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Namun dalam berinvestasi  emas, ada risiko dalam penyimpanannya. Risiko hilang maupun dicuri oleh orang lain lebih besar karena emas dapat dipindahtangankan dengan mudah. Selain itu juga ada kemungkinan harga emas menurun di pasar komoditas.

3.    Tabungan

Salah satu jenis investasi yang mudah dan cepat untuk menginvestasikan uang yang tersedia di perbankan. Menyimpan uang dalam bentuk tabungan di bank akan mendapat keuntungan berupa bunga. Kita juga dapat kapan saja mengambil uang sesuai dengan kebutuhan. 

Namun di sisi lain, investasi dengan cara menabung di bank ada kelemahannya, yaitu uang kita akan mudah berkurang karena uang tabungan dapat diambil dengan mudah melalui fasilitas mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang disediakan oleh bank. Selain itu, karena menabung merupakan investasi yang sangat minim risiko, tingkat bunga tabungan yang akan diperoleh juga sangat rendah bahkan hampir tergerus dengan inflasi yang terjadi setiap tahunnya.

4.    Deposito

Deposito merupakan produk investasi perbankan yang menempatkan sejumlah dana dengan jangka waktu tempo tertentu dengan tingkat keuntungan yang telah diperjanjikan oleh bank. Biasanya tingkat bunga yang ditawarkan lebih besar dari bunga tabungan biasa. Deposito termasuk investasi yang minim risiko karena tidak terpengaruhi oleh pergerakan pasar keuangan secara langsung seperti produk pasar modal. 

Namun kelemahan dari investasi deposito adalah apabila kita melakukan penarikan/pencairan dana sebelum jatuh tempo maka akan dikenakan penalti/denda. Selain itu juga akan dikenakan beban pajak sebesar 20 persen dari pendapatan bunga yang merupakan bagian keuntungan dari hasil investasi pada deposito. Hal ini yang akan mengempiskan keuntungan dari hasil investasi deposito. 

5.    Reksa Dana

Reksa dana merupakan wadah bagi masyarakat pemodal untuk menempatkan dananya pada kumpulan beberapa aset yang biasanya terdiri atas saham, obligasi, dan deposito yang selanjutnya dikelola oleh Manajer Investasi. 

Reksa dana ini termasuk jenis investasi yang memiliki risiko rendah karena reksa dana dikelola oleh Manajer Investasi  profesional dan memiliki kemampuan dalam mengelola investasi sehingga dana yang kita tempatkan pada reksa dana dapat berkembang. 

Reksa dana investasi yang likuid atau mudah dicairkan apabila membutuhkan dana dengan jangka waktu pendek dan keuntungan (return) yang hasilkan dari investasi reksa dana tidak dikenakan pajak seperti bunga deposito. Investasi reksa dana juga dapat di mulai dengan dana minimal pembelian Rp100.000. 

Saat ini juga untuk melakukan pembelian reksa dana sudah dapat dilakukan secara online. Salah satu platform online yang menyediakan transaksi reksa dana online adalah Marketplace Bareksa.com, sehingga dapat memberi kemudahan bagi investor untuk mengetahui informasi dan berinvestasi pada reksa dana.

Berinvestasi pada reksa dana juga ada risikonya, yaitu risiko pasar dari instrumen investasi yang terdapat pada portofolio reksa dana. Hal ini yang menyebabkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana naik dan turun setiap harinya sesuai dengan keadaan pasar instrumen investasi dalam portofolio reksa dana tersebut. 

6.    Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang dapat diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan (korporasi) dengan bunga (coupon) untuk jangka waktu tertentu dan pengembalian utangnya lebih dari satu tahun. Biasanya obligasi yang cukup aman adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah (Obligasi Republik Indonesia/ORI). 

Risiko yang dapat muncul dari investasi obligasi adalah gagal bayar (bangkrut/default) dari pihak yang menerbitkan surat utang sehingga memungkinkan kita untuk kehilangan nilai pokok investasi pada obligasi. Selain itu juga obligasi tidak dapat dicairkan dengan cepat apabila kita ingin mencairkan obligasi sebelum jatuh tempo. 

7.    Saham

Saham merupakan tanda penyertaan modal seseorang/investor pada sebuah perusahaan. Dengan membeli saham sebuah perusahaan, kita sama saja menjadi pemilik dari perusahaan tersebut seuai dengan proporsi saham yang kita miliki. Dengan memiliki saham, kita bisa mendapatkan keuntungan laba bisnis atau biasa disebut dengan dividend dan keuntungan dari kenaikan harga saham dipasar (capital gain).

Beinvestasi pada saham cukup berisiko tinggi, karena pergerakan harga saham sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dalam maupun luar negeri sehingga membuat harga saham naik dan turun dengan cepat setiap harinya.

Penurunan  harga saham di pasar dapat saja terjadi dan memungkinkan kita kehilangan modal yang kita miliki pada saham (capital loss).

Dalam berinvestasi, tentunya perlu dipahami bahwa setiap instrumen investasi memiliki karakteristik berbeda-beda dari segi keuntungan yang akan dihasilkan dan risiko yang harus ditanggung. Hal ini dikarenakan pada dasarnya setiap investasi semakin tinggi risiko yang dapat ditanggung, maka keuntungan yang diharapkan semakin besar (high risik high return)

Itulah penjelasan mengenai karakteristik beberapa instrumen investasi yang dapat menjadi pedoman sebelum memulai berinvestasi. Sebaiknya untuk memilih instrumen investasi disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing individu. Hal ini dilakukan untuk menimilisir dari kesalahan dalam berinvestasi sehingga tujuan dalam berinvestasi dapat tercapai. 

***

Butuh bantuan?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

 
Tags: