BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

BRIS dan BMRI Sambut Baik Restrukturisasi Kredit Covid-19 Selesai

Martina Priyanti02 April 2024
Tags:
BRIS dan BMRI Sambut Baik Restrukturisasi Kredit Covid-19 Selesai
Ilustrasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BRIS. (Shutterstock)

Harga saham BRIS pada perdagangan, Selasa (2/4/2024) per pukul 10.56 WIB, berada pada posisi Rp2.580 per saham, naik 1,57% dan saham BMRI minus 2,54% menjadi Rp6.725 per saham

Bareksa.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menghentikan kebijakan tersebut per Minggu (31/3/2024). OJK menilai kondisi perbankan nasional saat ini memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi dinamika perekonomian dengan didukung oleh tingkat permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan manajemen risiko yang baik.

Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), Bob T. Ananta menyampaikan bahwa perseroan menyambut baik atas berakhirnya kebijakan stimulus restrukturisasi kredit perbankan akibat dampak pandemi Covid-19. "Kami mendukung waktu pencabutan itu (restrukturisasi kredit Covid-19). Sekarang perekonomian sudah mulai kembali dan tidak seperti saat pandemi Covid-19 yang lalu," kata Bob, Senin (1/4/2024).

Bob menambahkan BSI sendiri telah melakukan antisipasi sejak awal apabila OJK resmi menghentikan kebijakan restrukturisasi kredit. Dia memastikan pengaruh penghentian kebijakan tersebut telah diperhitungkan oleh BSI. Hingga di akhir 2023, menurut laporan keuangan perseroan, kualitas pembiayaan (non-performing financing/NPF) gross BSI tercatat membaik pada posisi 2,08%. Adapun cash coverage ratio (NPF Coverage) tercatat di angka 194,35%. "Pencadangan kami itu juga cukup. Kami punya cash coverage ratio-nya sekitar hampir mendekati 200%, yaitu sekitar 190an%. Insya Allah, (pencadangan) cukup," kata Bob.

Debitur Terdampak Covid-19 Telah Kembali Normal

Sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyatakan nilai restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 telah mengalami penurunan yang signifikan dan sebagian besar debitur telah memasuki tahap normalisasi. "Saat ini kondisi debitur terdampak Covid-19 telah mencapai soft landing, sebelum berakhirnya kebijakan stimulus restrukturisasi kredit oleh OJK."ujar Corporate Secretary Bank Mandiri, Teuku Ali Usman, Senin.

Promo Terbaru di Bareksa

Ali menjelaskan kondisi usaha para debitur saat ini telah kembali dapat memenuhi kewajiban pembayaran kredit baik cicilan pokok maupun bunga. Pihaknya menilai, berakhirnya kebijakan stimulus restrukturisasi kredit perbankan dalam rangka penanganan Covid-19 ini, tentunya telah mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia yang telah pulih dari pandemi hampir di semua sektor.

Adapun, sektor yang paling terdampak saat pandemi Covid-19 di Bank Mandiri antara lain sektor Pengangkutan dan Pergudangan dan Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum. Bank Mandiri, lanjut Ali, akan tetap memantau secara ketat kondisi usaha debitur melalui Early Warning Signal, dan dapat memberikan restrukturisasi lanjutan apabila dibutuhkan. Khusus untuk debitur yang mendapat restrukturisasi Covid-19, mayoritas sudah masuk ke level normal (sebelum pandemi). Hanya tersisa sedikit di sektor-sektor tertentu.

Adapun harga saham BRIS pada perdagangan, Selasa(2/4/2024) per pukul 10.56 WIB, berada pada posisi Rp2.580 per saham, naik 1,57%. Sementara itu saham BMRI pada hari ini per pukul 10.56 WIB, minus 2,54% menjadi Rp6.725 per saham.

Beli Saham di Sini

(IQPlus/09230895/09231323/mp)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.


Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.314,36

Up0,41%
Up3,60%
Up0,02%
Up5,91%
Up19,01%
-

Capital Fixed Income Fund

1.764,83

Up0,56%
Up3,41%
Up0,02%
Up7,22%
Up17,48%
Up42,87%

STAR Stable Income Fund

1.915,81

Up0,53%
Up2,89%
Up0,02%
Up6,25%
Up30,81%
Up60,29%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.757

Down- 0,19%
Up3,05%
Up0,01%
Up4,62%
Up19,15%
Up47,74%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.038,38

Up0,12%
Up2,03%
Up0,02%
Up2,94%
Down- 1,75%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua