Ini Strategi MAMI Kembangkan Investasi Berkelanjutan

MAMI segera meluncurkan strategi menerapkan investasi bertemakan kepedulian terhadap lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik (ESG)
Abdul Malik • 22 Nov 2022
cover

Afifa, CEO dan Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia atau MAMI (tengah) saat melaksanakan program penanaman 1.000 pohon di Kabupaten Pandeglang, Banten (21/11/2022). (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Investasi berkelanjutan jadi tren saat ini, seiring ancaman dampak pemanasan global dan perubahan iklim yang semakin nyata. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) tak ketinggalan memiliki misi serupa. Manajemen investasi terbesar di Indonesia dengan dana kelolaan Rp105 triliun (per September 2022) tersebut, segera meluncurkan strategi penerapan investasi yang mengusung kepedulian terhadap lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik (ESG). 

Afifa, CEO dan Presiden Direktur MAMI mengatakan meskipun secara pengelolaan, perusahaan sudah mengadopsi yang tercermin dari pengelolaan produk reksadananya. Namun untuk tema dan strategi mengembangkan ESG, dalam waktu dekat manajer investasi yang mengelola dana investasi dari 1,9 juta investor tersebut akan meluncurkannya. 

“Kalau untuk strategi di pelaksanaan pengelolaan reksadana kami, apakah itu fixed income dan  equity, kami sudah mengadopsi. Jadi seleksi yang kami lakukan atas underlying asset reksadana itu sudah berdasarkan konsep ESG. Bagaimana dia ramah lingkungan dan GCG. Tapi kalau untuk strategi khusus terkait ESG dalam waktu dekat akan kami luncurkan,” ungkap Afifa di Pandeglang, Banten (21/11/2022). 

Komitmen untuk pengembangan investasi berkelanjutan ini sejalan dengan hasil presidensi Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali pada 15-16 November 2022 lalu yang salah satunya  mengkampanyekan investasi hijau jadi misi utama negara-negara di dunia, guna memitigasi dampak pemanasan global dan perubahan iklim. 

Menurut Afifa, kepedulian terhadap lingkungan harus jadi nilai perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, termasuk MAMI. Sehingga dalam menjalankan bisnis, perusahaan tidak hanya mengejar untung semata, melainkan juga harus berkontribusi terhadap lingkungan dan sosial. “Apalagi ini kontribusinya untuk bumi, di mana anak cucu akan tinggal lebih lama lagi,” dia memaparkan. 

Investasi Tanah Hutan dan Pertanian

Manulife Group yang merupakan induk perusahaan MAMI, juga memiliki strategi dalam mengembangkan investasi hijau, yakni investasi di tanah hutan (timberland) dan pertanian (agrikultur). Hingga saat ini, Manulife Investment jadi satu-satunya perusahaan manajemen investasi dengan fokus investasi di tanah hutan dan pertanian terbesar di dunia. 

“Di mana kami membuat hutan dan agrikultur supaya lebih berkelanjutan dan juga memberikan return (imbal hasil) kepada investor. Di Indonesia belum ada, tapi di Manulife Global sudah diterapkan,” Afifa menjelaskan.

Menurut catatan Manulife Investment Group, pada akhir 2021 perseroan berinvestasi di tanah hutan senilai total US$11,52 miliar atau sekitar Rp180,51 triliun (kurs saat ini Rp15.664 per dolar AS), yang tersebar di 6 negara. 

Enam negara itu yakni di Amerika Serikat (AS), investasi tanah hutan seluas 3,57 juta hektare senilai US$6,62 miliar. Kemudian di Selandia Baru dengan luas tanah hutan 527 ribu hektare senilai US$2,41 miliar, hingga Australia seluas 1,37 juta hektare senilai US$2,04 miliar. Manulife Investment juga berinvestasi tanah hutan di Kanada, serta Cile dan Brazil masing-masing senilai US$56 juta dan US$89 juta.

Berdasarkan hasil studi Manulife Investment, berinvestasi di tanah hutan dan pertanian mendatangkan cuan menggiurkan buat investor, selain mengusung investasi berkelanjutan. Hasil studi kasus di AS, secara historis investasi di tanah hutan bisa meraih keuntungan (bersih dari inflasi) antara 4-10% dan imbalan nominal 7-13% per tahun. Adapun investasi di tanah pertanian bisa meraih imbal hasil nominal 6-13% per tahun atau imbalan bersih 4-9% per tahun. 

Besaran imbal hasil itu bahkan lebih tinggi dari keuntungan investasi di obligasi korporasi, Obligasi Negara AS, saham-saham non AS, saham kapitalisasi kecil, indeks saham S&P 500, hingga investasi di real estate komersial. 

Tanam 1.000 Pohon dan Bangun Sarana Air Bersih

Sebagai bagian dari upaya untuk menerapkan prinsip kepedulian terhadap lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik, MAMI pun terus gencar melaksanakan program tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) hingga purifikasi reksadana syariah yang disalurkan dalam bentuk bantuan sosial ke masyarakat. 

Terakhir, guna memperingati hari pohon sedunia, MAMI menyelenggarakan program CSR Tanam 1.000 pohon pada Senin (21/11/2022) di Kabupaten Pandeglang, Banten. Afifa beserta jajaran karyawan MAMI ikut secara langsung dalam aksi penanaman pohon ini. Pohon yang ditanam yakni 700 tanaman durian musang king, durian bawor, mangga harum manis, alpukat, jambu air, jambu mete, dan jengkol, serta 300 pohon bakau.

“Penanaman dilakukan di lahan tandus, rumah warga, dan pesisir pantai,” kata Afifa. 

Untuk penanaman pohon bakau atau mangrove dilakukan di salah satu lokasi pesisir pantai yang pada Desember 2018 silam diterjang ombak tsunami. Tsunami itu disebabkan oleh letusan Anak Krakatau di Selat Sunda menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung, Indonesia. Dalam aksi tanam 1.000 pohon di Pandeglang tersebut, MAMI menggandeng Yayasan Dompet Dhuafa Republika (“Dompet Dhuafa”) sebagai pelaksana program. Setiap CSR yang bersumber dana perusahaan itu, dilakukan dengan tema yang berbeda.

Selain itu, MAMI juga telah menyalurkan dana purifikasi reksadana syariah senilai Rp1,3 miliar dalam waktu 5 tahun terakhir, atau sejak 1 Januari 2017 hingga 20 November 2022. Afifa menyatakan dana purifikasi terakhir ialah untuk produk reksadana syariah Manulife Syariah Sukuk Indonesia sekitar Rp112 juta untuk membangun sarana air bersih di dua lokasi sekaligus, yaitu Pamekasan dan Bojonegoro, Jawa Timur. 

Tahun lalu, dana purifikasi reksadana syariah yang disalurkan MAMI Rp230 juta untuk proyek renovasi Jembatan Gununghalu di Bandung Barat, Jawa Barat. Sedangkan pada 2020, 2019, 2018, dana purifikasi senilai Rp148 juta, Rp88,6 juta, dan Rp285,8 juta masing-masing disalurkan untuk merenovasi SDN Sinarjati 03 (Bekasi), SDN Seroja (Bogor), dan SDN Sukarena (Serang, Banten). Pada 2017, dana Rp424,3 juta disalurkan untuk membangun jembatan di Desa Bantardowo, Gunung Pati, Semarang.

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.