Dirut KSEI, Uriep Budhi Prasetyo : Peran Fintech di Pasar Modal Terus Meningkat

Peran fintech dalam mendongkrak industri pasar modal dan reksadana kian prospektif, seiring investor usia milenial dan c generation banyak yang melek teknologi
Abdul Malik • 27 May 2022
cover

Uriep Budhi Prasetyo, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. (dok. Pribadi)

Bareksa.com - Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Uriep Budhi Prasetyo, mengatakan kontribusi perusahaan teknologi finansial (fintech) terhadap industri pasar modal termasuk reksadana terus meningkat. Hal ini terbukti per April 2022 dana kelolaan reksadana melalui agen penjual fintech melesat 33  persen dibandingkan akhir Desember 2021. 

Uriep optimistis ke depan peran fintech dalam mendongkrak industri pasar modal dan reksadana kian prospektif.  “Karena usia milenial dan Z generation itu kan banyak melek teknologi, mereka mencari yang praktis dan lebih cepat untuk melakukan transaksi. Sementara kami di KSEI juga menyiapkan instrastrukturnya untuk meningkatkan layanan dan efisiensi industri,” ungkap Uriep kepada Bareksa (25/5/2022). 

Seperti apa perkembangan peran fintech terhadap perkembangan industri pasar modal dan reksadana? Berikut kutipan wawancara Abdul Malik dari Bareksa dengan Dirut KSEI, Uriep Budhi Prasetyo

Berapa total jumlah investor pasar modal saat ini?

Total jumlah investor pasar modal saat ini sekitar 8,6 juta. Dari angka itu, 99,58 persen merupakan investor ritel atau sekitar 8,56 sekian juta investor. Sisanya investor institusi. 

Sumber : KSEI

Dari total jumlah investor pasar modal, berapa yang berinvestasi melalui fintech?

Dari 8,56 juta investor tadi, hampir 77 persen atau sekitar 76,79 persen investornya memiliki rekening di selling agent (agen penjual) fintech, atau sekitar 6,61 juta investor. Dari angka ini mayoritas merupakan investor ritel atau individu sebanyak 6,6 juta lebih, sementara investor institusi hanya 285 yang lewat fintech.

Seperti apa kontribusi agen penjual fintech terhadap total dana kelolaan reksadana?

Dana keolaan (AUM) reksadana melalui selling agent fintech per April 2022 melesat 33 persen dari posisi Desember 2021.  

Seperti apa frekuensi transaksi reksadana di fintech?

Total transaksi subscription reksadana melalui fintech sepanjang 2021 frekuensinya hampir 18,5 juta kali atau tepatnya 18.480.881, jadi hampir 18,5 juta kali frekuensi subscription. 

Adapun sepanjang 2022 per April sudah hampir 8,5 juta kali frekuensi subscription. Jadi kemungkinan ini akan naik saya optimstimistis insya Allah naik. 

Sedangkan total transaksi redemption reksadana melalui fintech sepanjang 2021 ada 7,6 juta kali frekuensi atau hampir 7,7 juta kali. Sekarang redemption sepanjang tahun berjalan hingga per April 2022 sudah 2,8 juta kali frekuensi. 

Reksadana apa yang paling diminati oleh investor di fintech?

Kalau ditanya reksadana apa yang paling banyak jumlah investornya? Jawabannya adalah money market fund (reksadana pasar uang) dengan jumlah investornya sekitar 2,25 juta secara total industri. 

Dari angka itu, jumlah investor reksadana pasar uang yang melalui fintech juga sudah 2 juta atau tepatnya 2.094.000 investor. Reksadana pasar uang itu banyak dipakai orang bertransaksi yang ritel, orang pilihannya itu.

Total dana kelolaan reksadana pasar uang secara industri saat ini Rp111 triliun per April 2022, sementara yang melalui fintech Rp7,4 triliun. 

Pilihan berikutnya adalah fixed income fund (reksadana pendapatan tetap), terus equity fund (reksadana saham). Untuk asset under management (AUM) fixed income fund itu totalnya di capital market Rp152 triliun per April 2022. Kemudian AUM fixed income yang lewat selling agent fintech sekitar Rp8,56 triliun. 

Hingga saat ini berapa total agen penjual fintech yang terdaftar di KSEI?

Sampai saat ini selling agent fintech yang terdaftar di KSEI ada 17 selling agent. Tren kontribusi fintech akan semakin besar, meskipun dari sisi dana kelolaan sizenya masih kecil, 

Mengapa bapak optimistis kontribusi fintech ke industri reksadana maupun pasar modal akan terus meningkat ke depan?

Sebab dari total 8,6 juta investor pasar modal per April 2022 tersebut, yang usianya masih muda, baik z generation atau milenial, itu sekitar 80 persenan. Dari angka itu yang usianya di bawah 30 tahun itu 60,29 persen kontribusinya terhadap total investor yang individual. Sedangkan investor yang berusia antara 31 - 40 tahun itu menyumbang 21,59 persen. 

Sumber : KSEI

Apa dukungan KSEI terhadap tren tersebut dan agar peran fintech di industri pasar modal semakin meningkat?

Poinnya saya di sini, ke depan peran fintech makin prospektif karena usia milenial dan z generation itu kan banyak yang melek teknologi. Mereka mencari yang praktis dan lebih cepat untuk melakukan transaksi, Sementara kami di KSEI juga menyiapkan instrastrukturnya untuk meningkatkan layanan dan efisiensi industri. Di antaranya simplifiaksi pembukaan rekening dan administrasi KYC (know your customer).  

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.