IHSG Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Reksadana Saham dan Index Fund Bullish

IHSG pada perdagangan Jumat ditutup melesat 1,26 persen atau 87,794 poin menembus 6.720
Abdul Malik • 19 Nov 2021
cover

Ilustrasi investor memantau perkembangan pasar saham atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil meroket dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa, sehingga berpengaruh terhadap investasinya di reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (19/11/2021) ditutup melesat 1,26 persen atau bertambah 87,794 poin menembus 6.720. Level penutupan tersebut merupakan rekor tertinggi baru IHSG sepanjang masa.

Sebelumnya penutupan IHSG sempat mencapai level tertinggi pada 11 November lalu di 6.691, serta 19 Februari silam di level 6.689. Penutupan IHSG hari ini juga menembus level psikologisnya yang baru yakni di atas 6.700 -an.

Penguatan indeks saham hari ini, salah satunya ditopang oleh kenaikan saham-saham penghuni Indeks LQ45 yang juga melompat 1,87 persen. Ada sebanyak 31,57 miliar saham diperdagangkan hari ini dengan nilai Rp14,62 triliun, termasuk transaksi di pasar negosiasi Rp2,33 triliun. Investor asing memborong saham-saham nasional dengan mencatatkan beli bersih (net buy) Rp474,03 miliar.

Sentimen positif pasar saham nasional datang dari pengumuman neraca pembayaran Indonesia (NPI) oleh Bank Indonesia yang mencatat surplus US$10,7 miliar pada kuartal III 2021, sangat membaik dari kuartal II 2021 yang defisit US$0,4 miliar.

Surplus NPI ditopang kinerja transaksi berjalan yang surplus US$4,5 miliar atau 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) RI. Nilai surplus transaksi berjalan itu adalah yang terbesar dalam 12 tahun terakhir, ditopang oleh meningkatnya nilai ekspor seiring lonjakan harga komoditas.

Menurut analisis Bareksa, lompatan IHSG hingga menembus rekor tertinggi barunya hari ini karena didorong optimisme pelaku pasar atas prospek pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, penguatan pasar saham juga ditopang oleh aksi window dressing yang bisa datang lebih cepat.

Para investor juga mulai memburu saham berkapitalisasi besar seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Analisis Bareksa memprediksi pergerakan IHSG pekan depan akan bervariatif akibat sentimen faktor eksternal yakni pengumuman Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) yang baru, yang rencananya diumumkan akhir pekan ini.

Di tengah lonjakan IHSG yang mencatatkan rekor tertinggi barunya, kondisi itu bisa mendorong kinerja reksadana saham dan reksadana indeks (index fund) ikut bullish (tren kenaikan). Beberapa produk reksadana saham dan index fund yang bisa dipertimbangkan investor adalah sebagai berikut :

Imbal Hasil 1 Tahun (per 18 November 2021)

Reksadana Saham

Sucorinvest Maxi Fund : 18,14 persen
Sucorinvest Equity Fund : 16,46 persen

Imbal Hasil 3 Bulan (per 18 November 2021)

Reksadana Indeks

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund : 12,1 persen
BNP Paribas Sri Kehati : 10,82 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu ya!

(Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.