Indeks Bangkit, Reksadana Saham RHB dan Sucorinvest Meroket

RHB Alpha Sector Rotation dan Sucorinvest Sharia Equity Fund mencetak imbal hasil 1,16 persen dan 1,15 persen sehari
Abdul Malik • 13 Oct 2021
cover

Ilustrasi investasi reksadana saham obligasi surat berharga negara yang digambarkan dengan uang koin receh di dalam beberapa toples wadah kaca dengan tanaman pohon hijau bertumbuh

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace finansial dan investasi terintegrasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta kinerja indeks acuannya (benchmark) periode sebulan terakhir (per 12 Oktober 2021) :

Reksadana Saham

IHSG : 6,42 persen
Indeks Reksadana Saham : 5,25 persen
Rencana Cerdas : 10,85 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 3,83 persen
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 12,7 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 3,18 persen
Simas Satu : 6,97 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 3,27 persen
TRIM Syariah Berimbang : 6,07 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: -0,25 persen
Sucorinvest Stable Fund : 0,63 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,02 persen
Mandiri Investa Dana Syariah : 0,32persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,23 persen
Sucorinvest Money Market Fund : 0,43 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,22 persen
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,38 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 12 Oktober 2021 naik 0,41 persen ke level 6.486,27. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 12/10/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 6,4 persen pada 12 Oktober 2021.

Di tengah kenaikan IHSG, di aplikasi marketplace reksadana Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) 1,16 persen dan 1,15 persen dalam sehari pada perdagangan 12 Oktober 2021. Reksadana itu adalah RHB Alpha Sector Rotation dan Sucorinvest Sharia Equity Fund.

Reksadana RHB Alpha Sector Rotation mencetak imbal hasil (return) 1,16persen dalam sehari pada 12 Oktober 2021. Berdasarkan fund fact sheet periode Agustus 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), Deposito Bank NOBU, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Sedangkan reksadana Sucorinvest Sharia Equity Fund mencetak imbal hasil (return) 1,15 persen dalam sehari pada 12 Oktober 2021. Berdasarkan fund fact sheet periode September 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Samindo Resources Tbk (MYOH).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.​

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Reynaldi Gumay/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.