BeritaArrow iconPasar ModalArrow iconArtikel

Dalam Lanscape Keuangan Syariah, di Mana Sukuk dan Reksadana?

Abdul Malik23 September 2020
Tags:
Dalam Lanscape Keuangan Syariah, di Mana Sukuk dan Reksadana?
Ilustrasi investor Muslimah yang berinvestasi di reksadana syariah dan sukuk. (Shutterstock)

Per Juni 2020, reksadana syariah membukukan aset Rp58,07 triliun, sukuk negara Rp868,43 triliun dan sukuk korporasi Rp29,39 triliun

Bareksa.com - Otoritas Jasa Keuangan (23/9/2020) merilis data lanscape keuangan syariah Indonesia. Data OJK mencatat, per Juni 2020 total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk saham syariah) mencapai Rp1.608,5 trilin atau setara US$112,47 miliar (kurs tengah BI per 30 Juni Rp14.302 per dolar AS). Market share keuangan syariah Indonesia tercatat 9,63 persen, dari total aset industri keuangan Indonesia.

Illustration

Sumber : OJK

Aset keuangan syariah tersebut disumbang oleh perbankan syariah yang senilai Rp545,39 triliun, industri keuangan non bank (IKNB) Rp107,22 triliun, dan pasar modal syariah Rp955,89 triliun. Secara YoY pada Juni 2020, nilai aset tersebut meningkat 20,45 persen. Dibanding 2019, aset pasar modal syariah tumbuh tertinggi mencapai 16 persen di mana akhir tahun lalu masih senilai Rp824,2 triliun.

Promo Terbaru di Bareksa

Illustration

Sumber : OJK

Market Share Dibanding Konvensional

Untuk perbankan syariah berhasil meraih pangsa pasar 6,18 persen dengan nilai aset Rp545,39 triliun per Juni 2020, dibandingkan bank konvensional yang nilai asetnya mencapai Rp8.830,8 triliun. Perbankan syariah di dalamnya termasuk bank umum syariah, unit usaha syariah dan bank pembiayaan rakyat syariah.

Kemudian IKNB syariah membukukan aset Rp107,22 triliun dengan market share 4,33 persen, dibandingkan konvensional yang senilai Rp2.477,2 triliun. IKNB syariah di dalamnya termasuk takaful, lembaga pembiayaan syariah dan non bank syariah.

Adapun pasar modal syariah membukukan aset Rp955,89 triliun per Juni 2020, meraih pangsa pasar 17,72 persen dibandingkan konvensional yang senilai Rp5.395,7 triliun. Pasar modal syariah di dalamnya termasuk sukuk korporasi, sukuk negara dan reksadana syariah.

Illustration

Sumber : OJK

Dirinci berdasarkan jenis industrinya, selain perbankan syariah, sukuk negara membukukan nilai aset tertinggi yakni Rp868,43 triliun per Juni 2020. Kemudian disusul reksadana syariah Rp58,07 triliun, lembaga non bank syariah Rp41,61 triliun, asuransi syariah Rp40,84 triliun, sukuk korporasi Rp29,39 triliun dan lembaga pembiayaan syariah Rp24,77 triliun.

Adapun kapitalisasi saham syariah tercatat senilai Rp2.905,77 triliun per Juni 2020.

Illustration

Sumber : OJK

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.


Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Empty Illustration

Produk Belum Tersedia

Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua