Berita / Kategori / Artikel

Tiga Saham Ini Kembali Beraksi di Pre Closed Bawa IHSG Cetak Rekor Baru 6.133

Bobot kapitalisasi tiga saham tersebut mencapai 15 persen terhadap kapitalisasi BEI
• 19 Dec 2017
cover

IHSG tembus 6.000, manajemen Bursa Efek Indonesia menggelar konferensi pers di Main Hall, Rabu (25/10)

Bareksa.com – Mengawali pekan ini pada hari Senin 18 Desember 2017, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren positifnya. IHSG terus membukukan rekor baru tertinggi sepanjang masa (all time high). Meskipun sempat tertekan sepanjang perdagangan hari ini, IHSG kembali di tutup di zona hijau.

Menariknya, kenaikan drastis IHSG dari zona merah menuju zona hijau terjadi hanya dalam 10 menit di masa pra penutupan untuk membentuk harga penutupan (pre closed) yang terjadi pada pukul 15.50 – 16.00 WIB sesuai regulasi yang dibuat oleh Bursa Efek Indonesia.

Sebagai informasi, di Bursa Efek Indonesia terdapat masa pre-closing sebagai masa pembentukan harga untuk penutupan hari tersebut. Jelasnya terlihat dalam grafik berikut ini. (Baca : IHSG Ditutup Hijau 10 Menit Terakhir, Ditarik Saham Ini)

Grafik: Pergerakan IHSG Secara Intraday

Sumber: Bareksa.com

IHSG hari ini ditutup di level 6.133,9, naik 0,23 persen dari penutupan sebelumnya 6.119. Padahal, sebelumnya IHSG pada pukul 15.49 WIB masih berada di level 6.096. Pergerakan indeks terutama selama masa pre closed terdorong oleh saham-saham di sektor consumer seperti PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (Lihat : Jelang Suku Bunga BI Diumumkan, Semua Sektor Menghijau Topang IHSG Tembus 6.100)

Grafik: Pergerakan Harga Ketiga Saham Secara Intraday

 

Sumber: Bareksa.com

Kenaikan ketiga saham tersebut dalam 10 menit menjelang perdagangan berakhir cukup signifikan. Saham GGRM menguat 2,72 persen dengan nilai kapitalisasi perusahaan mencapai Rp151 triliun. Kemudian saham HMSP menguat 2 persen dengan nilai kapitalisasi mencapai Rp511 triliun, dan UNVR menguat 1,5 persen dengan nilai kapitalisasi Rp398 triliun. (Baca : Apakah Window Dressing Kembali Terjadi Akhir Tahun Ini? Simak Ulasannya)

Kenaikan itu sangat mempengaruhi pergerakan indeks, dikarenakan jumlah nilai kapitalisasi pasar ketiga emiten consumer tersebut jika dijumlah setara dengan Rp1.060 triliun. Sedangkan, nilai kapitalisasi IHSG sendiri mencapai Rp6.781 triliun per 15 Desember 2017 (mengacu pada data statistik BEI). (Lihat : HMSP Melonjak 5,36 Persen, Bagaimana Prospek Saham HM Sampoerna?)

Artinya, jika di bandingkan antara kapitalisasi hanya dari ketiga perusahaan tersebut terhadap indeks maka setara dengan 15,63 persen. karena itu, naiknya saham ketiga emiten ini hanya dalam waktu 10 menit mampu membalikkan IHSG dari zona merah ke zona hijau sehingga mampu terus mencatatkan rekor barunya. (AM) (Baca : Saham GGRM dan HMSP Dalam Tren Naik Sebulan Terakhir, Ini Penyebabnya)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.

Tags: