Harga Emas Hari Ini Terendah sejak Desember 2025, Commerzbank Prediksi US$5.200 di 2027
Harga emas global turun ke level terendah sejak Desember 2025 akibat penguatan dolar AS. Meski terkoreksi, Commerzbank masih memproyeksikan harga emas mencapai US$5.200 per troy ons pada akhir 2027.

Harga emas global turun ke level terendah sejak Desember 2025 akibat penguatan dolar AS. Meski terkoreksi, Commerzbank masih memproyeksikan harga emas mencapai US$5.200 per troy ons pada akhir 2027.
Bareksa - Harga emas global melanjutkan koreksi pada perdagangan Senin (8/6/2026) dan sempat turun ke kisaran US$4.268,74 per troy ons, level terendah sejak Desember 2025 berdasarkan data historis XAU/USD. Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS serta meningkatnya ekspektasi bahwa suku bunga Amerika Serikat akan tetap tinggi lebih lama.
Meski demikian, koreksi saat ini terjadi setelah reli panjang emas sepanjang 2025 hingga awal 2026. Harga emas global masih berada jauh di atas level Juni 2025 yang berada di kisaran US$3.300-an per troy ons.
Di pasar domestik, harga emas fisik digital juga masih mencatat kinerja positif dalam jangka panjang meski mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.
Promo Terbaru di Bareksa
Per 8 Juni 2026, harga beli emas di Bareksa Emas tercatat:
Mitra | Harga Beli | Kenaikan 1 Tahun |
|---|---|---|
Treasury | Rp2.548.214/gram | 42,43% |
Pegadaian | Rp2.649.000/gram | 44,43% |
Indogold | Rp2.580.000/gram | 42,65% |
Sumber: Bareksa Emas
Sementara itu, harga emas batangan Antam hari ini di Rp2.743.000/gram, atau masih naik 44,06% setahun terakhir. Harga emas global berada di kisaran US$4.296 per troy ons dengan kurs rupiah sekitar Rp18.181 per dolar AS.
Dolar AS Kembali Menekan Harga Emas
Mengutip riset Treasury (8/6/2026), penguatan indeks dolar AS (DXY) ke atas level 100 menjadi salah satu faktor yang mengurangi daya tarik emas dalam jangka pendek. Data ekonomi AS yang relatif kuat, termasuk aktivitas bisnis dan pasar tenaga kerja, mendorong pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve belum terburu-buru memangkas suku bunga.
Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung meningkatkan kepemilikan aset berbasis dolar sehingga harga emas menghadapi tekanan. Namun, pelemahan emas saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor siklus pasar dan sentimen suku bunga dibanding perubahan fundamental jangka panjang.
Commerzbank Tetap Optimistis hingga 2027
Di tengah koreksi harga saat ini, Commerzbank masih mempertahankan pandangan konstruktif terhadap emas. Bank asal Jerman tersebut memproyeksikan harga emas mencapai:
Akhir 2026 : US$4.800/troy ons
Akhir 2027 : US$5.200/troy ons
Target akhir 2026 memang diturunkan dari proyeksi sebelumnya US$5.000 per troy ons. Namun, Commerzbank tetap menilai faktor pendukung emas masih kuat, termasuk:
Ketidakpastian ekonomi global
Risiko geopolitik
Diversifikasi cadangan bank sentral
Permintaan aset lindung nilai (safe haven)
Tren pelemahan nilai riil mata uang global dalam jangka panjang.
Pandangan serupa juga tercermin dalam sejumlah riset industri yang menilai koreksi harga emas saat ini belum mengubah prospek jangka panjang logam mulia tersebut.
Apa Artinya bagi Investor?
Koreksi harga emas hingga level terendah sejak Desember 2025 menunjukkan volatilitas masih tinggi dalam jangka pendek. Investor perlu memahami bahwa emas tidak selalu bergerak naik secara linear dan tetap dapat mengalami fase koreksi setelah reli yang sangat kuat.
Bagi investor jangka panjang, fokus utama sebaiknya tetap pada tujuan diversifikasi portofolio dan perlindungan nilai aset, bukan semata-mata pergerakan harga harian. Sementara bagi investor yang berorientasi trading, penguatan dolar AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi faktor yang perlu dicermati dalam beberapa bulan ke depan.
Ringkasan Pasar
Indikator | Nilai |
|---|---|
Harga Emas Global | US$4.296/troy ons |
Level Terendah Intraday 8 Juni | US$4.268,74/troy ons |
Kinerja Emas 1 Bulan | -4,95% |
Proyeksi Commerzbank 2026 | US$4.800/troy ons |
Proyeksi Commerzbank 2027 | US$5.200/troy ons |
USD/IDR | Rp18.181 |
Sumber: riset Treasury, Investing, diolah
Proyeksi & Rekomendasi
Dengan mempertimbangkan koreksi jangka pendek akibat penguatan dolar AS dan proyeksi Commerzbank yang masih positif dalam jangka panjang, riset Treaseury merekomendasikan:
Investor Konservatif : Buy
Koreksi harga dapat dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap sesuai profil risiko dan tujuan investasi jangka panjang.Investor Moderat : Sell
Sebagian investor yang telah menikmati kenaikan signifikan sejak 2025 dapat mempertimbangkan realisasi keuntungan parsial sambil menunggu arah pasar yang lebih jelas.Investor Agresif : Strong Sell
Momentum teknikal jangka pendek masih cenderung melemah sehingga trader agresif dapat memilih mengurangi eksposur sambil menunggu sinyal pembalikan tren yang lebih kuat.
Catatan: Rekomendasi tersebut merupakan interpretasi strategi berdasarkan proyeksi dan kondisi pasar saat ini, bukan ajakan membeli atau menjual. Keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, dan horizon waktu masing-masing investor.
Kesimpulan
Harga emas global sedang mengalami fase koreksi dan sempat menyentuh level terendah sejak Desember 2025 akibat penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat. Meski demikian, sejumlah lembaga riset internasional, termasuk Commerzbank, masih mempertahankan pandangan positif terhadap prospek emas hingga 2027.
Bagi investor jangka panjang, koreksi saat ini lebih tepat dipandang sebagai bagian dari dinamika pasar dibanding perubahan fundamental jangka panjang emas sebagai instrumen diversifikasi dan aset lindung nilai.
FAQ
1. Apakah penurunan harga emas saat ini menjadi sinyal tren bearish jangka panjang?
Belum tentu. Koreksi harga emas saat ini lebih dipengaruhi penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi AS. Sejumlah lembaga riset masih mempertahankan prospek positif emas untuk jangka panjang.
2. Apakah harga emas saat ini sudah lebih murah dibanding awal 2026?
Ya. Harga emas global telah turun dari level puncaknya pada Maret-April 2026, meski masih berada di atas level pertengahan 2025.
3. Mengapa harga emas digital dan emas fisik bisa berbeda?
Perbedaan harga dipengaruhi premium, biaya pengadaan, spread jual-beli, serta kebijakan masing-masing penyedia emas.
4. Apakah koreksi harga emas bisa menjadi peluang akumulasi?
Bagi investor jangka panjang, koreksi harga sering dimanfaatkan untuk melakukan pembelian bertahap (averaging) sesuai profil risiko dan tujuan investasi.
5. Faktor apa yang berpotensi mendorong harga emas naik kembali?
Beberapa faktor yang dapat mendukung harga emas antara lain pelemahan dolar AS, penurunan suku bunga global, meningkatnya ketidakpastian ekonomi, dan tingginya permintaan aset safe haven.
Investasi di Aplikasi Jual - Beli Emas Terbaik - Bareksa
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
(Rahmat Hidayat/AM)
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan
pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial
digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan
edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, emas, SBN dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.203,25 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.160,62 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.193,95 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.015,07 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



