BeritaArrow iconEmasArrow iconArtikel

Krisis Utang AS US$40 Triliun Dinilai Bisa Dorong Harga Emas Tembus Rp10 Juta per Gram

Abdul Malik03 Juni 2026
Tags:
Krisis Utang AS US$40 Triliun Dinilai Bisa Dorong Harga Emas Tembus Rp10 Juta per Gram
Ilustrasi harga emas yang terus naik dalam jangka panjang, meskipun secara jangka pendek ada kenaikan dan penurunan. (Shutterstock)

Investor emas global Pierre Lassonde memprediksi harga emas bisa mencapai US$17.250 per ons. Dengan kurs saat ini, nilainya setara lebih dari Rp10 juta per gram.

Bareksa - Harga emas berpotensi melanjutkan tren kenaikan dalam beberapa tahun ke depan seiring membengkaknya utang Amerika Serikat yang mendekati US$40 triliun. Investor emas global Pierre Lassonde memperkirakan harga emas dapat mencapai US$17.250 per troy ounce dalam sekitar tiga tahun mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan Kitco News 12 Mei lalu dan menjadi perhatian pelaku pasar karena berasal dari salah satu tokoh berpengalaman di industri emas dunia.

Lassonde menilai kondisi saat ini memiliki kemiripan dengan era stagflasi pada 1970-an ketika inflasi dan suku bunga meningkat secara bersamaan. Namun, ia melihat risiko saat ini lebih besar karena beban utang pemerintah AS jauh lebih tinggi dibandingkan periode tersebut. Menurutnya, kebutuhan pembiayaan defisit dan pembayaran bunga utang yang terus meningkat dapat menjadi faktor pendukung harga emas dalam jangka panjang.

Promo Terbaru di Bareksa

Pierre Lassonde adalah investor dan pengusaha asal Kanada yang dikenal sebagai pendiri Franco-Nevada, perusahaan royalti emas terbesar di dunia. Ia juga pernah menjabat Presiden Newmont Mining serta Ketua World Gold Council periode 2002–2006. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade di industri pertambangan dan logam mulia, pandangannya kerap menjadi perhatian investor global.

Bank Sentral dan Emas

Selain faktor utang AS, Lassonde menyoroti peningkatan pembelian emas oleh bank sentral berbagai negara. Menurutnya, sejumlah bank sentral terus meningkatkan porsi emas dalam cadangan devisa sebagai bagian dari diversifikasi aset. Tren tersebut dinilai menunjukkan peran emas yang tetap penting sebagai aset lindung nilai dan penyimpan nilai jangka panjang.

Berdasarkan data pasar yang tersedia pada 3 Juni 2026, harga emas spot global berada di sekitar US$4.486,51 per troy ounce. Dengan kurs tengah Bank Indonesia per 2 Juni 2026 sebesar Rp17.883 per dolar AS, harga tersebut setara sekitar Rp2,58 juta per gram. Sementara itu, harga emas digital di Bareksa Emas tercatat Rp2.583.436 per gram untuk Treasury, Rp2.675.000 per gram untuk Pegadaian, dan Rp2.641.404 per gram untuk Indogold.

Apabila proyeksi US$17.250 per troy ounce terealisasi dan kurs rupiah berada pada level yang sama, maka nilai emas secara teoritis setara sekitar Rp9,85 juta per gram. Dengan mempertimbangkan premi harga emas fisik di pasar domestik yang saat ini berkisar sekitar 4%-7% dibanding harga acuan global, harga emas dalam negeri berpotensi berada di kisaran Rp10,2 juta hingga Rp10,5 juta per gram.

Namun, angka tersebut merupakan simulasi berdasarkan asumsi tertentu dan bukan proyeksi resmi maupun jaminan kinerja harga emas di masa depan.

Ringkasan Data Emas Terkini

Harga Emas Global

Keterangan
Nilai

Harga Emas Spot

US$4.486,51/oz

Kurs Tengah BI (2 Juni 2026)

Rp17.883/US$

Nilai per Troy Ounce

Rp80,22 juta

Nilai per Gram

Rp2,58 juta

Sumber: Investing, diolah

Harga Emas Dalam Negeri

Produk
Harga

Treasury

Rp2.583.436/gram

Pegadaian

Rp2.675.000/gram

Indogold

Rp2.641.404/gram

Emas Antam*

Rp2.774.000/gram

*Harga Antam per 29 Mei 2026.
Sumber: fitur Bareksa Emas per 3 Juni 2026

Simulasi Target Harga Emas Pierre Lassonde

Keterangan
Nilai

Target Harga Emas

US$17.250/oz

Kurs BI

Rp17.883/US$

Setara per Troy Ounce

Rp306,49 juta

Setara per Gram

Rp9,85 juta

Estimasi Harga Domestik (premium 4%-7%)

Rp10,24 juta–Rp10,54 juta/gram

Sumber: Kitco News, diolah

Faktor yang Menjadi Perhatian Pasar

  • Utang pemerintah AS mendekati US$40 triliun.

  • Defisit fiskal AS masih tinggi.

  • Pembelian emas oleh bank sentral berlanjut.

  • Diversifikasi cadangan devisa dari aset berbasis dolar AS.

  • Emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai saat ketidakpastian meningkat.

Kesimpulan

Pandangan Pierre Lassonde mencerminkan skenario bullish terhadap emas yang didasarkan pada meningkatnya utang AS, kebutuhan pembiayaan fiskal, dan tren pembelian emas oleh bank sentral dunia. Faktor-faktor tersebut dinilai dapat mendukung permintaan emas dalam jangka panjang.

Meski demikian, target US$17.250 per troy ounce merupakan pandangan pribadi Lassonde dan bukan konsensus pasar. Investor dapat mencermati perkembangan kebijakan moneter, kondisi fiskal global, serta pergerakan permintaan emas sebagai faktor yang berpotensi memengaruhi harga logam mulia ke depan.

FAQ

1. Siapa Pierre Lassonde?
Pierre Lassonde adalah pendiri Franco-Nevada, mantan Presiden Newmont Mining, dan mantan Ketua World Gold Council yang dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh di industri emas global.

2. Berapa target harga emas menurut Pierre Lassonde?
Ia memperkirakan harga emas berpotensi mencapai US$17.250 per troy ounce dalam beberapa tahun ke depan.

3. Berapa setara target tersebut dalam rupiah?
Dengan kurs tengah BI Rp17.883 per dolar AS, target tersebut setara sekitar Rp9,85 juta per gram sebelum memperhitungkan premi pasar domestik.

4. Berapa harga emas saat ini?
Harga emas spot global berada di sekitar US$4.486,51 per troy ounce atau sekitar Rp2,58 juta per gram berdasarkan kurs saat ini.

5. Mengapa utang AS dianggap penting bagi harga emas?
Utang yang tinggi dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas fiskal dan nilai mata uang, sehingga emas sering dicermati sebagai aset lindung nilai pada periode ketidakpastian ekonomi.

Investasi di Aplikasi Jual - Beli Emas Fisik Digital Terbaik - Bareksa

Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.

Beli Saham di Sini

Tengang Penulis

​*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,6

Up0,37%
Up1,38%
Up0,68%
Up6,97%
Up19,35%
Up13,33%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.173,05

Up0,18%
Up1,95%
Up1,54%
Up6,71%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.205,74

Up0,45%
Up2,19%
Up1,77%
Up7,32%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.028,96

Down- 1,93%
Down- 0,40%
Down- 1,78%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua