Harga Emas Turun di Tengah Ketidakpastian AS-Iran, UBS Tetap Positif untuk Prospek Komoditas
Harga emas melemah akibat kenaikan minyak dan imbal hasil obligasi AS. UBS tetap menilai prospek emas dan komoditas positif dalam jangka menengah.

Harga emas melemah akibat kenaikan minyak dan imbal hasil obligasi AS. UBS tetap menilai prospek emas dan komoditas positif dalam jangka menengah.
Bareksa - Harga emas dunia melemah pada penutupan perdagangan Senin (2/6/2026) seiring lonjakan harga minyak mentah, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS), dan belum tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran. Informasi ini penting bagi investor karena pergerakan emas sering menjadi indikator sentimen risiko global. Berdasarkan laporan Kitco dan riset UBS, emas spot turun 1,26% menjadi US$4.482,30 per ons.
Tekanan terhadap emas muncul setelah harga minyak WTI naik ke sekitar US$92,16 per barel dan Brent mendekati US$94,98 per barel. Kenaikan harga energi mendorong ekspektasi inflasi sekaligus menopang penguatan dolar AS dan imbal hasil Treasury 10 tahun yang berada di kisaran 4,5%.
Data ekonomi AS juga menunjukkan aktivitas manufaktur masih ekspansif. Indeks ISM manufaktur naik menjadi 54,0 pada Mei dari 52,7 pada April, sementara belanja konstruksi meningkat 0,4% menjadi US$2,172 triliun secara tahunan.
Promo Terbaru di Bareksa
UBS: Prospek Komoditas Masih Menarik
Analis komoditas UBS, Giovanni Staunovo, menyatakan volatilitas komoditas berpotensi tetap tinggi selama negosiasi AS-Iran belum mencapai titik terang. Namun, secara fundamental, UBS masih melihat dukungan bagi harga minyak, emas, serta logam industri seperti tembaga dan aluminium.
Menurut UBS, komoditas secara luas telah mencatat kenaikan lebih dari 20% sepanjang tahun berjalan berdasarkan indeks UBS CMCI Composite. Inventori produk minyak yang relatif rendah, tren elektrifikasi global, dan risiko geopolitik menjadi faktor yang terus dicermati pasar.
Meski memangkas target harga emas akhir 2026 dari US$5.900 menjadi US$5.500 per ons, UBS tetap mempertahankan pandangan konstruktif terhadap logam mulia tersebut. Bank investasi asal Swiss itu menilai tingginya utang global, defisit fiskal AS, dan diversifikasi cadangan devisa bank sentral masih berpotensi mendukung harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.
Ringkasan Data Harga Emas Global
Indikator | Nilai |
|---|---|
Harga Emas Spot | US$4.482,30/ons |
Perubahan Harian Emas | -1,26% |
WTI Crude Oil | US$92,16/barel |
Brent Crude Oil | US$94,98/barel |
Yield Treasury AS 10 Tahun | ±4,5% |
ISM Manufaktur Mei | 54,0 |
ISM Manufaktur April | 52,7 |
Sumber: laporan Kitco News
Level Teknikal Emas
Resistance | Support |
|---|---|
US$4.550 | US$4.400 |
US$4.546,90 | US$4.420 |
US$4.514 | US$4.446,90 |
US$4.500 | - |
Sumber: laporan Kitco News
Harga Emas Dalam Negeri
Di pasar domestik, harga emas di kisaran Rp2,5-2,6 juta per gram. Berdasarkan data Bareksa Emas per 2 Juni 2026, harga emas fisik digital Treasury berada di Rp2.578.288 per gram, Indogold Rp2.607.348 per gram, dan Pegadaian Rp2.677.000 per gram. Sementara itu, harga emas batangan Antam tercatat Rp2.774.000 per gram per 29 Mei 2026.
Ringkasan Harga Emas Dalam Negeri
Produk Emas | Harga |
Treasury | Rp2.578.288/gram |
Indogold | Rp2.607.348/gram |
Pegadaian | Rp2.677.000/gram |
Emas Antam | Rp2.774.000/gram |
Sumber: Bareksa Emas, 2 Juni 2026 (Antam per 29 Mei 2026).
Faktor yang Dicermati Investor
Perkembangan negosiasi AS-Iran.
Pergerakan harga minyak global.
Arah imbal hasil Treasury AS.
Kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Arus investasi ETF emas dan pembelian bank sentral.
Prospek inflasi global dan pertumbuhan ekonomi.
Kesimpulan
Penurunan harga emas kali ini lebih dipengaruhi kenaikan harga minyak, penguatan dolar AS, dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi tersebut meningkatkan opportunity cost kepemilikan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Meski volatilitas jangka pendek masih tinggi, UBS menilai faktor fundamental seperti tingginya utang global, risiko geopolitik, dan diversifikasi cadangan devisa bank sentral tetap berpotensi mendukung prospek emas dan komoditas dalam jangka menengah.
FAQ
1. Mengapa harga emas turun?
Karena harga minyak naik, imbal hasil Treasury AS menguat, dan dolar AS cenderung menguat.
2. Berapa harga emas spot terbaru?
Sekitar US$4.482,30 per ons pada penutupan perdagangan Senin.
3. Apa pandangan UBS terhadap emas?
UBS tetap positif terhadap emas meski menurunkan target harga akhir 2026 menjadi US$5.500 per ons.
4. Apa faktor utama yang memengaruhi pasar komoditas saat ini?
Negosiasi AS-Iran, harga energi, inflasi, dan arah kebijakan suku bunga AS.
5. Apakah komoditas masih menarik untuk dicermati?
Menurut UBS, komoditas masih berpotensi mendapat dukungan dari faktor fundamental dan risiko geopolitik global.
Investasi di Aplikasi Jual - Beli Emas Fisik Digital Terbaik - Bareksa
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
Tengang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.214,6 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.173,05 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.205,74 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.028,96 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



