BeritaArrow iconEmasArrow iconArtikel

Harga Emas Turun di Tengah Ketidakpastian AS-Iran, UBS Tetap Positif untuk Prospek Komoditas

Abdul Malik02 Juni 2026
Tags:
Harga Emas Turun di Tengah Ketidakpastian AS-Iran, UBS Tetap Positif untuk Prospek Komoditas
Ilustrasi penurunan harga emas yang bisa dijadikan momentum beli di harga murah. (Shutterstock)

Harga emas melemah akibat kenaikan minyak dan imbal hasil obligasi AS. UBS tetap menilai prospek emas dan komoditas positif dalam jangka menengah.

Bareksa - Harga emas dunia melemah pada penutupan perdagangan Senin (2/6/2026) seiring lonjakan harga minyak mentah, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS), dan belum tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran. Informasi ini penting bagi investor karena pergerakan emas sering menjadi indikator sentimen risiko global. Berdasarkan laporan Kitco dan riset UBS, emas spot turun 1,26% menjadi US$4.482,30 per ons.

Tekanan terhadap emas muncul setelah harga minyak WTI naik ke sekitar US$92,16 per barel dan Brent mendekati US$94,98 per barel. Kenaikan harga energi mendorong ekspektasi inflasi sekaligus menopang penguatan dolar AS dan imbal hasil Treasury 10 tahun yang berada di kisaran 4,5%.

Data ekonomi AS juga menunjukkan aktivitas manufaktur masih ekspansif. Indeks ISM manufaktur naik menjadi 54,0 pada Mei dari 52,7 pada April, sementara belanja konstruksi meningkat 0,4% menjadi US$2,172 triliun secara tahunan.

Promo Terbaru di Bareksa

UBS: Prospek Komoditas Masih Menarik

Analis komoditas UBS, Giovanni Staunovo, menyatakan volatilitas komoditas berpotensi tetap tinggi selama negosiasi AS-Iran belum mencapai titik terang. Namun, secara fundamental, UBS masih melihat dukungan bagi harga minyak, emas, serta logam industri seperti tembaga dan aluminium.

Menurut UBS, komoditas secara luas telah mencatat kenaikan lebih dari 20% sepanjang tahun berjalan berdasarkan indeks UBS CMCI Composite. Inventori produk minyak yang relatif rendah, tren elektrifikasi global, dan risiko geopolitik menjadi faktor yang terus dicermati pasar.

Meski memangkas target harga emas akhir 2026 dari US$5.900 menjadi US$5.500 per ons, UBS tetap mempertahankan pandangan konstruktif terhadap logam mulia tersebut. Bank investasi asal Swiss itu menilai tingginya utang global, defisit fiskal AS, dan diversifikasi cadangan devisa bank sentral masih berpotensi mendukung harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Ringkasan Data Harga Emas Global

Indikator
Nilai

Harga Emas Spot

US$4.482,30/ons

Perubahan Harian Emas

-1,26%

WTI Crude Oil

US$92,16/barel

Brent Crude Oil

US$94,98/barel

Yield Treasury AS 10 Tahun

±4,5%

ISM Manufaktur Mei

54,0

ISM Manufaktur April

52,7

Sumber: laporan Kitco News

Level Teknikal Emas

Resistance
Support

US$4.550

US$4.400

US$4.546,90

US$4.420

US$4.514

US$4.446,90

US$4.500

-

Sumber: laporan Kitco News

Harga Emas Dalam Negeri

Di pasar domestik, harga emas di kisaran Rp2,5-2,6 juta per gram. Berdasarkan data Bareksa Emas per 2 Juni 2026, harga emas fisik digital Treasury berada di Rp2.578.288 per gram, Indogold Rp2.607.348 per gram, dan Pegadaian Rp2.677.000 per gram. Sementara itu, harga emas batangan Antam tercatat Rp2.774.000 per gram per 29 Mei 2026.

Ringkasan Harga Emas Dalam Negeri

Produk Emas

Harga

Treasury

Rp2.578.288/gram

Indogold

Rp2.607.348/gram

Pegadaian

Rp2.677.000/gram

Emas Antam

Rp2.774.000/gram

Sumber: Bareksa Emas, 2 Juni 2026 (Antam per 29 Mei 2026).

Faktor yang Dicermati Investor

  • Perkembangan negosiasi AS-Iran.

  • Pergerakan harga minyak global.

  • Arah imbal hasil Treasury AS.

  • Kebijakan suku bunga Federal Reserve.

  • Arus investasi ETF emas dan pembelian bank sentral.

  • Prospek inflasi global dan pertumbuhan ekonomi.

Kesimpulan

Penurunan harga emas kali ini lebih dipengaruhi kenaikan harga minyak, penguatan dolar AS, dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi tersebut meningkatkan opportunity cost kepemilikan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Meski volatilitas jangka pendek masih tinggi, UBS menilai faktor fundamental seperti tingginya utang global, risiko geopolitik, dan diversifikasi cadangan devisa bank sentral tetap berpotensi mendukung prospek emas dan komoditas dalam jangka menengah.

FAQ

1. Mengapa harga emas turun?
Karena harga minyak naik, imbal hasil Treasury AS menguat, dan dolar AS cenderung menguat.

2. Berapa harga emas spot terbaru?
Sekitar US$4.482,30 per ons pada penutupan perdagangan Senin.

3. Apa pandangan UBS terhadap emas?
UBS tetap positif terhadap emas meski menurunkan target harga akhir 2026 menjadi US$5.500 per ons.

4. Apa faktor utama yang memengaruhi pasar komoditas saat ini?
Negosiasi AS-Iran, harga energi, inflasi, dan arah kebijakan suku bunga AS.

5. Apakah komoditas masih menarik untuk dicermati?
Menurut UBS, komoditas masih berpotensi mendapat dukungan dari faktor fundamental dan risiko geopolitik global.

Investasi di Aplikasi Jual - Beli Emas Fisik Digital Terbaik - Bareksa

Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.

Beli Emas di Sini

Tengang Penulis

​*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,6

Up0,37%
Up1,38%
Up0,68%
Up6,97%
Up19,35%
Up13,33%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.173,05

Up0,18%
Up1,95%
Up1,54%
Up6,71%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.205,74

Up0,45%
Up2,19%
Up1,77%
Up7,32%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.028,96

Down- 1,93%
Down- 0,40%
Down- 1,78%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua