Jelang Pertemuan Bank Sentral AS, Bagaimana Prospek Harga Emas?

Pelaku pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan AS 75 - 100 basis poin
Abdul Malik • 19 Sep 2022
cover

Ilustrasi pegerakan harga emas logam mulia menjelang pertemuan Bank Sentral AS. (Shutterstock)

Bareksa.com - Harga emas hari ini bergerak melemah di zona US$1668,7 per troy ons. Pada pagi hari ini (19/9/2022), harga emas kembali bergerak melemah setelah ditutup menguat pada hari perdagangan sebelumnya.

Menurut hasil riset Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), pergerakan harga emas berfokus pada langkah lanjutan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) terkait kebijakan suku bunga acuan pada pertemuan dewan gubernur pekan ini.

Emas kembali melemah usai ditutup menguat di level US$1675,5 pada hari perdagangan sebelumnya. Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed membuat emas masih bergerak di bawah zona US$1700 seiring dengan menguatnya indeks dolar AS.

Sumber : ICDX

Baca juga : Misteri Harga Emas Terpecahkan, Ini Grafik Logam Mulia yang Perlu Anda Lihat

Emas yang dihargakan dengan dolar membuat harga emas jadi lebih mahal ketika dolar AS menguat, sehingga membebani permintaan terhadap emas. Fokus pasar saat ini menantikan pertemuan The Fed yang diselenggarakan pada 20 September.

Pelaku pasar juga mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan AS (Fed Rate) 75 - 100 basis poin, mengingat angka inflasi AS pada Agustus 2022 berada di level 8,3% yang masih jauh dibandingkan target The Fed yang ingin membawa inflasi ke level 2%.

Selain itu, data ketenagakerjaan AS yang masih kuat di tengah tingginya suku bunga acuan memicu ekspektasi adanya ruang bagi The Fed untuk terus melakukan pengetatan kebijakan moneternya.

Lihat juga : Investasi Emas Online Harus Ada Fisik Logam Mulianya, Begini Aturannya

Tingginya suku bunga acuan menyurutkan minat terhadap emas. Sebab produk keuangan yang menghasilkan bunga dianggap memberi imbal hasil yang lebih baik.

Imbal hasil obligasi AS saat ini berada di level 3,45%. Menguatnya imbal hasil obligasi AS dan indeks dolar yang masih bergerak di zona tertingginya di level 109,55 menjadi katalis negatif bagi kinerja emas.

Harga emas melemah dengan support saat ini beralih ke US$1662,83 dan resistance terdekatnya berada di US$1685,93. Support terjauh harga emas berada di US$1657,41 hingga ke US$1651,28, sementara untuk resistance terjauhnya berada di US$1690,98 hingga ke US$1696,03.

 Simak juga : Harga Emas Hari Ini Turun, Kesempatan Investasi Logam Mulia saat Murah

Harga Emas Pegadaian Hari Ini

Senada dengan harga emas dunia, di dalam negeri salah satunya harga beli emas Pegadaian di fitur Bareksa Emas pada hari ini, Senin (19/9) di Rp874.000 per gram, atau turun Rp1.000 dibandingkan Jumat (16/9) di harga Rp875.000 per gram. 

 

Sumber : Bareksa

Harga beli emas Pegadaian hari ini, merupakan level terendah sejak 6 Februari 2022, atau lebih dari 7,5 bulan terakhir.

Baca juga : Harga Emas Naik Turun tapi Minat Investasi Logam Mulia Masih Tinggi

(AM)

Investasi Sekarang

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.