Tren Beli Jelang Lebaran, Begini Untung Rugi Investasi Emas Perhiasan vs Logam Mulia

Emas sejak lama digunakan sekaligus dipercaya untuk mempercantik diri sekaligus instrumen investasi
Hanum Kusuma Dewi • 18 Apr 2022
cover

Seorang pegawai Pegadaian menunjukan sekeping emas PT Antam di Kota Pekanbaru, Riau, (8/1/2015) (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Bareksa.com - Momen jelang Lebaran yang diwarnai kabar baik dengan adanya pencairan uang Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran mendorong masyarakat berbelanja menyambut Idul Fitri. Emas menjadi salah pilihan untuk dibeli jelang Lebaran, tapi mengapa?

Seperti dilansir iNews.id dan Suarasurabaya.net misalnya pada Sabtu, 16 April 2022, menyebutkan sejumlah warga Pandeglang, Banten dan warga Surabaya, Jawa Timur, mendatangi toko emas jelang Lebaran.

Mayoritas tujuan utamanya untuk membeli emas dan atau tukar tambah emas yang dimiliki dengan seri terbaru. Di sisi lainnya, ada juga yang justru menjual emasnya untuk menangkap cuan dari tren harga emas yang tinggi.

Baca juga Krisis Ukraina Memanas dan Inflasi Buat Harga Emas Naik Dua Pekan Ini

Fenomena mendatangi toko emas yang sempat meredup pada tahun lalu terkait adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kini trennya kembali mencuat. Emas terutama berbentuk perhiasan, dibeli dari toko emas untuk digunakan atau dipakai saat hari Lebaran yang diperkirakan akan ramai kembali karena pemerintah mengizinkan lagi mudik Lebaran.

Mengapa emas diburu? Emas sejak lama digunakan sekaligus dipercaya sejumlah kalangan antara lain untuk mempercantik diri yakni dengan menjadikannya perhiasan, dan sisi lainnya sebagai instrumen investasi.

Tapi seperti apa sebenarnya kelebihan dan kekurangan emas perhiasan serta emas batangan atau kerap disebut logam mulia? Berikut ulasan singkatnya yang dilansir Bareksa dari berbagai sumber.

Emas Perhiasan vs. Emas Batangan

1. Bentuk

Emas perhiasan biasanya berupa cincin, gelang, anting, dan kalung. Emas perhiasan digunakan lebih untuk mempercantik penampilan. Keunggulan emas perhiasan itulah yang tidak dimiliki emas batangan atau logam mulia. 

Di sisi lain, emas logam mulia seperti emas Antam umumnya berbentuk emas batangan maupun koin, jadi lebih cocok untuk disimpan di tempat yang aman.

2. Kadar Emas

Kadar kemurnian emas disebut dengan karat. Nah, kadar tertinggi 24 karat dimiliki oleh logam mulia dengan kadar emas 99,99 persen alias emas murni. 

Berbeda dengan emas batangan, emas perhiasan biasanya memiliki kadar 22 karat atau kemurniannya hanya sekitar 91 persen. 

Emas perhiasan kadarnya tidak setinggi emas batangan karena emas perhiasan perlu dibentuk dan dibutuhkan campuran logam lain seperti perak dan tembaga agar bentuknya tidak mudah berubah.

Di sisi lain, emas murni 24 karat sifatnya lunak dan mudah berubah sehingga tidak cocok untuk perhiasan. Makanya, emas logam mulia dengan kadar 99,99 persen lebih cocok dijadikan investasi karena tingkat kemurnian yang menjadikan nilainya lebih tinggi daripada emas perhiasan.

3. Biaya Pembuatan

Emas perhiasan membutuhkan biaya untuk proses pembuatan yang besarannya bisa mencapai 10 persen hingga 20 persen dari harga emas. Hanya saja, biasanya biaya atau ongkos pembuatan emas perhiasan tidak akan dihitung pada nilai jual atau harga emas ketika dijual. Sebaliknya, tidak ada biaya pembuatan pada emas batangan.

4. Penjualan Emas Kembali Atau Buyback

Emas perhiasan dapat dijual kembali di toko emas, tempat membeli emas perhiasan maupun toko emas lainnya yang bisa menerima barang dari toko lainnya. Jadi sebaiknya nota pembelian emas perhiasan tidak hilang dan disertakan ketika akan menjual kembali.

Di sisi lain bukti pembelian atau sertifikat pembelian juga harus dimiliki investor yang memilih emas batangan. Emas batangan yang disertai sertifikat dapat dijual di toko emas yang terdapat di pasar maupun pusat perbelanjaan maupun penyedia penjualan emas.

Umumnya, jika untuk investasi jangka panjang, emas batangan atau emas murni, lebih banyak dipilih investor. Seperti sudah dibahas sebelumnya, emas perhiasan lebih cocok untuk dipakai tetapi nilainya kurang baik ketika dijual lagi, sementara emas batangan lebih tahan lama dan kadarnya tinggi sehingga cocok untuk investasi jangka panjang. 

Baca juga Tujuh Keuntungan Investasi Emas Secara Online

Bareksa Emas

Jika tidak ingin repot membeli emas di toko, kamu bisa memanfaatkan fitur jual beli emas online yang kini sudah tersedia di BareksaEmasyang bisa diakses melalui aplikasi Bareksa yang tersedia untuk ponsel (handset) berbasis iOS dan Android.

Di BareksaEmas, Bareksa telah bermitra dengan pedagang emas online yang menyediakan fasilitas titipan atau gadai, yaitu Pegadaian dan Indogold. Mitra pengelola emas ini sudah mendapat izin OJK sebagai salah satu usaha pergadaian (untuk penitipan emas).

Selain itu, emas yang diperjualbelikan Bareksa melalui fitur Bareksa Emas adalah logam mulia dengan kadar 99,99 persen yang diproduksi oleh ANTAM dan UBS. Emas batangan produksi ANTAM dan UBS sudah sering dijadikan alat investasi sehingga tidak perlu diragukan lagi keasliannya.

Sebagai tambahan informasi, BareksaEmas hadir bagi investor yang sudah terdaftar di Bareksa yang bisa membeli emas mulai dari ukuran 0,1 gram atau mulai dari Rp50.000 saja. Beli emas di Bareksa Emas juga berkesempatan meraih hadiah reksadana. 

Lihat juga Pertama Beli Logam Mulia di Bareksa Emas, Raih Reksadana Rp50 Ribu

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.