Konflik Rusia - Ukraina Mulai Mereda, Bagaimana Prospek Emas?

Perkembangan geopolitik saat ini berkisar pada pembicaraan antara Rusia dan Ukraina mengenai gencatan senjata dan penarikan sejumlah pasukan militer dari Ukraina
Abdul Malik • 16 Mar 2022
cover

Ilustrasi investasi emas logam mulia atau batangan. (shutterstock)

Bareksa.com - Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menilai, harga emasmulai menurun seiring dengan menurunnya tensi geopolitik. Pada Sekasa, (15/3), harga emas berada di level US$1.917 per troy ons. Harga emasitu berada dalam fase melemah dan menurun 2 persen ke level terendah dua minggu terakhir. 

"Faktor penyebab harga emas turun karena adanya sinyal perbaikan situasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina dan pelaku pasar masih menunggu kebijakan suku bunga The Fed untuk menekan angka inflasi yang tinggi," tulis ICDX dalam risetnya, Rabu (16/3). 

Perkembangan geopolitik saat ini berkisar pada pembicaraan antara Rusia dan Ukraina mengenai gencatan senjata dan penarikan sejumlah pasukan militer dari Ukraina. Pelaku pasar saat ini masih menahan untuk berinvestasi pada produk emaskarena masih menunggu kebijakan The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga untuk menekan angka inflasi yang tinggi. 

Emas sangat sensitif terhadap tingkat suku bunga. Apabila tingkat suku bunga tinggi, pelaku pasar lebih tertarik untuk berinvestasi pada produk keuangan dibandingkan dengan produk emas sebagai aset lindung nilai, sehingga minat akan produk emas menjadi turun.

Ke depan, harga emas bisa menurun dengan support di level US$1.898 dan resistance terdekat di area US$1.955. Support terjauh berada di area US$1.870 hingga ke US$1.827, sementara untuk resistance terjauh berada di area US$1.980 hingga ke US$2.000.

Kebjakan The Fed

Senada, PT Panin Sekuritas menilai, harga emas akan terkoreksi karena kebijakan moneter dari The Fed yang bersifat hawkish. Equity Analyst Panin Sekuritas Timothy Wijaya menjelaskan, tahun ini, The Fed diperkirakan akan menerapkan kebijakan yang bersifat hawkish karena tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) yang menembus level tertinggi sejak 1982 di level 7,5 persen.

Peningkatan suku bunga pertama, menurut Timothy akan terjadi pada Maret 2022 sebesar 25-50 basis poin (bps). Peningkatan suku bunga ini diharapkan bisa meredam laju inflasi yang bertranslasi pada penguatan USD yang akan memberikan tekanan terhadap harga emas.

"Maka dari itu, kami memperkirakan harga emas rata-rata akan bergerak di level US$1.700 per troy ons (oz) atau menurun dari 2021 yang mencapai US$ 1.799 per oz," tulis Timothy.

Prospek Emas Masih Menarik

Di tengah fluktuasi harga, emas masih dipandang sebagai instrumen investasi yang menarik. Founder dan CMO IndoGold, Indra Sjuriah mengatakan, di dalam dunia investasi, emas sudah dikenal sebagai pilihan instrumen yang paling populer karena dianggap sebagai aset yang lebih aman (safe haven).

Investasi emas juga mudah dimengerti karena cukup menyimpannya dalam jangka waktu yang panjang sehingga mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jualnya. Selain itu, emasjuga memiliki likuiditas yang tinggi karena bisa dengan mudah ditukarkan menjadi uang tunai dengan tetap mempertahankan nilainya.

Kendati banyak keuntungan dalam berinvestasi emas, namun Indra tetap menyarankan investor untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai investasi emas, terutama dalam bentuk logam mulia. Pasalnya, harga jual emas perhiasan cenderung lebih rendah dari harga belinya,.

Lalu, investor sebaiknya berinvestasi untuk jangka panjang. Dalam investasi emas, terdapat harga jual dan harga beli atau disebut sebagai spread. Karena itu sebaiknya investasi emas dijadikan sebagai investasi jangka panjang, misalnya untuk kebutuhan dana pendidikan atau dana pensiun.

Berinvestasi emas juga sebaiknya dilakukan dengan menabung secara rutin. Menurut dia, apabila tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli emas setara 1 gram, saat ini terdapat opsi berinvestasi emas dengan cara memiliki tabungan emas di platform digital.

Investasi Sekarang

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerjasama dengan Mitra Emas berizin.