Jangan Percaya 5 Mitos Soal Investasi Emas, Ini Faktanya

Salah satu mitos menyebutkan investasi emas harus memiliki banyak uang, padahal investasi emas sangat fleksibel dan terjangkau bagi semua kalangan
Abdul Malik • 02 Dec 2021
cover

Ilustrasi investasi emas batangan dan koin atau logam mulia. (Shutterstock)

Bareksa.com - Emas menjadi salah satu instrumen investasi yang paling banyak diminati. Alasannya karena emas bisa menjadi alat lindung nilai.

Selain itu, harga emas juga cenderung naik setiap tahunnya dan tahan terhadap inflasi. Sayangnya, banyak mitos soal investasi emas yang beredar di masyarakat, yang seringnya menyesatkan dan bahkan merugikan.

Seperti dilansir dari laman Sahabat Pegadaian berikut lima mitos soal investasi emas :

​1. Harus Memiliki Banyak Uang

Ada pandangan keliru yang mengatakan bahwa untuk bisa investasi emas harus memiliki banyak uang banyak atau mereka yang memiliki kekayaan besar.

Faktanya : emas merupakan investasi yang sangat fleksibel dan terjangkau bagi semua kalangan. Siapapun bisa membeli emas sesuai dengan kemampuannya, mulai dari 0,01 gram sekalipun.

2. Berisiko Tinggi

Setiap jenis investasi pasti memiliki risikonya masing-masing, namun emas menjadi diversifikasi portofolio yang sangat baik. Risiko investasi emas cenderung rendah bahkan bisa menjadi pelindung aset saat investasi lain sedang anjlok.

Kelebihan inilah yang membuat investasi emas disebut sebagai investasi safe haven, karena tidak terpengaruh kondisi ekonomi maupun geopolitik.

Emas juga tahan terhadap inflasi. Meskipun harganya cenderung naik dan turun, namun emas tidak pernah mencapai angka nol.

3. Sulit Dibeli, Disimpan, dan Dijual

Mitos lain seputar investasi emas adalah sulit untuk dibeli. Padahal saat ini, membeli dan menjual emas bukanlah hal yang sulit dilakukan. Sudah banyak toko retail terpercaya termasuk dengan cara online yang menawarkan jual beli emas dengan aman.

Emas juga bisa dijual di mana saja, tidak hanya di toko tempat emas dibeli pertama kali.Untuk penyimpanan emas dalam jumlah besar, masyarakat bisa menyimpannya di brankas pribadi atau menyewa brankas dengan harga yang relatif terjangkau jika merasa menyimpan emas di rumah kurang nyaman.

Salah satu lembaga keuangan yang menyediakan layanan titipan emas adalah Pegadaian. Pegadaian memiliki layanan Titipan Emas Fisik untuk masyarakat yang ingin menitipkan emas atau perhiasan lainnya.

4. Investasi Saham Perusahaan Emas Lebih Baik

Saham perusahaan penambangan emas memang bisa memberi beberapa pengaruh terhadap harga emas. Tapi, pengaruh tersebut naik dan turun.

Beberapa saham emas bisa naik lebih jauh dari harga emas jika memilih dengan tepat, tetapi saham juga bisa jatuh lebih jauh ketika harga emas turun.

Selain itu, saham perusahaan emas dinilai memiliki banyak risiko seperti manajemen, tekanan politik, masalah operasional dan lain sebagainya. Di sisi lain, emas merupakan bentuk tabungan nyata yang akan selalu bernilai.

5. Suku Bunga Naik Harga Emas Turun

Suku bunga cenderung naik dan turun, tetapi suku bunga riil yang cenderung berdampak pada emas. Suku bunga riil negatif terjadi ketika suku bunga lebih rendah dari inflasi, yang merupakan lingkungan positif untuk emas.

Ketika suku bunga riil berada di bawah nol, maka uang tunai dan obligasi tidak lagi efektif karena keuntungannya lebih rendah daripada inflasi.

Hal ini membuat produk investasi tersebut kehilangan daya beli, terlepas dari berapa banyak yang bisa didapatkan. Makanya, investor kemudian beralih ke aset yang menawarkan keuntungan di atas inflasi, atau setidaknya tidak akan kehilangan nilainya seperti emas.

Mitos-mitos yang berkembang tersebut tentu saja tidak harus dipercaya. Sebab setiap jenis investasi pada dasarnya pasti memiliki risiko, hanya saja bentuknya berbeda-beda.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.